Segini `Dana Perang` Menkeu Lawan Covid-19, Ada Subsidi Kuota & Upah Lagi!

Dinar | Rabu, 21 Juli 2021 18:45

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kuota internet dan subsidi upah disiapkan untuk membantu masyarakat selama PPKM Darurat.

Dream – Pemerintah menggelontorkan tambahan dana perlindungan sosial untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap aspek sosial ekonomi. Dukungan APBN ini meningkat dari Rp153,86 triliun menjadi Rp187,84 triliun.

“ APBN difokuskan pada penanganan kesehatan agar angka Covid-19 lebih terkendali dan pemberian perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan, serta bagi pekerja terdampak,” tulis Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, melalui akun Instagram @smindrawati, Rabu 21 Juli 2021.

Beberapa program yang sebelumnya dihentikan kini bergulir kembali. Tambahan anggaran yang disiapkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial tunai, penyaluran kartu sembako, dan bantuan beras.

Pemerintah juga memutuskan memperpanjang periode diskon listrik, bantuan langsung tunai desa, program kartu prakerja dan subsidi upah, bantuan rekening minimum beban, serta subsidi kuota internet.

Segini `Dana Perang` Menkeu Lawan Covid-19, Ada Subsidi Kuota & Upah Lagi!
Pemerintah Menganggarkan Lagi Dana Untuk Kuota Internet Dan Subsidi Upah. (Foto: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Berapa Dana Subsidi Upah dan Kuota Internet yang Diberikan Pemerintah?

Kementerian Keuangan melaporkan telah menambah dana Rp10 triliun untuk program kartu prakerja dan subsidi upah. Total dana yang digelontorkan untuk pos ini adalah Rp30 triliun.

Sementara itu, pemerintah juga menambah anggaran untuk perpanjangan subsidi kuota internet. Para penerimanya adalah 38,1 juta siswa atau tenaga pendidik di Indonesia. Tambahan dananya sebanyak Rp5,54 triliun.

Sri Mulyani juga menambah anggaran dana untuk pos diskon listrik sebanyak Rp1,91 triliun. Sekadar informasi, pemerintah memperpanjang stimulus ketenagalistrikan hingga Desember 2021, termasuk diskon tarif listrik.

3 dari 3 halaman

Berapa Total Tambahannya?

Sri Mulyani memang telah menaikkan anggaran penanganan kesehatan dari Rp172 triliun menjadi Rp193,93 triliun. Kini, alokasiknya dinaikkan kembali menjadi Rp214,95 triliun.

Kenaikan tersebut sudah termasuk tambahan untuk perkiraan kenaikan klaim pasien, pembangunan RS darurat, penyediaan obat Covid-19, tambahan insentif tenaga kesahatan, penambahan oksigen darurat, serta percepatan vaksinator dan penebalan PPKM di daerah. Dengan demikian, total dukungan APBN melalui program PEN meningkat dari Rp699,43 triliun menjadi Rp744,75 triliun.

Pemerintah, lanjut dia, akan terus bekerja keras untuk membantu rakyat menghadapi pandemi serta mendukung pemulihan ekonomi dari dunia usaha.

“ Kepada masyarakat semua, janganlah lelah untuk terus disiplin terapkan protokol kesehatan dan lakukan vaksinasi karena ini adalah ikhtiar kita bersama agar pandemi segera berakhir,” kata Sri Mulyani.

Join Dream.co.id