Indeks Syariah Berbalik Menguat, Saham Infrastruktur Favorit

Dinar | Selasa, 9 Juli 2019 16:53
Indeks Syariah Berbalik Menguat, Saham Infrastruktur Favorit

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Indeks sektor industri dasar dan rupiah terangkat.

Dream - Indeks bursa saham syariah berbalik menguat setelah mengawali perdagangan awal pekan ini di zona negatif. Investor berubah arah melakukan aksi beli saham terutama di sektor infrastruktur yang mencatat penguatan tinggi.

Penutupan positif indeks syariah ini terjadi saat Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan empat emiten baru yang listing serempak. Keempat emiten baru tersebut adalah The Eastparc Hotel Tbk (EAST), PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE), dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA).

Dikutip dari data perdagangan BEI, Selasa 9 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merangkak naik 0,913 poin (0,49%) ke level 187,016. ISSI langsung tancap gas di awal perdagangan saat menguat ke level 186,250 di sesi pra-pembukaan.

Memulai sesi pembukaan, ISSI masih terus bergerak naik dan sempat menembus level tertinggi di 187,241. Sepanjang perdagangan ISSI bergerak menguat

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga tak mau tinggal diam. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini naik 3,677 poin (0,53%) ke level 692,516. Begitu pula dengan Indeks JII70 yang naik 1,311 poin (0,58%) ke level 228,420.

Kembalinya aksi beli saham membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beralih zona. IHSG hari ini naik 36,496 poin (0,57%) ke level 6.388,323.

2 dari 6 halaman

Investor Getol Beli Saham Infrastruktur dan Industri Dasar

Aksi beli saham paling banyak terjadi di sektor infrastruktur dan industri dasar. Kedua sektor ini menguat masing-masing sebesar 1,34 persen dan 1,06 persen.

Sebaliknya indeks sektor pertambangan merosot 0,68 persen, barang konsumsi 0,13 persen, dan industri aneka 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya menanjak Rp900, BRAM Rp500, UNTR Rp400, STTP Rp340, dan AALI Rp225.

Sebaliknya, top losser saham syariah dihuni PTSP yang turun harga Rp1.450, PCAR Rp210, CPIN Rp200, FISH Rp200, dan GMTD Rp200.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah pada perdagangan pukul 16.17 WIB bergerak menguat terhadap dollar AS. Mata uang negeri Paman Sam itu turun 28 poin (0,19%) ke level Rp14.072 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Was-Was Tunggu Hasil The Fed, Indeks Syariah dan IHSG Melemah

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 8 Juli 2019. Sentimen negatif dari regional dan global membuat investor menjauh dari lantai bursa.

Koreksi pada saham-saham sektor pertambangan turut menggerus kinerja indeks saham di pasar modal Indonesia. Begitu pula dengan kurs rupiah yang terkena imbas pelemahan.

Investor sepertinya tersulut oleh kecemasan pelaku pasar dunia yang mulai was-was bank sentral The Federal Reserves kemungkinan membatalkan penurunan suku bunga acuannya. Sentimen ini berimbas pada bursa Asia.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan dengan koreksi 0,558 poin (0,29%) ke level 186,103. ISSI langsung jatuh ke zona negatif sejak sesi pra pembukaan perdagangan.

Di sesi pembukaan, ISSI masih tak punya amunisi untuk bergerak menguat. ISSI dibuka melemah di level 168,524 dan hanya bisa menyentuh level tertinggi di teritori negatif di 186,668.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tak kuasa menahan aksi jual investor dengan turun 1,884 poin (0,27%). Indeks JII70 melorot 0,770 poin (0,34%) ke level 688,039.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini mencatat koreksi 21,650 poin (0,34%) ke level 6.351,827.

4 dari 6 halaman

Laju Rupiah Tertahan Dolar AS

Investor melepas sahamnya di sektor pertambangan, barang konsumsi, dan properti. Ketiga indeks ini melemah masing-masing sebesar 1,08 persen, 0,90 persen, dan 0,65 persen.

Penguatan indeks industri aneka sebesar 1,8 persen dan pertanian 0,55 persen tak cukup kuat menahan laju pelemahan perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya melesat Rp1.700, TCID Rp350, BALI Rp265, GMTD Rp200, dan KJEN Rp180.

Sebaliknya, harga saham UNTR terkoreksi Rp725, ITMG Rp500, SMGR Rp375, POLU Rp265, dan MAPA Rp225.

Pada pukul 16.20, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Kurs dolar merangkak 36 poin (0,25%) ke level Rp14.106 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Menguat Tipis, Indeks Syariah Tinggalkan IHSG yang Melemah

Dream - Indeks syariah berhasil keluar dari tekanan aksi jual investor di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah. Aksi borong pemodal pada saham-saham bluechips syariah mendorong tiga indeks syariah naik tipis. 

Sentimen tren turun yang melanda pasar modal Indonesia membuat investor agak menjauh dari pasar modal Indonesia. Ditambah kondisi bursa regional yang tak membawa angin segar bagi investor. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat 5 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik terbatas 0,039 poin (0,02%) ke level 186,661. Meskii bergerak melemah di sesi pra-pembukaan, ISSI sempat melaju positif saat perdagangan di mulai dengan bertengger di level 186,669.

ISSI sebetulnya melaju positif sepanjang sesi pagi dengan menutup perdagangan di level 186,762. Aksi jual mulai terjadi di sesi perdagangan siang. ISSI mulai bergerak fluktuatif dan berulang kali jatuh ke zona merah. 

Masih adanya aksi beli jelang sesi penutupan berhasil mengangkat ISSI ke zona hijau meski hanya naik tipis. 

Pasokan tenaga pada perdagangan jelang akhir pekan ini berasal dari pergerakan saham-saham unggulan syariah. Bergerak menguat sepanjang perdagangan, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,883 poin (0,27%) ke level 690,723.

Tak seperti JII, Indeks JII70 hanya menanjak tipis 0,222 poin (0,09%) ke level 227,879.

Posisi berbeda dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi tipis 2,490 poin (0,04%) ke level 6.373,477.

6 dari 6 halaman

Rupiah Stagnan

Investor mengerem diri untuk melantai di bursa. Mereka cenderung menjual saham di sektor industri aneka, keuangan, dan pertanian. Ketiga indeks ini terkoreksi masing-masing sebesar 1,12 persen, 0,56 persen, dan 0,55 persen.

Sebaliknya, indeks barang konsumnsi meningkat 0,75 persen, industri dasar 0,68 persen, dan manufaktur 0,43 persen.

Harga saham ITMG meningkat Rp600, CPIN Rp575, UNTR Rp325, HEXA Rp230, dan KJEN Rp145.

Sebaliknya, harga saham JECC turun Rp450, FISH Rp430, POLU Rp300, INTP Rp200, dan TPIA Rp160.

Pada 16.14, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tak berubah alias stagnan di level Rp14.107 per dolar AS.

Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi
Join Dream.co.id