Metland Tutup Operasional Semua Metmall Selama 12 Hari

Dinar | Jumat, 27 Maret 2020 10:55
Metland Tutup Operasional Semua Metmall Selama 12 Hari

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mal ditutup sampai awal bulan depan.

Dream – PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menutup sementara unit komersial khususnya mal di bawah pengelolaan. Terhitung mulai hari ini (Kami, 27 Maret 2020) hingga 7 April 2020, mal seperti Metropolitan Mall Bekasi, Grand Metropolitan dan Metropolitan Mall Cileungsi akan tutup  operasional. 

Keputusan ini dibuat Metland sebagai langkah membantu mengurangi penyebaran virus corona Covid -19.

“ Metland sepenuhnya mendukung upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). Oleh karena itu, manajemen memutuskan untuk menutup operasional mal sementara,” kata Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 27 Maret 2020.

Penutupan ini juga bertujuan untuk membatasi jumlah kerumunan.

Manajemen akan membersihkan mal dan menyemprotkan cairan disinfektan di seluruh area pusat perbelanjaan.

Namun Metland memastikan penutupan operasional tidak diberlakukan bagi seluruh tenant.  Beberapa toko yang melayani kebutuhan dasar tetap buka dan bagi tenant khusus untuk makanan (F&B) diberlakukan take away delivery.

2 dari 6 halaman

Daftar Tenant yang Tetap Buka

Adapun beberapa tenant yang tetap buka pada jam operasional pukul 11.00 - 19.00 WIB di Metropolitan Mall Bekasi yaitu Superindo, KFC, Century, Guardian, J.CO, Breadtalk, Starbucks, Dunkin Donuts, KOI dan tenant Money Charger maupun gerai ATM.

Sedangkan Grand Metropolitan yang tetap buka yaitu Farmers Market, Guardian, Century, Watsons, KalCare, Serambi Botani, Starbucks, Kokumi dan seluruh gerai ATM.

Di Metropolitan Mall Cileungsi tenant tetap buka adalah Superindo, Century, KFC, HokBen, J.CO, Stabucks, Dunkin Donuts dan gerai ATM.

Sebelum memutuskan untuk menutup sementara operasional mal, Metland telah menyesuaikan waktu buka tutup lebih cepat sepekan terakhir. Selama sepekan kemarin Metland memberlakukan jam operasional mal mulai pukul 11.00 - 21.00 WIB.

“ Dampak virus corona ini akan berpengaruh terhadap target pertumbuhan retail,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Indonesia Butuh Rp100 Triliun Atasi Dampak Corona Covid-19

Dream – Wabah corona mulai mengguncang dunia pada Januari 2020 lalu. Episentrumnya yang semula berada di Wuhan, Tiongkok, kini beralih ke Italia.Globalisasi dan konektivitas transportasi membuat wabah ini seperti gempa yang memicu tsunami.

Gelombang penyebaran virus corona Covid-19 bergerak cepat ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

 

 Indonesia Butuh Rp100 Triliun Atasi Dampak Corona Covid-19© Dream

 

Founder Rumah Perubahan, Rhenald Kasali, mengatakan semua pihak harus memitigasi dampak ekonomi akibat wabah corona.

" Kalkulasi saya, setidaknya butuh Rp 100 triliun untuk mengatasi dampak Corona ini," kata Rhenald dalam webinar Mahir Academy by Rumah Perubahan berjudul The Outbreak: Challenges & Opportunities” dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 26 Maret 2020.

4 dari 6 halaman

Tangani Aspek Kesehatan dan Ekonomi

Dana minimal Rp100 triliun itu dibutuhkan untuk penanganan aspek kesehatan maupun aspek ekonomi untuk meringankan dampak wabah corona. Khususnya terhadap masyarakat masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja informal, dan sektor UMKM.

" Kita tahu, dana APBN terbatas, karena itu butuh dukungan luas semua pihak termasuk masyarakat melalui kerelawanan sosial,” kata dia.

Menurut Rhenald, bisnis apapun dalam situasi ini pasti mengalami gangguan dan menghadapi masa sulit. Meski demikian, tidak dapat dibenarkan jika ada pelaku usaha yang mengambil keuntungan dari kesulitan orang lain, misalnya dengan menjual produk atau jasa kesehatan di atas harga wajar.

" Saat ini, sikap terbaik adalah mengedepankan kemanusiaan dan nyawa manusia,” kata dia.

 

5 dari 6 halaman

Sinyal untuk Reformasi Sistem

Rhenald mengatakan, pandemi corona mengirim sinyal keras kepada bangsa-bangsa di dunia untuk mereformasi sejumlah sistem. Yang pertama adalah sistem kesehatan dalam menangani wabah dan sistem arus informasi untuk mengkomunikasikan langkah penanganan wabah kepada masyarakat luas.

Berikutnya, sistem keuangan negara yang memungkinkan diambil terobosan-terobosan cepat, sistem penanganan lingkungan untuk membatasi penyebaran virus atau bakteri dari fauna dan flora kepada manusia, serta sistem lalu lintas data dan investasi-investasi baru dalam bidang penanganan wabah.

Rhenald menyebut, sinyal keras wabah corona ini sebenarnya sudah dimulai dengan sinyal-sinyal lembut munculnya berbagai kasus serangan penyakit. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sepanjang kurun waktu 1980-2013 ada 12 ribu kasus outbreak. Beberapa yang memiliki dampak besar adalah Ebola, MERS, dan SARS.

" Konektivitas transportasi antar negara yang kian terbuka membuat wabah yang dulu sifatnya lokal dan regional, kini menjadi global,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Potensi Ancaman Mungkin Terjadi

Dengan kondisi seperti ini, ke depan potensi ancaman wabah sangat mungkin terjadi lagi. Karena itu, semua negara harus mulai mendesain sistem kesehatan untuk penanganan wabah. Contohnya di Amerika Serikat, pada 2016 Presiden Barack Obama pernah membentuk National Security Council Directorate for Global Health Security and Biodefense.

Sayangnya, lembaga yang berada di bawah koordinasi Gedung Putih atau Kantor Presiden itu kemudian dibubarkan dan dilebur ke lembaga lain pada 2018 oleh Presiden Donald Trump. Ketika sekarang wabah Corona merebak di Amerika Serikat, pemerintahan Donald Trump pun kurang siap.

" Sekarang, saatnya semua negara untuk mendesain sistem penangahan wabah yang lebih baik," kata Rhenald.

Menurut dia, pemimpin di tingkat pusat dan daerah harus mendesain prosedur standar penanganan wabah. Termasuk memerintahkan pengalihan sumber daya seperti kampus, gedung olahraga, sekolah, dan yang lain untuk kepentingan darurat seperti rumah sakit dan tempat karantina.

" Semua pihak harus berkolaborasi, agar kita siap saat datang ancaman wabah berikutnya," kata Rhenald.  

Join Dream.co.id