Produktif Saat Pandemi Corona, Pelatih Yoga Buka Kelas Virtual

Dinar | Senin, 6 April 2020 10:48
Produktif Saat Pandemi Corona, Pelatih Yoga Buka Kelas Virtual

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Agar orang-orang tetap bugar walau tak bisa keluar rumah.

Dream – Pandemi corona tak membatasi orang-orang untuk tetap bugar. Salah satunya adalah Lena. Wanita ini sudah dua minggu membuka kelas yoga secara live di Instagram dan Facebook dengan durasi paling lama 1 jam. Dia ingin orang-orang tetap bisa berolah raga meski tidak harus keluar rumah.

Studio tempatnya mengajar pun sudah tutup sementara sejak 2 minggu lalu karena wabah ini. Sebagai gantinya, dia mengajar lewat live instagram. Dan terkadang lewat video call jika mengajar di private group.

" Kalau yang private saya masih datang ke rumah klien. Tapi sekarang jumlahnya sudah berkurang. Karena ada beberapa yang memang postpone (menunda) selama ada wabah corona ini," kata Lena dikutip dari Merdeka.com, Minggu 5 April 2020, 

Padahal, biasanya Lena bisa menerima 2 hingga 3 tempat dalam sehari selama seminggu. Namun sejak ada corona, jumlah kliennya berkurang hingga 50 persen.

Meskipun masih tetap mengajar secara private ke rumah klien, Lena pun menerapkan beberapa langkah pencegahan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Misalnya, tidak menerima mengajar warga negara asing.

" Selebihnya paling jaga jarak ketika ngajar. Sebelum dan sesudah ngajar saya selalu cuci tangan," kata dia.

2 dari 5 halaman

Imbauan di Rumah Justru Beri Waktu Istirahat

Imbauan tetap berada di rumah justru memberi waktu baginya untuk istirahat. Dengan jadwal mengajar yang padat, membuat waktunya lebih banyak diisi dengan bekerja.

" Kalau saya justru adanya social distancing ini jadi waktu untuk istirahat. Soalnya kalau sudah normal lagi waktu saya akan kembali diisi dengan mengajar," kata Lena.

Selain itu, dia juga bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama putranya yang baru berusia kurang dari 2 tahun.

Lena pun membagikan pengalamannya sejak mengajar secara live. Orang-orang di sekitar rumahnya sering memperhatikannya dan bertanya-tanya sedang apa.

“ Soalnya kan kalau ngajar live suara saya rada keras jadi mereka pada penasaran saya lagi ngapain. Terkadang suka berisik banyak suara orang ngobrol, anak saya teriak-teriak," kata dia.

3 dari 5 halaman

Tips Hidup Sehat

Saat ada wabah seperti virus corona, menjaga daya tahan tubuh sangat penting, mengingat virus ini tidak bisa menular pada orang yang memiliki daya tahan tubuh yang baik. Untuk itu, dia menyarankan untuk makan makanan yang sehat, olahraga yang cukup, berjemur di pagi hari, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi multivitamin.

Semua hal itu bisa dilakukan di rumah, bersama keluarga, pasangan, maupun dengan anak. Dengan demikian, kamu bisa menerapkan gaya hidup sehat sekaligus mempererat hubungan dengan keluarga.

Meski memiliki daya tahan tubuh yang baik, kamu juga harus menjaga kebersihan dan menjaga jarak dengan orang lain. Agar tidak menjadi pembawa virus corona.

Selain itu, masyarakat juga tidak perlu panik dalam menghadapi masa-masa ini. Tidak perlu panic buying dan menimbun banyak bahan pokok maupun hand sanitizer.

" Saya sama sekali enggak. Saya belanja sesuai kebutuhan saja dan emang biasa belanja bulanan," kata Lena.

4 dari 5 halaman

Penjual Jamu Dadakan Raup Rp30 Juta Selama Pandemi Corona

Dream – Merebaknya penyebaran virus corona atau Covid-19 berdampak pada pendapatan pekerja dan pelaku usaha. Berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah membuat kegiatan jual beli terdampak cukup berat. Pengusaha kecil kali ini tak cukup kuat menahan efek yang terjadi.

Namun di balik cobaan yang sedang dihadapi Indonesia, ada hikmah yang diambil untuk para pengusaha atau pedagang jamu tradisional. Pesanan yang membludak dari masyarakat membuat penghasilan mereka bertambah. 

Jamu sudah sejak lama diyakini sebagai ramuan yang bisa menjaga daya tahan tubuh manusia. Selain membeli produk vitamin C dan E, masyarakat juga banyak yang mengonsumsi jamu untuk menjaga imunitas menghadapi ancaman tertular corona.

 

 Penjual Jamu Dadakan Raup Rp30 Juta Selama Pandemi Corona© Dream

 

Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 3 April 2020, seorang penjual jamu bernama Koko meraup keuntungan sangat besar setelah banyak orang memesan produk minuman tradisional ini. Bisnisnya semula berawal dari keisengan berbelanja bahan-bahan rempah. 

" Iseng-iseng aja awalnya, Alhamdulillah laku ternyata. Kalau pemasukan dari awal semakin naik dan langganan makin nambah," kata dia.

Koko mengaku mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp30 juta perbulannya dengan menjual jamu tradisional. Jenis jamu yang ia jual seperti kunyit, kencur, temulawak, jahe, sereh, dan gula aren.

Dia menjual segelas besar jamu seharga Rp8 ribu. Itu bisa dicampur gula aren dan susu. Seharinya Koko bisa meraup untung Rp1 juta dan pendapatan bersih yang dikantongi bisa Rp300 ribu.

“ Lumayanlah sebulan bisa buat nyicil mobil kali ya," candanya saat ditemui Merdeka.com di Jalan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

5 dari 5 halaman

Jamu Tradisional Untuk Tingkatkan Imun Tubuh

Koko sebagai pedagang jamu tidak meyakini jamu dapat menjadi obat penyembuh corona. " Jamu buat penyembuh Corona, saya jawabnya, ini buat ningkatin imun aja. Karena sampai sekarang belum ada obatnya juga kan," jelasnya.

Menurut Koko, jamu tradisional sangat bagus manfaatnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan efek samping yang lebih kecil.

" Ada istilah barang siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan, maka ia bersiap-siap. Nah persiapan itu dengan menjaga daya tahan tubuh," kata dia.

(Sah)

Join Dream.co.id