5 Tips Mengubah Hobi Jadi Ladang Bisnis

Dinar | Jumat, 24 Januari 2020 09:36
5 Tips Mengubah Hobi Jadi Ladang Bisnis

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Tahukah kamu kalau hobi juga bisa menghasilkan cuan?

Dream - Kamu mungkin pernah mendengar saran untuk bekerja sesuai dengan hobi atau passion. Sayangnya tak semua orang memiliki keberuntungan yang sama. Ada orang yang terpaksa harus menjalani pekerjaan karena tuntutan pemasukan padahal profesi itu tak mereka sukai.

Orang yang bekerja atau membangun bisnis sesuai dengan hobi mereka juga tak sepenuhnya berjalan normal. Acapkali mereka tak yakin jika hobi yang digeluti bisa menghasilkan uang.

Sebenarnya ada banyak cara untuk menghasilkan uang dari hobi kita. Yang lebih menggembirakan lagi adalah kita bisa menjalaninya dengan hati senang.

Dikutip dari Liputan6.com yang melansir magforwoman, Jumat 24 Januari 2020, hal pertama harus dilakukan adalah mengajarkan hal yang disukai kepada orang lain. Ini adalah bentuk termudah untuk menghasilkan uang dari hobi. Misalnya, kamu punya keterampilan melukis, maka bisa membuka kelas melukis di rumah untuk anak-anak atau orang dewasa.

Kedua, menjual hasil kreasi. Tips ini tentu berkaitan dengan strategi menjual hobi kamu. Misalnya, kamu tahu cara merajut dengan sistem yang berbeda, tapi enggan mengajarkan kepada orang lain.

Nah, kamu bisa menjual produk rajutan secara online dan di toko. Tentu saja kamu perlu strategi bisnis, seperti penetapan harga produk, pemasaran, dan berhubungan dengan orang yang tepat untuk menjual produk ini.

Ketiga, memperluas wawasan. Gunakanlah pengetahuan apa pun untuk memperluas hobi. Misalnya, kalau suka fotografi, jangan berhenti untuk menyediakan layanan fotografi kepada orang-orang.

Menulis buku foto dan menerbitkannya, menjual foto secara online, membuat kaos dari foto. Pikirkan segala macam hal yang dapat dilakukan. Kaitkan dengan hobi untuk meningkatkan skala bisnis dan potensi penghasilan.

2 dari 5 halaman

Buat Orang Melihatmu!

Keempat, buatlah orang-orang memperhatikanmu. Kamu bisa menggunakan media sosial dan membuat halaman untuk bisnis. Gunakan nama yang menarik.

Aktif di blog dan saluran lain agar terhubung dengan orang yang berpikiran sama dan mempromosikan layananmu.

Yang membedakan hobi dari bisnis adalah kamu memerlukan lebih banyak pengakuan dan kontak yang lebih baik di bisnis yang terakhir. Jadi berusahalah untuk melakukan itu.

Kelima, serius. Kamu perlu mencurahkan lebih banyak waktu untuk ini daripada sebelumnya. Kami tidak bisa melakukannya paruh waktu. Butuh lebih banyak usaha yang dibutuhkan saat membangun bisnis daripada hobi semata.

Agar bisa berkembang, kamu harus melakukannya secara penuh cepat atau lambat. Kamu juga perlu bekerja keras untuk tetap berada di pasar. Begitu menjadi lebih profesiona dan berhenti menyebutnya sebagai hobi, kamu akan meningkatkan diri ke dunia dengan peluang yang sama sekali baru.

Di dunia ini tidak ada yang namanya kekurangan hobi. Setiap orang pun memiliki hobi yang beragam. Beberapa hobi muncul dari ketertarikan murni sejak masa kanak-kanak, sementara yang lain berkembang dari waktu ke waktu.

Ketika tumbuh dewasa, kamu menyadari bahwa ini adalah hal-hal yang benar-benar disukai. Jadi jika pekerjaan harian tidak membuat bahagia dan benar-benar ingin beralih melakukan sesuatu yang disukai, maka berikan kesempatan serius untuk hobi dan lihat apakah itu berhasil untukmu.

(Sumber: Liputan6.com/Helena Yupita)

3 dari 5 halaman

5 Alasan Bisnis Baju Bekas Layak Jadi Pertimbangan Rintis Usaha

Dream - Potensi bisnis di bidang fesyen tak terbatas pada pakaian baru. Pasar baju bekas juga sangat bekas. Selain harganya lebih murah, masyarakat semakin banyak yang sadar akan gaya hidup ramah lingkungan.

Dikutip dari Cek Aja, Rabu 15 Januari 2020, membeli baju baru terus-menerus memang tak baik untuk lingkungan. Industri fesyen, meski sudah berbenah, masih menjadi penyumbang polusi di dunia.

Kesadaran akan hidup berdampingan dengan alam membuat orang-orang mengurangi pembelian baju baru atau tak membeli baju sama sekali dan beralih ke baju bekas. Inilah alasan potensi bisnis baju bekas meningkat.

Salah satu bukti dari potensi bisnis baju bekas adalah kisah Sophia Amoruso, pendiri line fashion Nasty Gal. Memulai bisnis dengan membeli baju bekas dan menjualnya kembali, Sophia memberanikan diri menjualnya di eCommerce raksasa, eBay.

Kejeliannya dalam menemukan baju berkualitas membuat usahanya itu sukses sampai akhirnya ia mendirikan line fashion sendiri.

 

 5 Alasan Bisnis Baju Bekas Layak Jadi Pertimbangan Rintis Usaha © Dream

 

Jika ingin berbisnis, tak ada salahnya untuk berjualan baju bekas. Berikut ini adalah lima alasan yang bisa kamu pertimbangkan.

Pertama, harga murah. Salah satu alasan utama yang membuat potensi bisnis baju bekas meningkat adalah harga yang ramah kantong. Bukan lagi baju baru, harga beli dan jual baju bekas memang lebih murah.

Kamu juga akan mendapatkan diskon besar jika membeli baju bekas dalam jumlah banyak sekaligus. Dengan harga beli murah, kamu bisa menjualnya dengan keuntungan yang besar.

Jika cermat memilih barang dan berhasil menemukan barang yang bagus, kamu bisa menjualnya dengan harga berkali-kali lipat dari harga beli.

4 dari 5 halaman

Kualitas Bagus dan Stok Terbatas

Kedua, barang berkualitas bagus. Alasan lain yang membuat potensi bisnis baju bekas patut dipertimbangkan adalah barangnya yang berkualitas bagus.

Kebanyakan baju bekas yang masuk Indonesia adalah impor dari luar negeri dan di antaranya merupakan barang bermerek yang sudah tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Banyak juga yang masih dalam kondisi sangat bagus seperti baru.

Keterampilan memilih baju bekas pun diperlukan. Kamu juga harus memiliki bekal dalam hal kualitas bahan, pengetahuan tentang merek, dan model baju sehingga kamu bisa memilih barang bagus yang bisa dengan cepat dijual kembali.

Ketiga, stok terbatas. Tidak seperti baju baru yang biasanya diproduksi masal dalam jumlah banyak, stok baju bekas biasanya terbatas alias hanya ada satu saja tiap model. Hal ini menjadikan potensi bisnis baju bekas makin meningkat. Stok yang terbatas akan memacu orang untuk segera membelinya sebelum dibeli orang lain.

Apalagi kalau baju itu keluaran brand ternama yang sejak awal memang diproduksi terbatas. Barang-barang seperti ini bisa kamu jual dengan nilai yang lebih tinggi. Kamu bisa menggunakan nilai historisnya untuk berjualan, misalnya baju itu pernah dipamerkan dalam runway show pada tahun 90-an.

5 dari 5 halaman

Lebih Ramah Lingkungan dan Tren Vintage

Keempat, lebih ramah lingkungan. Makin banyaknya orang yang sadar akan kerusakan lingkungan membuat mereka mengubah gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan. Hal ini tentu sangat sesuai kalau kamu tertarik di bisnis fashion, tapi tidak ingin turut andil dalam kerusakan lingkungan.

Kamu juga bisa menggunakan pertimbangan ini untuk menyusun strategi marketing. Misalnya, kamu bisa menarget orang-orang yang paham akan masalah lingkungan dan peduli akan isu ramah lingkungan.

Kelima, tren vintage. Biasanya, baju bekas yang masuk adalah barang lama yang sudah tidak pernah dipakai lagi oleh pemiliknya. Oleh karena itu, biasanya modelnya adalah gaya jadul.

Namun, tren jadul bukan masalah. Justru semakin meningkatkan potensi bisnis baju bekas karena saat ini tren vintage makin digemari. Gaya jadul membuat orang-orang merasa bernostalgia ke masa lalu dan memberikan karakter tersendiri.

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id