3 Jenis Sistem Perbankan Syariah di Dunia, Indonesia Pakai yang Mana?

Dinar | Jumat, 22 November 2019 18:45
3 Jenis Sistem Perbankan Syariah di Dunia, Indonesia Pakai yang Mana?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Tren perbankan syariah juga berkembang di negara maju seperti AS dan Inggris.

Dream - Sistem perbankan syariah perlahan-lahan mulai banyak digemari di masyarakat sejumlah negara. Bahkan di negara minoritas muslim, sistem perbankan yang mengedepankan prinsp syariah ini semakin berkembang.

Deputy I Head of Syariah Banking CIMB Niaga, Rusdi Dahardin, menjelaskan ada tiga jenis sistem perbankan syariah yang digunakan oleh sejumlah negara di dunia. Ketiganya yaitu pure Islamic finance, dual banking leverage, dan parallel banking.

" Kalau pure Islamic banking itu cuma ekonomi syariah yang digunakan," kata Rusdi dalam acara " Media Training and Gathering tentang Perbankan Syariah" di Bogor, Jawa Barat, Jumat 22 November 2019.

Negara-negara yang menerapkan sistem ini, kata Rusdi, seperti Irak, Sudan, dan Pakistan. " Pakistan kini sudah tak lagi menggunakan sistem ini," kata dia.

Sistem kedua yaitu dual banking leverage. Sistem ini menggabungkan perbankan konvensional dan syariah. Negara yang menerapkan sistem ini yaitu di Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam.

" Di sistem ini, ada Undang-Undang yang mengatur tentang keuangan syariah," kata Rusdi.

Sedangkan sistem ketiga yaitu parallel banking. Sistem ini digunakan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Kuwait, Arab Saudi serta Pakistan yang menerapkannya sejak 1960.

" Apa bedanya sama dual banking leverage? Kalau parallel banking system, nggak ada aturan khusus, bergerak aja sesuai dengan maunya masyarakat," kata dia.

2 dari 6 halaman

CIMB Niaga Syariah Getol Dekati Pebisnis Halal

Dream - CIMB Niaga Syariah membidik potensi bisnis industri halal melalui penetrasi ke berbagai segmen nasabah berbasis komunitas. Berbagai komunitas yang dijajaki adalah halal tour and travel, sekolah Islam, halal lifestyle, rumah sakit Islam, sampai filantropi.

" Kami melihat potensi pasar industri halal di Indonesia sangat besar, namun perbankan Syariah belum menggarapnya dengan maksimal," kata Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, dalam acara Media Training and Gathering tentang Perbankan Syariah di Bogor, Jawa Barat, Kamis 21 November 2019.

Untuk mencapai target tersebut, kata Pandji, ada sejumlah langkah yang dijalankan. Seperti menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada beberapa bulan yang lalu.

Lewat kerja sama tersebut, CIMB Niaga Syariah siap terlibat dalam sosialisasi sertifikat halal dari BPJPH.

" Selain memenuhi ketentuan regulasi dari pemerintah, sertifikat halal juga dapat meningkatkan nilai tambah produk dan kepercayaan masyarakat," kata dia.

Selain itu, lanjut Pandji, pihaknya juga mengembangkan digital banking. Cara ini dijalankan agar bisa menggaet nasabah dari industri halal.

Fitur yang tersedia tidak jauh berbeda dengan bank konvensional. Ini agar nasabah bisa juga menikmati fasilitas yang ditawarkan di bank syariah.

" Jangan sampai nasabah yang biasa mendapatkan SLA (service level agreement) bagus, di syariah malah nggak kebagian," kata dia.(Sah)

3 dari 6 halaman

Kaji Green Sukuk, CIMB Niaga Syariah Ingin Jadi Green Islamic Bank Pertama RI

Dream - CIMB Niaga Syariah berencana menerbitkan sukuk hijau tahun depan. Unit usaha syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk ini menargetkan menjadi " bank syariah hijau" pertama di Tanah Air.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, mengatakan perusahaan tahun akan menerbitkan sukuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) 3 senilai Rp1 triliun. Selain itu, unit syariah ini akan menerbitkan sukuk hijau.

Sekadar infromasi, green sukuk digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

" Tahun 2020 rencananya kami akan menerbitkan sukuk lagi. Kami maunya green sukuk," kata Pandji dalam acara Media Training and Gathering tentang Perbankan Syariah di Bogor, Jawa Barat, Kamis 21 November 2019.

Jika sudah lepas dari induk dan berdiri sebagai bank utuh (spin off), Pandji ingin CIMB Niaga Syariah menjadi bank syariah hijau (green Islamic bank) pertama di Indonesia.

Untuk itulah pihaknya pelan-pelan memperkenalkan masyarakat tentang " bank hijau" melalui green sukuk. " Misalnya, memperkenalkan pembiayaan yang bersifat 'green'," kata dia.

4 dari 6 halaman

Masih Dimatangkan

Pandji mengatakan green sukuk ini masih dalam proses pembahasan dengan lembaga keuangan internasional. Dia juga belum bisa mengungkap nilai sukuk hijau yang akan dirilis tahun depan.

Selain itu, sukuk hijau ini juga masih diproses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pandji mengatakan rencananya sukuk hijau ini dijual kepada investor dalam negeri.

" Kalau terima jawaban cepat (dari OJK), bisa (diterbitkan) kuartal II atau III. Sementara untuk dalam negeri," kata dia.

5 dari 6 halaman

Sukuk Hijau Ritel Pertama Dunia Meluncur di Indonesia

Dream – Kementerian Keuangan merilis sukuk hijau ritel (green sukuk retail), Sukuk Tabungan Seri 006 (ST 006). Instrumen keuangan syariah ini merupakan sukuk hijau ritel pertama di dunia untuk Surat Berharga Negara Syariah (SBSN).

Dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Jumat 1 November 2019, ST006 merupakan jenis sukuk hijau ritel (green sukuk retail) yang digunakan untuk membiayai proyek-proyek terkait lingkungan.

Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mengatakan penerbitan obligasi syariah ini bertujuan untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Luky memastikan sukuk ini sudah mengantongi label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“ Green maksudnya komitmen pemerintah membangun proyek-proyek yang bersifat berkelanjutan dan hijau,” kata dia di Jakarta.

Luky mengatakan sukuk hijau ritel juga bisa memperdalam pasar keuangan syariah Indonesia.

6 dari 6 halaman

Investasi Mulai dari Rp1 Juta

Penempatan investasi pada ST006 sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 miliar per orang dengan tenor 2 tahun.

Imbal hasil kupon 6,75 persen floating with floor mengikuti BI 7 days reverse repo rate pada saat penetapan sebesar 5 persen di tambah spread yang ditetapkan sebesar 175 bps di periode pertama 10 Januari 2020 dan tanggal 10 Februari 2020.

Masa penawaran ST006 dibuka mulai tanggal 1 November 2019 pukul 09.00 WIB hingga 21 November 2019 pukul 10.00 WIB. ST006 akan jatuh tempo tanggal 10 November 2021.

Lanjut Luky, masyarakat yang berminat untuk investasi di sukuk ini, bisa mengakses laman Sukuk Tabungan di www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan. “ Atau, menghubungi 23 mitra distribusi (midis) melalui sistem elektronik (layanan online) e-SBN,” kata dia. 

Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik
Join Dream.co.id