Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Makan di Restoran Ini

Culinary | Kamis, 29 Juli 2021 11:12

Reporter : Mutia Nugraheni

Pengunjung atau pelanggan yang ingin masuk dan menyantap makanan di restoran Argosy wajib menunjukkan bukti vaksin.

Dream – Kasus Covid-19 di Amerika Serikat (AS) sedang kembali melonjak dan sebagian besar menyerang masyarakat yang belum divaksin. Pasalnya, hanya setengah dari seluruh populasi AS yang sudah menjalani vaksin.

Minat warga negara tersebut untuk vaksin terus menurun, ditambah dengan masuk Covid-19 varian delta sehingga penularan kembali tinggi. Demi meningkatkan kesadaran untuk vaksin Covid-19 dan menjaga kesehatan staf serta pelanggannya, Argosy, sebuah restoran di Atlanta menerapkan kebijakan wajib vaksin.

Pengunjung atau pelanggan yang ingin masuk dan menyantap makanan di restoran Argosy wajib menunjukkan bukti vaksin Covid-19. Hal ini juga sebagai tindak lanjut karena dua staf mereka terdeteksi Covid-19 dan tak mau hal tersebut kembali terulang pada staf lain dan pelanggan yang datang.

" Setelah adanya beberapa kasus positif Covid minggu lalu, kami memutuskan bahwa kesehatan karyawan dan pelanggan harus diprioritaskan. Sebelum kamu divaksinasi, tolong jangan masuk ke tempat kami. Jika kamu sudah divaksinasi lengkap, selamat datang! Kami sangat bersemangat untuk melayanimu," tulis pengumuman Argosy di pintu depan restoran dan akun Instagramnya.

 Argosy
© Argosy

Foto: Instagram Argosy

 

Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Makan di Restoran Ini
Restoran
2 dari 5 halaman

Armando Celentano, pemilik restoran, mengatakan kepada The Atlanta Journal-Constitution bahwa dirinya dan tiga bartender telah divaksinasi setelah mereka sembuh dari Covid-19. Sebanyak 36 karyawan juga telah divaksinasi kecuali satu dengan pengecualian medis.

“ Sisanya dites dan semuanya kembali negatif,” ujar Celentano.

Celentano mengatakan bahwa pelanggan diminta untuk membawa bukti vaksinasi dan menunjukkannya kepada karyawan. Saat ini, restoran Argosy mengharuskan karyawan dan pelanggan untuk memakai masker medis. Celentano menambahkan, kebijakan tersebut dapat berubah jika situasi dan kondisi.

“ Kami ingin pelanggan bersenang-senang, tetapi tidak menyebarkan virus kepada karyawan. Semoga ini bukan kebijakan jangka panjang dan menjadi tindakan paling efektif untuk membuat kekebalan di kelompok karyawan," ungkap Celentano.

Laporan: Angela Irena Mihardja/ Sumber: WebMD

3 dari 5 halaman

Pemilik Resto Jual Burger Rp85 Juta Saat Pandemi, Ada yang Beli!

Dream - Dalam situasi pandemi seperti sekarang menjual makanan super mahal mungkin tak terpikirkan oleh banyak pemilik industri kuliner. Robbert Jan de Veen, salah satu pemilik restoran di Belanda, justru sengaja membuat burger mahal.

Veen membuat burger yang diberi nama Golden Boy. Ia menjualnya seharga 5.000 Euro atau Rp86 juta. Bukan untuk menebalkan kantong pribadi, Veen ternyata menjual burger tersebut untuk amal.

 Pemilik Resto Jual Burger Rp85 Juta Saat Pandemi, Ada yang Beli!
© MEN

Tak disangka, ada yang membelinya, yaitu konglomerat Belanda yang disembunyikan identitasnya. Golden Boy sendiri dimakan oleh Rober Willemse, Ketua Asosiasi Makanan dan Minuman Kerajaan Belanda.

Burger semahal itu, banyak yang penasaran dengan bahan pembuat dan rasanya. Untuk membuat Golden Boy, digunakan daging sapi Wagyu Jepang, kaviar Beluga, kepiting raja Alaska, dan truffle putih, sementara rotinya dilapisi daun emas yang bisa dimakan.

 

4 dari 5 halaman

Veen menyumbangkan hasil penjualan ke organisasi non-profit yang membantu bank makanan di Belanda. Sumbangan senilai Rp86 juta itu untuk membantu badan amal membeli hampir 1.000 paket makanan untuk orang yang membutuhkan.

" Restoran tutup dan tidak ada kompetisi makanan karena pandemi. Meskipun layanan takeaway makanan kami aktif, saya merasa tertekan. Saya merasa tidak enak melihat penderitaan massa dan situasi suram industri restoran," kata Veen pemilik restoran De Daltons di provinsi Gelderland, Belanda.

" Oleh karena itu, saya memutuskan untuk membuat burger termahal di dunia dan menyumbangkan seluruh pendapatan untuk amal untuk berbuat baik bagi masyarakat."

 

5 dari 5 halaman

Veen meneliti arsip dari Guinness World Records dan menemukan bahwa rekor saat ini untuk burger paling mahal ditetapkan pada 2011 oleh sebuah restoran di Oregon, di AS. Burger itu berharga 4.200 Euro atau Rp72 juta dan beratnya 35,4 kg.

 Burger
© Shutterstock

" Itu jelas bukan untuk satu orang. Jadi, saya pikir saya bisa melakukan yang lebih baik dari itu. Itu benar-benar sebuah tantangan untuk membuat hidangan mahal untuk satu orang,” kata Veen.

Butuh lebih dari lima bulan untuk menyiapkan bahan dan bereksperimen dengan berbagai resep. Pada hari terakhir, dia membutuhkan waktu hampir sembilan jam untuk menyiapkan burger yang dinamakan Golden Boy.

Laporan Komarudin/ Sumber: Liputan6.com

Join Dream.co.id