1.000 Karyawan di Bogor Dirumahkan, Tanpa Gaji

Dinar | Kamis, 9 April 2020 17:33
1.000 Karyawan di Bogor Dirumahkan, Tanpa Gaji

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Bahkan, 20 orang dipecat

Dream – Pandemi virus corona atau covid-19 tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi membuat beberapa kalangan orang kehilangan pekerjaannya.

Kebijakan ini perlu dilakukan karena pihak perusahaan harus memberhentikan sementara usahanya akibat virus corona.

Kota Bogor sendiri, tercatat ada sekitar 1.000 orang pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan tanpa mendapat gaji. Para pekerja ini berasal dari lima perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bogor, Elia Buntang, mengatakan dari 1.020 karyawan, sebanyak 1.000 orang telah dirumahkan dan 20 lainnya diberikan kebijakan PHK.

" Data ini per tanggal 4 Maret, sumbernya dari 5 perusahaan. Terkait hal ini yang sudah disampaikan ke provinsi," kata Elia, dikutip dari Liputan6.com.

Elia meminta untuk para karyawan yang terkena PHK atau dirumahkan tanpa gaji akibat covid-19, diminta untuk melapor ke dinas terkait dan mengisi biodata online.

2 dari 6 halaman

Data Akan Diverifikasi

Bagi yang sudah melakukan pengisian data secara online, pemerintah akan memverifikasi data untuk memberikan insentif melalu program Kartu Prakerja bagi pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan.

" Pendataan kita buka secara online rencananya sampai tanggal 8 April, tetapi kemungkinan besar diperpanjang hingga 11 April. Setelah mendaftar secara online, nanti diverifikasi oleh pihak provinsi," jelas Elia.

Jawa Barat akan menerima kuota Kartu Prakerja sekitar 900 ribu. Namun ia belum dapat memastikan berapa banyak kuota yang diberikan untuk Kota Bogor.

" Mudah-mudahan dari jumlah itu, pengajuan untuk di Kota Bogor terpenuhi secara maksimal," kata Elia.

3 dari 6 halaman

Pengakuan Karyawan yang Tak Digaji

Alif Rifaldi adalah salah satu karyawan yang dirumahkan tanpa digaji oleh perusahaan tempat dia bekerja. Dia dirumahkan sejak tanggal 16 Maret.

Selama dirumahkan akibat pandemi corona, Alif mengaku tidak mendapat gaji dari pihak perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan itu.

" Selama enggak kerja enggak dibayar. Saat terakhir kerja cuma dikasih sembako masing-masing seberat seperempat kg. Ke depannya belum tahu bakal dipekerjakan lagi atau tidak," ujar Alif.

(Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno)

4 dari 6 halaman

Perusahaan Ini Pecat 3 Ribu Karyawan via Teleconference

Dream – Setelah menutup toko-tokonya di Amerika Serikat bulan lalu, Sephora merumahkan lebih dari 3 ribu karyawannya yang bekerja dalam jangka waktu pendek dan jam kerja terbatas. Hal ini diumumkan oleh perusahaan di situsnya.

Dikutip dari Business Insider, Senin 6 April 2020, Sephora mempekerjakan hampir 13 ribu karyawan toko di Amerika Serikat.

Presiden dan CEO Sephora, Jean Andre Rougeot, menyebut ada lebih dari 9 ribu karyawan toko yang tetap bekerja di Negeri Paman Sam. Mereka akan dibayar berdasarkan jam kerja rata-rata.

 

 Perusahaan Ini Pecat 3 Ribu Karyawan via Teleconference© Dream

 

Ribuan karyawan ini juga akan menerima manfaat kesehatan yang ada hingga akhir Mei 2020 atau sampai toko dibuka kembali.

“ Di Amerika Serikat, kami membuat keputusan sulit untuk melepaskan sebagian dari karyawan paruh waktu dan musiman. Kami percaya tindakan ini dilakukan bersama-sama akan mendukung kesehatan jangka panjang dari bisnis kami, melindungi karyawan, dan kemampuan untuk membuka kembali toko ketika saatnya tiba,” kata Rougeot.

5 dari 6 halaman

Dipecat Via Conference Call

Salah seorang karyawan yang terkena PHK, Brittney Coorpender, mengatakan dia mendapatkan pemecatan melalui call conference. Sekadar informasi, Coorpender bekerja sebagai konsultan perawatan kulit di Sephora California.

Wanita yang bekerja 1,5 tahun ini mendapatkan penilaian dari manajer distrik, lalu mendapatkan conference call sekitar 10 menit. Dikabarkan, ada ribuan karyawang dipecat.

“ Kamu bisa mendengar semua orang benar-benar menangis. Saya menutup telepon begitu mendengar ada yang orang yang menangis. Saya tak bisa menerimanya. Saya sendiri menangis,” kata dia.

Pengalaman ini dibagikan di Twitter. Cuitan Coorpender mendapatkan 7 ribu cuitan dalam kurun waktu 24 jam.

6 dari 6 halaman

Dapat Pesangon

Sephora menyebut karyawan yang dipecat mendapatkan pesangon dan diberikan dukungan, termasuk koordinasi dengan perusahaan yang menyediakan layanan penting dan yang sedang membuka lowongan.

" Semua telah ditawarkan pesangon dan diberikan sumber daya dukungan, termasuk koordinasi dengan perusahaan yang menyediakan layanan penting dan mungkin sedang merekrut saat ini," kata Sephora dalam sebuah pernyataan.

" Ini adalah harapan tulus kami bahwa kami dapat membawa karyawan ini kembali menjadi staf dalam waktu dekat.”

Rougeot mengumumkan dalam email kepada pembeli pada 16 Maret bahwa perusahaan akan menutup semua tokonya di AS dan Kanada hingga 3 April.

Pada saat itu, Rougeot menulis bahwa semua karyawan akan " terus menerima gaji pokok mereka untuk shift yang dijadwalkan."

Join Dream.co.id