3 Kiat Bisnis Nona Rara Batik Tumbuh Selama Pandemi Covid-19

Dinar | Minggu, 29 November 2020 08:00
3 Kiat Bisnis Nona Rara Batik Tumbuh Selama Pandemi Covid-19

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pandemi Covid-19 turut menekan industri batik di Indonesia, tapi brand itu bisa bertahan, bahkan tumbuh di tengah situasi ini.

Dream – Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan kepada UKM, termasuk industri batik. Industri ini turun drastis selama delapan bulan terakhir.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI), Komarudin Kudiya, tidak sedikit pengrajin dan pengusaha batik yang tutup dan harus beralih profesi.

Namun, ini sedikit berbeda dengan Nona Rara Batik. Brand fashion ini mendorong budaya batik Indonesia ke pasar dengan mengadaptasi model jahitan yang kekinian dan terjangkau. Nona Rara Batik ini mencatat rekor tertinggi pada kampanye 11.11 dalam penjualan sehari. Kenaikan penjualannya 15 kali dibandingkan hari biasanya.

Founder Nona Rara Batik, Pipiet Noor, berbagi strategi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pertama, pengusaha harus cepat beradaptasi. Kondisi pandemi Covid-19 membuat Nona Rara Batik mengubah strategi penjualannya dengan menekan pengeluaran, menutup semua offline store dan mulai fokus memasarkan pakaiannya melalui online dan beberapa marketplace di Indonesia. Brand ini juga mengidentifikasi sejak awal permintaan pasar yang tinggi untuk kebutuhan masker dan mulai mengembangkan masker kain batik.

“ Kami memaksimalkan source material yang sudah dimiliki untuk menekan pengeluaran,” kata Pipiet dikutip dari keterangan tertulis Hypefast, Jumat 27 November 2020.

Dia mengatakan, Nona Rara Batik mulai berjualan masker kain pada awal pandemi. Ini jauh sebelum ada imbauan dari pemerintah. “ Ini menyelamatkan cash flow Nona Rara Batik pada awal pandemi,” kata Pipiet.

2 dari 3 halaman

Kampanye Online

Tidak hanya menaruh fokus penuh ke kanal online, Nona Rara Batik juga ikut menginisiasi dan berpartisipasi dalam beberapa kampanye belanja online. Pada 2 Oktober lalu, menunjukkan kreativitas dan eksistensinya dengan menyelenggarakan Kampanye Festival Belanja Batik yang diadakan secara online.

Di acara ini, Pipiet menunjukkan beragam koleksi yang diproduksi langsung oleh perajin daerah. Bahannya pun dipilih yang cocok untuk beraktivitas sehari-hari. Festival Belanja Batik membawa pertumbuhan transaksi sebanyak 12 kali dibandingkan dengan hari biasanya.

“ Ini pastinya memotivasi kita pengusaha brand-brand lokal yang menjual produk khas tradisional Indonesia untuk terus berinovasi dan tumbuh karena ternyata batik Indonesia itu banyak banget peminatnya. Berjualan online ini juga membantu kita untuk memasarkan produk-produk Nona Rara Batik ke berbagai daerah,” kata Pipiet.

Selain itu, pada tanggal 11 November 2020 lalu ikut berpartisipasi dalam kampanye belanja online 11.11 yang diadakan oleh beberapa marketplace di Indonesia dan mencatat peningkatan transaksi 15 kali lipat dari hari biasanya.

3 dari 3 halaman

Bermitra dengan Hypefast

Yang ke tiga, Nona Rara Batik bermitra dengan startup. Pada bulan Agustus, Nona Rara Batik juga resmi bermitra dengan Hypefast, sebuah perusahaan rintisan yang didirikan oleh mantan Chief Marketing Office (CMO) Lazada Indonesia, Achmad Alkatiri.

Hypefast bermitra dengan brand online di Indonesia dengan cara memberikan suntikan dana segar sebagai investasi langsung dan membantu pertumbuhan bisnis dengan tim retail lengkap yang dimilikinya.

“ Kami ingin mendorong Nona Rara Batik untuk bisa sampai ke pelosok negeri melalui online dan bahkan hingga ekspansi bisnis ke beberapa negara tetangga,” kata Achmad.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.  

Join Dream.co.id