4 Industri Digital Andalan Ekonomi Indonesia Masa Depan

Dinar | Jumat, 12 April 2019 12:40
4 Industri Digital Andalan Ekonomi Indonesia Masa Depan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Apa sajakah itu?

Dream – Kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama generasi milenial, akan akses internet semakin meningkat.

Ada empat industri yang berpotensi besar untuk menyumbang perekonomian Indonesia melalui ekonomi digital. Keempat industri itu adalah pendidikan digital, musik, video, dan gaming,

Direktur Digital and Strategic Portfolio PT Telkom Tbk (Persero) dan Chief Strategy Officer (CSO) TelkomGroup, David Bangun, mengatakan hal ini berdasarkan atas riset Google dan Temasek. 

Riset itu menyatakan, ekonomi digital Indonesia diprediksi tumbuh empat kali lipat pada 2025. Saat itu, ekonomi digital diprediksi mencapai US$100 miliar (Rp1.448 triliun).

Pada 2018, data itu juga menyebu nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai 2,9 persen dari GDP. Tak cuma itu, riset Google dan Temasek menyebut nilai ekonomi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar ketiga di ASEAN setelah Singapura sebesar 3,3 persen dan Vietnam sebesar 4 persen.

“ Ini artinya, Indonesia sedang menghadapi potensi pertumbuhan ekonomi yang luar biasa sekali,” kata David dalam “ Telkom Digisummit 2019” di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 12 April 2019.

Perusahaan pelat merah ini juga mengoptimalkan beberapa aset dan kapabilitas, seperti big data dan jangkauan jaringan dan operasional yang bisa mendorong terbentuknya user experience terbaik dalam menikmati layanan-layanan digital. Infrastruktur pendukung untuk melayani kebutuhan pasar juga mulai dipersiapkan.

Di samping infrastruktur, Telkom juga mengoptimalkan beberapa asset dan kapabilitasnya seperti big data dan jangkauan jaringan dan operasional yang bisa mendorong terbentuknya “ user experience” terbaik dalam menikmati layanan-layanan digital,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Usung Tema Digital Edutainment untuk Digital Indonesia

BUMN ini kembali menggela konferensi tahunan Telkom Digisummit 2019.

Gelaran yang mengusung tema “ Embracing Digital Edutainment for Digital Indonesia” ini, menyajikan produk-produk digital Telkom yang fokus pada inovasi untuk membangun ekosistem digital, serta berbagai inisiatif perusahaan dalam melihat peluang bisnis di industri pendidikan digital, game, video, dan musik.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintahan, swasta, fintech, e-commece, komunitas, sampai akademisi.

Selain diskusi panel yang menghadirkan berbagai pembicara seperti Hari Sungkari dari Bekraf, Rene Suhardono dan Dian Sastrowardoyo, Telkom Digisummit tahun ini menjadi lebih semarak dengan peluncuran empat layanan dan inisiatif digital. 

Keempatnya yakni Oolean (dalam inisiatif pengembangan industri game), gameQoo (on demand gaming platform yang menggunakan teknologi cloud gaming), OONA Max Stream (OONA TV yang diintegrasikan ke dalam platform Max Stream) dan OONA IndiHome (OONA TV yang diintegrasikan ke dalam platform Indihome berbasis android TV).

David mengatakan talent yang berkemampuan mumpuni diperlukan untuk mengantisipasi perubahan lifestyle yang semakin mengarah ke digital.

Maka itu, dia menambahkan tema edukasi selain entertainment dengan menghadirkan tema Digital Edutainment untuk menunjukkan komitmen perusahaan, dalam menyediakan layanan digital yang memberi experience terbaik dan menjadikan Telkom Group sebagai Digital Experience Champion.

“ Di samping itu juga untuk mendorong industri digital entertainment, agar bisa bersaing dengan pemain global khususnya di pasar Indonesia,” tutur David.

Pihaknya juga melihat pengaruh industri 4.0 dalam merevolusi cara distribusi setiap produk.

Dari sisi pendidikan, ramai dibahas tentang education 4.0, konten video bisa dilihat dari sisi model distribusi konten dan proses pembuatannya.

Untuk musik, bidang yang satu ini akan diulas potensi model bisnis dan peluang e-concert. Untuk strategi akan dibahas agar pemain games lokal bisa punya market share yang lebih besar.

“ Telkom bisa melihat pengaruh industri 4.0 dalam merevolusi cara distribusi setiap produk,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Umumkan Pemenang Democracy of Centennial (DOC) 2045

Salah satu agenda penting lainnya dalam Telkom Digisummit 2019 adalah pengumuman pemenang gerakan Democracy of Centennial (DOC) 2045 yang diberikan oleh Joddy Hernady, EVP Digital and Next Business Telkom.

Setelah melalui proses pengumpulan ide pada bulan November 2017 sampai dengan Maret 2018, ajang DOC 2045 sudah memilih 36 ide dari 5.000 ide yang terkumpul.

Hari ini perusahaan akan mengumumkan pemenang dari 10 finalis yang berasal dari kota Bandung, Jakarta dan Yogyakarta.

DOC atau Democracy of Centennial adalah inisiatif Telkom mewujudkan demokrasi baru dalam menciptakan gagasan/ide baru yang relevan bagi centennial.

“ Kami mengundang gagasan-gagasan dari para centennial untuk membuat film/video, dengan membayangkan Indonesia di Tahun 2045 yaitu saat Indonesia mencapai 1 abad/100 tahun. Sepuluh gagasan/ide paling unik akan kami kemas dalam suatu cerita untuk pembuatan Film 100 tahun Indonesia merdeka nantinya,” tutup Joddy.

Gerakan yang ditujukan untuk generasi centennial dan millenial ini merupakan komitmen Telkom untuk memupuk minat generasi muda dalam mengembangkan ide-ide kreatifnya dan mengembangkan cara baru dalam membuat video atau film.

DOC 2045 mengelompokkan ide kreatif tersebut ke dalam beberapa kategori seperti Ide Cerita, Art Work / Future Design, Musik, Fotografi, Fashion Design, Animasi, Karakter dan lainnya. (ism)

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id