5 Jurus Ibu Karier Tetap Akrab dengan Anak

Dinar | Senin, 22 Februari 2021 12:41

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pekerjaan tak membuat hubungan ibu dengan anak terganggu.

Dream – Bekerja setelah punya anak memang dilemma. Di satu sisi, bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Tapi, di sisi lain, berat juga meninggalkan buah hati.

Dikutip dari Cermati, Senin 22 Februari 2021, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Kamu memang harus pandai membagi waktu antara pekerjaan dan anak agar seimbang. Anak tak boleh terlantar dan harus tetap mendapatkan kasih sayang yang cukup.

Namun, tak jarang ibu terlalu sibuk bekerja dan sampai mengabaikan anak. Nah, kondisi ini bisa membuat hubungan sang anak menjadi renggang, bahkan canggung.

Lalu, bagaimana caranya agar ibu yang bekerja, tetap bisa akrab dengan anak?

Pertama, memasak dan membuat bekal makanan. Meskipun punya kesibukan bekerja, usahakan tetap memasak di rumah sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada keluarga.

Terutama untuk Si Kecil, kamu bisa membuatkan bekal untuk makan siap di sekolah, termasuk menyiapkan perlengkapan sekolahnya.

Hidangkan makanan di meja makan, sehingga ketika suami dan anak bangun dari tidurnya, sarapan sudah tersedia. Selalu sempatkan untuk sarapan bersama di meja makan. Dengan begitu, hubungan kamu dengan anak akan tetap terjaga.

5 Jurus Ibu Karier Tetap Akrab dengan Anak
Ibu Yang Bekerja Tetap Bisa Membina Hubungan Yang Akrab Dengan Sang Anak.(Foto: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Tetap Komunikasi dan Maksimalkan Waktu

Kedua, usahakan menelepon anak saat di kantor. Kamu dan anak memang berjauhan karena aktivitas pekerjaan. Tapi, itu bukan menjadi penghalang untuk tetap dekat dengan anak.

Usahakan selalu menghubungi anak ketika di kantor, seperti di jam istirahat. Manfaatkan layanan video call agar bisa mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh anak, selain untuk mengobati kerinduan.

Tanyakan kabarnya sedang apa atau bekalnya sudah dimakan atau belum. Percakapan yang singkat bisa menjadi berharga bagi anak. Anak akan merasa diperhatikan walaupun bekerja.

Ketiga, maksimalkan waktu bersama anak. Saat pulang bekerja, tinggalkan aktivitas yang menyangkut pekerjaan. Jangan bawa pekerjaan ke rumah.

Maksimalkan momen bersama anak. Seperti, membantu mengerjakan PR sekolah, menemaninya bermain, dan makan malam bersama. Anak membutuhkan kehadiran untuk menemaninya di sisa waktu hari.

3 dari 3 halaman

Family Time dan Hadir di Acara Sekolah

Keempat, family time saat hari libur. Saat tiba waktunya weekend, atur waktu untuk familiy time. Bisa pergi ke tempat rekreasi, ataupun di rumah aja sambil melakukan aktivitas seru dan menyenangkan, seperti bermain monopoli, nonton film, berkebun, memasak, dan lainnya.

Jadikan waktu libur ini berkualitas bersama keluarga. Matikan ponsel dan laptop agar tidak ada gangguan pekerjaan. Oleh karena itu, sebisa mungkin selalu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kamu dengan cepat agar tidak menyita hari libur.

Sesekali ajak anak untuk berlibur ke luar kota, seperti Bandung, Yogyakarta, atau Bali ketika liburan sekolah. Kalau ada bujet lebih, bisa juga ke luar negeri. Kamu dapat mengambil cuti cukup panjang guna merealisasikannya.

Kelima, menyempatkan datang ke sekolah. Ada kalanya anak punya acara sekolah yang harus melibatkan orangtua. Misalnya rapat wali murid, pengambilan rapor, pentas seni, study tour, perlombaan, atau acara sekolah lainnya.

Dalam hal ini, sempatkanlah untuk datang jika ada undangan dari sekolah. Jangan suruh orang lain menggantikan peran ini agar anak merasa bahagia.

Kehadiran orangtua juga bisa memberi energi positif dan motivasi anak untuk melakukan yang terbaik, seperti saat tampil di acara pentas seni sekolah. Anak pasti bangga bila orangtuanya ikut menonton.

Join Dream.co.id