5 Ribu Kantor Bank Tutup Karena Digitalisasi

Dinar | Minggu, 2 Mei 2021 14:12
5 Ribu Kantor Bank Tutup Karena Digitalisasi

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dalam lima tahun terakhir, digitalisasi memaksa ribuan kantor cabang bank tutup.

Dream - Perkembangan teknologi digital yang pesat turut berdampak kepada perbankan. Sejumlah bank terpaksa menutup kantor cabang akibat digitalisasi layanan

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Anung Herlianto, mengatakan tercatat 95 bank umum dengan total kantor cabang 27.927 unit per Maret 2021. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, ada 5 ribu kantor yang tutup karena digitalisasi.

" Jumlah kantor berkurang tanpa harus merasa kehilangan, apalagi bagi teman-teman milenial," kata Anung dalam pelatihan wartawan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu 1 Mei 2021.

Masyarakat kini begitu mudah mengakses layanan perbankan tanpa perlu datang ke kantor bank. Cukup dengan jaringan internet, layanan perbankan bisa digunakan dengan mudah.

" Jadi, tidak peduli lagi kantor hilang," kata Anung.

Menurut data OJK, total aset perbankan di Indonesia senilai Rp9.431,42 triliun. Rinciannya, bank umum Rp8.838,28 triliun, bank perkreditan rakyat (BPR) Rp154,97 triliun, dan Rp393,17 triliun bank syariah.

2 dari 6 halaman

Wapres Dorong Siapkan Infrastruktur dan Digitalisasi Ekonomi Syariah

Dream – Pemerintah mendorong pelaku industri keuangan syariah untuk mengembangkan digitalissi semaksimal mungkin. Upaya ini diharapkan bisa membantu ambisi pemerintah menjadi Indonesia sebagai pusat perekonomian syariah dunia.

Upaya memaksimalkan digitalisasi di industri keuangan syariah bisa dilakuka dengan menyiapkan segala sarana dan dukungan infrastruktur agar berjalan optimal.

“ Kita ingin bahwa di dalam masalah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, harus kita upayakan untuk membuat layanan digitalisasi, termasuk juga instrumen yang sekarang sudah bersifat elektrik, seperti uang elektronik. Ini sudah dikembangkan juga di sistem keuangan syariah,” kata Wakil Presiden, Ma’aruf Amin, dalam webinar “ Indonesia Data and Economic Conference 2021” dikutip dari wapresri.go.id, Kamis 25 Maret 2021.

Ma’ruf mengatakan sistem digitalisasi sudah dikembangkan oleh pelaku perbankan syariah termasuk lembaga-lembaga wakaf dan zakat. Bahkan penggunaan sistem digital ini turut dditopang oleh industri fintech dan e-commerce yang ada di Indonesia, seperti LinkAja, GO-PAY, Tokopedia dan Bukalapak.

“ Bahkan zakat, wakaf, semua sudah kita kembangkan, fatwanya sudah dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional, kebolehannya menggunakan Fintech,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Dorong Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Digalakkan

Meskipun mendorong digitalisasi ekonomi, Wapres berharap pelaku keuangan syariah tak lantas melupakan program literasi masyarakat terkait ekonomi syariah yang masih tertinggal.

“ Sebenarnya yang tertinggal adalah literasi masyarakat yang terus kita kampanyekan, kita sosialisasi, dan edukasi. Kita ingin menjadi negara yang mengembangkan teknologi digital ini. Infrastruktur sudah kita siapkan semuanya, sehingga memang ekonomi keuangan syariah tidak boleh tertinggal dalam hal ini,” kata dia.

Ma’ruf meyakini upaya pemerintah memajukan industri keuangan syariah dapat berjalan cepat jika ada dukungan dari perkembangan big data dan teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence).

“ Sejak komitmen pemerintah dituangkan dalam bentuk Perpres, kemudian kelembagaannya, sistem digitalisasi, dan dukungan dari berbagai kelembagaan, kita optimis sekali bahwa ini akan terjadi proses percepatan dalam pengembangannya,” kata dia.

4 dari 6 halaman

3 Tantangan Besar Saat Kembangkan Ekonomi Syariah,

Dream – Pemerintah terus mengembangkan beragam kebijakan strategis untuk mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi dan keuangan syariah serta ekonomi digital nasional. Ada tiga tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengembangkan dua sektor ini.

Dikutip dari wapresri.go.id, Jumat 12 Maret 2021, tantangan pertama adalah pengembangan halal value chain. Tantangan ini direspons pemerintah dengan pembentukan kawasan industri halal (KIH), penguatan industri dan UMKM berbasis syariah/halal melalui UU Cipta Kerja, pendirian Bank Syariah Indonesia (BSI), serta perluasan partisipasi masyarakat secara aktif dalam pengembangan ekonomi syariah.

 

 3 Tantangan Besar Saat Kembangkan Ekonomi Syariah,
© Dream

 

Wapres menyebut, ekosistem halal yang terintegrasi perlu dikembangkan untuk melahirkan industri halal yang efisien.

“ Untuk mendukung ini, pemerintah saat ini terus berupaya memperbanyak pembentukan KIH,” kata Ma’ruf saat meresmikan secara virtual pendirian SHAFIEC, yang bertepatan dengan momentum perayaan Isra Mikraj dan hari lahir keempat UNU Yogyakarta, secara virtual.

5 dari 6 halaman

Digitalisasi

Tantangan yang kedua adalah digitalisasi. Pemerintah terus menyediakan dukungan tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga dari sisi pengembangan infrastruktur untuk menguatkan platform ekonomi digital.

Pemerintah telah mengembangkan program konektivitas digital, seperti Palapa Ring, penyediaan kapasitas satelit multifungsi pemerintah (SATRIA), dan pembangunan menara BTS (Base Transceiver Station). Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun Strategi Nasional Ekonomi Digital.

Apalagi, imbuh Ma’ruf, pandemi telah mempercepat perubahan aktivitas ekonomi ke arah digital. Penjualan barang dan jasa serta aktivitas keuangan kini menggunakan platform digital.

“ Oleh karena itu, pengembangan digitalisasi menjadi keharusan dan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah tidak boleh tertinggal dari kemajuan teknologi digital ini,” kata Ma’ruf.

6 dari 6 halaman

SDM yang Andal Sangat Dibutuhkan

Yang terakhir adalah sumber daya manusia (SDM). Ma’ruf menekankan pentingnya peran kampus dalam melahirkan SDM andal di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Saat ini, Indonesia masih kekurangan SDM di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Pemenuhan kebutuhan ini baru dilakukan melalui beragam pelatihan. Dia juga meminta kurikulum disusun dengan menyesuaikan kebutuhan industri.

“ Ke depan, seiring ekonomi dan keuangan syariah yang terus berkembang, maka menciptakan SDM yang benar-benar ahli di bidang ini merupakan suatu kebutuhan,” kata dia.

Join Dream.co.id