Cegah Corona, Mandiri Syariah Permudah Nasabah Lunasi Biaya Haji 2020

Dinar | Kamis, 19 Maret 2020 19:36
Cegah Corona, Mandiri Syariah Permudah Nasabah Lunasi Biaya Haji 2020

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Nasabah tak perlu datang ke kantor dan tinggal melunasinya melalui aplikasi.

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mempermudah nasabah untuk melunasi Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) tahun 2020 tahap 1 yang berlangsung pada periode 19 Maret-17 April 2020. Nasabah bisa melunasi haji melalui Mandiri Syariah Mobile Banking dan Mandiri Syariah Netbanking.

‘’Layanan digital tersebut akan memudahkan nasabah terutama dalam kondisi potensi penyebaran virus Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia,” kata Direktur Mandiri Syariah, Anton Sukarna, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 19 Maret 2020.

Anton mengatakan nasabah tak perlu datang ke kantor dan mengantre di teller untuk melunasi haji. Dengan layanan digital, nasabah bisa lebih mudah, cepat, nyaman, dan fleksibel secara waktu.

‘’Selanjutnya, nasabah harus menyerahkan bukti pelunasan ke Kemenag dengan membawa persyaratan diantaranya resi pelunasan Bank dan 10 lembar pas foto 3x4 background putih, 80 persen wajah yang diperlukan,” kata dia.

Peluasan Diperkirakan Akan Meningkat

Total jamaah haji yang terdaftar melalui Mandiri Syariah dan berhak lunas untuk berangkat tahun ini lebih dari 80 ribu. Jumlah tersebut sekitar 40 persen dari total jamaah haji Indonesia tahun 2020 yang berjumlah lebih dari 203 ribu.

Dari sekitar 80 ribu yang berhak lunas tahun ini, Mandiri Syariah memperkirakan pelunasan melalui layanan digital akan meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 13 persen.

Corporate Secretary Mandiri Syariah Ahmad Reza menambahkan layanan digital juga akan memudahkan nasabah yang tinggal di daerah yang letaknya jauh dari outlet Mandiri Syariah.

Selain untuk pelunasan BPIH, superaps Mandiri Syariah Mobile bisa digunakan pembukaan rekening online, transaksi keuangan dengan berbagai ecommerce, pembayaran zakat, sedekah, wakaf, kurban hingga akikah. Sekaligus beribadah melalui kemudahan mendapatkan jadwal sholat, arah kiblat, lokasi masjid, juz amma, kutipan hadis, dll.

" Hingga Februari 2020 jumlah pengguna layanan digital Mandiri Syariah termasuk Mandiri Syariah Mobile dan Netbanking mencapai 1,45 juta user dengan nominal transaksi sebesar Rp11,9 triliun," kata Reza.

2 dari 6 halaman

Mandiri Syariah Permudah Transaksi Nasabah dengan Fitur QRIS

Dream - Kemajuan teknologi membuat transaksi menjadi mudah. Salah satu caranya dengan QR Code, sebagaimana telah disiapkan oleh banyak merchant.

Per 1 Januari 2020, Bank Indonesia mewajibkan pembayaran non tunai menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard). PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) turut serta dalam pembayaran dengan QRIS. 

“ QRIS sudah diwajibkan oleh BI mulai 1 Januari, Bank Mandiri Syariah juga bank syariah pertama yang menggunakan QRIS,” kata Group Head Digital Banking Sales and Partnership Mandiri Syariah, Riko Wardhana, di Jakarta, Jumat 6 Maret 2020. 

 Mandiri Syariah Permudah Transaksi Nasabah dengan Fitur QRIS© Dream



Menurut Riko, Mandiri Syariah menjadi bank syariah pertama yang menggunakan QRIS untuk bertransaksi. Dengan fitur QRIS, anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (Persero) mempermudah transaksi nasabahnya. 

“ Mandiri Syariah ingin memberikan sesuatu yang lebih mudah untuk nasabah,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Ada 3 Ribu Merchant

Saat ini, tambah Riko, ada lebih dari tiga ribu merchant, terdiri atas komersial dan masjid. Ke depannya, akan ada 20 ribu debitur pembiayaan mikro segmen perdagangan untuk dijadikan merchant transaksi QRIS. 

Riko mengatakan, metode ini cocok bagi generasi milenial yang sangat dekat dengan gadget dan teknologi. “ Bagi merchant yang cepat mengikuti tren pembayaran secara nontunai atau digital, market dan traffic penjualannya juga lebih berpotensi meningkat,” kata dia. 

Kemudahan bertransaksi dengan QRIS di Mandiri Syariah Mobile bisa juga dinikmati oleh masyarakat yang saat ini belum menjadi nasabah. Calon nasabah dapat dengan mudah melakukan pembukaan rekening secara online dengan cara mendownload aplikasi Mandiri Syariah Mobile di handphonenya dan mengikuti proses pembukaan rekening online.

Laporan: Cindy Azari

4 dari 6 halaman

Transformasi Digital Dorong Fee Based Income Mandiri Syariah

Dream - PT Bank Mandiri Syariah mencatatkan pertumbuhan fee base income (FBI) dari lini digital. Pengembangan sejumlah fitur dalam transaksi digital Mandiri Syariah telah meningkatkan pengguna aplikasi dari perusahaan.

Sepanjang 2019, FBI yang diraih Mandiri Syariah dari pengembangan fitur digital mencapai Rp207,86 miliar. Jumlah ini naik 24,86 persen dibandingkan 2018 yang baru mencapai Rp166,47 miliar.

Lini mobile banking menjadi kontributor terbesar dari pengembangan digital Mandiri Syariah. Pertumbuhannya tercatat sebesar 88,03 persen dari Rp27,46 miliar akhir 2018 menjadi Rp51,64 miliar di akhir 2019.

" Dunia sudah merambah ke digital," kata Corporate Secretary Mandiri Syariah, Ahmad Reza, di Jakarta, Senin 17 Februari 2020.

 

 Transformasi Digital Dorong Fee Based Income Mandiri Syariah© Dream

 

Anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk itu bertranformasi ke dunia digital dengan meluncurkan fitur pembukaan rekening online, digital branch, tarik tunai tanpa kartu ATM, dan pembayaran QRIS. Menurut Reza, setiap harinya ada 1.000 akun yang dibuka melalui fitur buka rekening online.

" Rata-rata ada 1.000 akun baru (yang dibuka melalui mobile banking) setiap hari, masih jauh dari target," kata dia.

Sekadar informasi, bank ini menargetkan pembukaan rekening 3,5 juta dari mobile banking.

Tak hanya itu, aplikasi ini juga memuat fitur-fitur lain, seperti pembayaran zakat, sedekah, wakaf, dan kurban. Ada juga jadwal sholat, arah kiblat, lokasi masjid, juz amma, dan kutipan hadist.

Sampai dengan Desember 2019, user Mandiri Syariah Mobile mencapai 1,05 juta pengguna dengan jumlah transaksi sebanyak 24 juta.

Pertumbuhan transaksi tertinggi berasal dari transaksi Zakat, Infaq, Sedekah & Waqaf (Ziswaf) yang naik 374 persen semula 440 ribu transaksi pada 2018 menjadi 2 juta transaksi pada 2019.

5 dari 6 halaman

Laba Bersih Mandiri Syariah Meroket 110%, Raup Rp1,28 Triliun

Dream - Keuntungan bersih PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) sepanjang 2029 meningkat dua kali lipat. Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk ini melaporkan laba bersih senilai Rp1,28 triliun atau meroket 110,68 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

Mandiri Syariah tahun lalu membukukan laba bersih senilai Rp605 miliar.

Corporate Secretary Mandiri Syariah, Ahmad Reza menjelaskan peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh kenaikan aset, dana pihak ketiga, pembiayaan, dan marjin perusahaan.

" Alhamdulillah, laba bersih kami tumbuh di atas industri," kata Reza, di Jakarta, Senin 17 Februari 2020.

Diketahui Mandiri Syariah menyalurkan pembiayaan senilai Rp75,54 triliun atau tumbuh 11,5 persen dari posisi Rp67,75 triliun di akhir Desember 2018.

Mandiri Syariah diketahui menyediakan fasilitas pembiayaan segmen konsumer terdiri atas kendaraan berkah, griya berkah, produk berkah, dan mitraguna berkah.

Dari semua produk pembiayaan ini, segmen otomotif lewat Kendaraan Berkah mengalami kenaikan signifikan hingga 84,53 persen dari Rp1,54 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp2,85 triliun per Desember 2019.

Perusahaan juga bisa menekan angka pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) nett turun dari 1,56 persen pada Desember 2018 menjadi 1 persen pada Desember 2019.

Mandiri Syariah melaporkan perolehan dana pihak ketiga yang bersumber dari tabungan, deposito, dan giro tumbuh 14,10 persen dari Rp87,47 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp99,81 triliun pada Desember 2019.

Sementara khusus dana murah, (tabungan dan deposito) kenaikannya mencapai 13,49 persen dari Rp35,07 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp39,80 triliun pada Desember 2019.

Perolehan DPK menjadikan aset Mandiri Syariah per akhir Desember 2019 mencapai Rp112,29 triliun atau naik 14,19 persen dari Desember 2018 yang sebesar Rp98,34 triliun.

6 dari 6 halaman

Tambah Plafon, Mandiri Syariah Alokasikan Pembiayaan Rp1,5 T untuk Muhammadiyah

Dream - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menambah plafon pembiayaan kepada Muhammadiyah sebesar Rp500 miliar. Dengan tambahan ini, total portofolio yang disediakan sebesar Rp1,5 triliun. 

" InsyaAllah melalui penandatanganan MoU hari ini, kami akan menyediakan tambahan plafon pembiayaan sebesar Rp500 miliar sehingga total plafon yang disediakan menjadi sebesar Rp1,5 triliun," kata Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni E. B. Subari, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 16 Desember 2019. 

Hingga Oktober 2019, Mandiri Syariah telah bekerja sama dalam mengembangkan 80 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Angka ini terdiri atas 39 AUM di Bidang Jasa Pendidikan, 40 AUM di Bidang Jasa Kesehatan, dan 1 AUM di sektor lainnya. Dengan total portofolio pembiayaan AUM sebesar Rp815,4 miliar. 

MoU ini sendiri mencakup kerja sama layanan cash management (liquidity solution, receivable solution dan payable solution). Pemanfaatan produk dana seperti tabungan mudharabah institusi, giro wadiah institusi dan deposito. Ada juga pemanfaatan produk pembiayaan untuk berbagai pengembangan AUM hingga penyediaan layanan Pembukaan loket Payment Point Online Bank (PPOB) pada setiap AUM.

" Dengan posisi rasio dana murah (CASA) Mandiri Syariah per November 2019 mencapai 53,20% persen dari total DPK sebesar Rp93,04 triliun, kami optimis dapat terus mendukung kebutuhan Muhammadiyah," kata dia.

Sekadar informasi, Mandiri Syariah telah dipercaya sebagai bank mitra pengelolaan keuangan di lingkungan, Pengurus dan LAZISMU. Termasuk menjadi bank mitra tunggal Muhammadiyah dan menjadi payment gateway dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM) dan Muhammadiyah Online University.

" Sejalan dengan peningkatan layanan terutama electronic channel (Mandiri Syariah Mobile, Net Banking dan ATM), kami berharap kerja sama ini dapat mebawa kemudahan bagi semua pihak dan menjadi kontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia," kata dia.

Join Dream.co.id