Pasar Masih Labil, Indeks Syariah Tak Secerah IHSG

Dinar | Senin, 17 Februari 2020 16:48
Pasar Masih Labil, Indeks Syariah Tak Secerah IHSG

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ketiganya malah gagal bertahan di zona hijau.

Dream - Bursa saham syariah kembali terpeleset ke zona merah akibat kondisi pasar modal Indonesia yang masih labil. Tiga indeks saham syariah yang akhir pekan lalu menguat tipis menutup perdagangan di teritori negatif.

Laju indeks syariah ini gagal mengikuti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru naik tipis di sesi penutupan perdagangan Senin, 17 Februari 2020.

Penguatan IHSG ini mendapat tekanan dari turunnya laju impor Januari 2020 sebesar 1,6 persen dan suntikan Bank Sentral Tiongkok sebesar 200 miliar yuan (Rp391,73 triliun) ke pasar.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi 0,028 poin (0,02%) ke level 168,544.  ISSI sempat bergerak di dua zona saat sesi perdagangan pagii usai dibuka menguat di level 168,662 saat sesi pra-pembukaan.

ISSI sempat melaju positif hingga level tertinggi 169,072 namun terkoreksi ke level 168,793 saat penutupan sesi siang.

Tekanan baru terjadi di sesi kedua kala investor dihantam sentimen negatif kontraksi ekonomi Jepang. Meski sempat melawan, ISSI banyak bergerak di zona merah dan menutup perdagangan dengan pelemahan. ISSi sempat terjatuh ke level terendah 168,210. 

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang merosot 1,036 poin (0,17%) ke level 618,808. Sedangkan indeks JII70, melemah 0,060 poin (0,03%) ke level 207,684.

Adanya aksi beli investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit mendapat suntikan tenaga. Bertahan di level 5.867,523, IHSG naik tipis 0,578 poin (0,01%).

2 dari 6 halaman

Sektor Properti Menguat

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Investor beramai-ramai membeli saham, terutama di sektor properti dan industri dasar. Kedua indeks ini  menguat masing-masing 1,16 persen dan 0,33 persen.

Sebaliknya, indeks sektor perdagangan terkoreksi 0,56 persen, infrastruktur 0,50 persen, barang konsumsi 0,09 persen dan industri aneka 0,07 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya menguat Rp800, SHID Rp530, ITMG Rp450, INTP Rp400, dan PLIN Rp350.

Harga saham BRAM beringsut Rp700, GMTD Rp625, EMTK Rp500, INPS Rp150, dan MERK Rp130.

Suntikan dana dari People's Bank of China membuat rupiah terangkat. Pada 16.26, nilai tukar dolar AS merosot 27 poin (0,22%) ke level Rp13.663 per dolar AS.(Sah)

3 dari 6 halaman

Kecemasan Virus Corona Mereda, Indeks Syariah Ikut Lega

Dream - Indeks syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik menguat setelah muncul kabar melegakan dari penyebaran virus corona. Setelah kemarin dikejutkan dengan jumlah korban baru yang mencapai 15 ribu orang, investor hari ini cukup tenang setelah data penyebaran virus turun tajam.

Sentimen tersebut membuat pelaku pasar Asia dan dunia mulai kembali berani turun ke lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 14 Februari 2020, tiga indeks saham syariah ditutup menguat tipis meninggalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tertekan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat naik 0,440 poin (0,26%) ke level 168,572.  ISSI sempat dibuka melemah di level 167,840 pada sesi pra-pembukaan, namun mulai bergerak naik sekitar satu jam kemudian.

 

 Kecemasan Virus Corona Mereda, Indeks Syariah Ikut Lega© Dream

 

Aksi beli investor sukses mendorong ISSI terus bertahan di zona hijau hingga sesi penutupan. ISSI sempat bertengger di level tertinggi 169,132.

Penguatan tipis juga dicetak indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 2,427 poin (0,39%) ke level 619,844. Sementara indeks JII70 naik 0,784 poin (0,38%) ke level 207,744.

Adanya tekanan pada saham-saham sektor keuangan membuat IHSG tak bisa mengikuti laju indeks saham syariah. IHSG sore ini menutup perdagangan dengan melemah tipis 5,009 poin (0,08%) ke level 5.866,945.

4 dari 6 halaman

Sektor Industri Melesat

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Investor melirik sektor industri untuk dibeli dan mendorong sektor industri aneka melesat 1,70 persen dan industri dasar 1,03 persen.

Tekanan terjadi pada indeks sektor infrastruktur yang melemah 1,62 persen, keuangan 0,56 persen, dan pertambangan 0,29 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya meningkat Rp2 ribu, STTP Rp1.100, UNTR Rp700, INTP Rp675, dan CPIN Rp325.

Sebaliknya, harga saham BRAM  terkoreksi Rp240, LUCK Rp145, SSTM Rp118, ITMG Rp100, dan EXCL Rp90.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stagnan di level Rp13.693 per dolar AS pada 16.54.

5 dari 6 halaman

Virus Corona Mengganas, Pelemahan Indeks Syariah Terhempas

Dream - Kabar penyebaran virus corona (COVID-10) yang semakin mengganas menumbangkan pasar modal dunia termasuk bursa saham syariah Indonesia. Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dibuka menguat langsung tumbang di sesi penutupan Kamis, 13 Februari 2020.

Data baru korban terkonfirmasi virus corona ini membuat investor terkejut setelah sehari sebelumnya para pemodal cukup yakin dengan spekulasi berkurangnya infeksi virus dari Wuhan.

Dilaporkan jumlah korban terkonfirmasi virus corona hari ini mencapai 15 ribu orang. Ini merupakan angka tertinggi sejak virus tersebut pertama kali dicatat situs arcgis.com. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini terjun bebas 2,079 poin (1,22%) ke level 168,132. ISSI sempat dibuka flat di 170,212 saat sesi pra-pembukaan perdagangan. Awal yang kurang meyakinkan tersebut akhirnya terjawab saat ISSI langsung terperosok ke teritori merah saat sentimen pelemahan bursa dunia berdatangan. 

 

 Virus Corona Mengganas, Pelemahan Indeks Syariah Terhempas© Dream

 

ISSI yang hanya menguat ke level tertinggi di 170,432, akhirnya menghabiskan sisa perdagangan dengan tiarap di teritori merah. ISSI sempat terpental ke level terendah 167,650.

Tekanan lebih besar melanda saham-saham unggulan syariah. Dengan kecemasan pelaku pasar akan virus coronan, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terjun 10,376 poin (1,65%) ke level 617,417. 

Koreksi signifikan juga dialami Indeks JII70 yang terpangkas 3,295 poin (1,58%) ke level 206,960.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 41,127 poin (0,70%) ke level 5.871,954.

6 dari 6 halaman

Sektor Pertanian dan Industri Dasar Tiarap

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya menguat Rp1000, EMTK Rp600, INPS Rp120, CASS Rp113, dan FASW Rp100.

Sebaliknya, harga saham INTP melemah Rp650, AALI Rp550, MAPA Rp300, INPP Rp270, dan CMNP Rp250.

Investor melepas sahamnya, terutama di sektor pertanian, industri dasar, dan infrastruktur. Ini membuat indeks pertanian terkoreksi 2,73 persen, industri dasar 1,96 persen, dan infrastruktur 1,71 persen.

Lagi-lagi hanya indeks sektor keuangan menguat Rp0,06 persen.
 
Dari pasar uang, pada 16.27, kurs dolar AS menguat 8 poin (0,06%) ke level Rp13.682 per dolar AS.

Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak
Join Dream.co.id