Unik, Ada Restoran 'Nangkring' Bekas Menara Televisi

Culinary | Selasa, 13 April 2021 11:12
Unik, Ada Restoran 'Nangkring' Bekas Menara Televisi

Reporter : Mutia Nugraheni

Seperti apa isinya?

Dream – Melihat bangunan tinggi di atas area pelabuhan, mungkin banyak yang berpikir merupakan menara pemantau. Ternyata jika dilihat dari dekat, merupakan restoran yang sebelumnya merupakan tower penyiaran bersejarah dalam pertelevisian Belanda.

Restoran yang dikenal dengan REM Eiland berlokasi pelabuhan Houthaven, Amsterdam. Menara berwarna merah putih setinggi 24,3 meter ini awalnya merupakan stasiun radio dan TV di North Sea.

Stasiun radio dan TV tersebut merupakan televisi komersial pertama Belanda karena hingga 1964 hanya ada televisi yang disponsori oleh pemerintah Belanda. Setelah itu pemerintah Belanda menggunakan menara tersebut sebagai lokasi untuk mengukur suhu laut dan kadar garam hingga 2006.

 REM Eiland
© Sam O Brien/ Atlas Obscura

Foto: Sam O Brien via Atlas Obscura

 

2 dari 4 halaman

Setelahnya REM Eiland seperti akan menghilang dan tidak terpakai. Rupanya, si pemilik baru merenovasi keseluruhan menara dan mengubahnya menjadi restoran. Tempat ini jadi restoran unik dan cukup diminati.

 REM Eiland
© Sam O Brien/ Atlas Obscura

Foto: Sam O Brien via Atlas Obscura

Menu andalan yang sering disajikan adalah tournedos dengan isian potongan daging sapi, ikan kakap, dan sandwich dengan isian mulai dari makarel kukus hingga telur dan gouda. Pengalaman yang tak terlupakan adalah pemandangan sungai IJ dan kota di sekitarnya. Bisa menyantap hidangan lezat sambil memanjakan mata.

Laporan Josephine Widya/ Sumber: Atlas Obscura

3 dari 4 halaman

Sedih, Restoran Berusia 231 Tahun Terpaksa Tutup karena Pandemi

Dream - Sudah hampir satu tahun virus Covid-19 melanda seluruh negara. Efeknya sangat berdampak pada bisnis kuliner, terutama restoran lawas yang menyajikan hidangan klasik.

Sebuah kabar menyedihkan datang dari Jepang. Kawajin, restoran klasik yang sudah ada sejak zaman Edo berusia 231 tahun ditutup. Hal ini karena restoran yang berlokasi di distrik Shibamata Tokyo itu kehilangan pelanggannya.

 Sedih, Restoran Berusia 231 Tahun Terpaksa Tutup karena Pandemi
© Dream

Didirikan pada 1790, selama periode Edo (1603-1868) ketika klan samurai tersebar di seluruh Jepang dan negara tersebut diperintah oleh kaum feodal, Kawajin selalu masuk daftar tempat makan ternama di Jepang. Penulis ternama Jepang, Natsume Soseki pernah mengabadikan nama Kawaji dalam novelnya pada 1912, yang berjudul " To the Spring Equinox" .

Restoran ini juga dikenal sebagai lokasi perjamuan pernikahan untuk sebuah adegan di Otoko wa Tsurai Yo – sebuah serial film Jepang populer sekitar 1969-1995. Dengan sejarah yang begitu panjang, penutupan Kawajin jadi berita sedih bagi banyak orang.

 

4 dari 4 halaman

Tempat makan ini memiliki menu khas ikan air tawar, seperti ikan mas dan belut, berupa kabayaki, belut mentega dengan saus manis yang disajikan di atas nasi dalam kotak persegi panjang. Tidak banyak restoran yang memiliki sejarah panjang dalam menyajikan hidangan air tawar di Jepang.

 Restoran Kawajin
© Twitter

Restoran Kawajin/ foto: Twitter

Kepala restoran yang merupakan generasi kedelapan, Kazuki Amamiya, mengatakan dia tidak punya pilihan selain menutup restoran karena penurunan pelanggan yang disebabkan oleh pandemi. Pria berusia 69 tahun itu mengatakan ia sangat menyesali penutupan itu. Sebelumnya, ia telah memotong biaya utilitas dan memanfaatkan dukungan pemerintah, tapi kondisinya tak dapat keluar dari situasi keuangan yang mengerikan.

“ Sayang sekali saya tidak bisa mempertahankan tongkat estafet dari generasi sebelumnya, itu berakhir dengan generasi saya," ungkap Amamiya.

Restoran bersejarah akan tutup secara resmi pada 31 Januari 2021. Duh, sedihnya.

Sumber: Soranews

Terkait
Join Dream.co.id