Selain Bipang Ambawang, Ini Makanan Khas Kalbar yang Manjakan Lidah

Culinary | Selasa, 11 Mei 2021 06:12
Selain Bipang Ambawang, Ini Makanan Khas Kalbar yang Manjakan Lidah

Reporter : Mutia Nugraheni

Ada banyak sajian halal dari Kalimatan Barat yang sangat nikmat.

Dream - Pernyataan Presiden Jokowi yang mempromosikan Bipang Ambawang sempat membuat heboh beberapa hari lalu. Hal ini lantaran Bipang Ambawang merupakan babi panggang, yang termasuk makanan haram bagi umat muslim.

" Sebentar lagi Lebaran namun karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama. Nah, Bapak, Ibu, Saudara-saudara, yang rindu kuliner daerah atau mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online, yang rindu makan gudeg Yogya, bandeng Semarang, siomay Bandung, pempek Palembang, Bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya tinggal pesan dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Presiden dalam video yang diunggahnya Sabtu, 10 Maret 2021.

Penyebutan Bipang Ambawang khas Kalimantan Barat pun jadi polemik. Sebenarnya di provinsi tersebut masih banyak hidangan khas yang sangat nikmat dan tentunya halal. Sahabat Dream penasaran? Berikut daftar kuliner khas Kalimantan Barat yang halal dan nikmat.

1. Kerupuk Basah
Kerupuk basah lebih terlihat seperti otak-otak atau pempek yang bisa dimakan langsung atau digoreng dengan cocolan saus kacang yang membuatnya semakin lezat. Bentuknya lonjong seperti sosis, tetapi lebih panjang dan lebih besar.

Camilan berwarna abu-abu ini berasal dari Kapuas hulu, dan bisa kamu temui di semua wilayah Kapuas hulu. Kerupuk basah terbuat dari tepung sagu dan olahan ikan. Ikan yang digunakan biasanya adalah ikan belida yang merupakan salah satu ikan khas dari Kalimantan Barat.

2. Bingke
Bingke merupakan makanan khas Kalimantan Barat yang terbuat dari telur dan tepung dan bisa kamu temui di Kota Pontianak. Kue Bingke ini juga divariasikan dengan tambahan tambahan lain seperti keju, coklat, bahkan durian.

Bentuknya mirip dengan martabak manis atau juga seperti kue tar keju. Proses pembuatannya hampir sama dengan proses pemasakan kue lumpur. Makanan khas Kalimantan Barat satu ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh yang wajib dicicipi.

 

2 dari 9 halaman

3. Kue Kantong Semar
Kue kantong semar berasal dari daerah pedalaman Kalimantan Barat. Sering disajikan hidangan ketika adanya acara daerah atau pun acara kenegaraan. Makanan khas Kalimantan Barat ini tidak terlalu sering ditemui karena tumbuhan yang sebagai wadanya termasuk dilindungi.

Namun untuk melestarikan adat dan budaya, makanan khas Kalimantan Barat ini tetap dilegalkan menjadi wadah makanan ini, tentunya dengan berbagai macam pemeliharaan setelahnya.

Biasanya di dalam kantong semar ini terdapat beras pulut yang dicampur dengan kacang merah yang kemudian akan dikukus. Dengan keunikannya tersebut, makanan ini tidak kalah mengugah selera dari makanan lain, apalagi ditambah dengan keunikannya.

4. Pisang Goreng Srikaya

 Pisang Srikaya
© Shutterstock


Pisang goreng srikaya merupakan makanan khas Kalimantan Barat yang cukup terkenal. Pisang goreng srikaya ini bisanya menjadi teman minum kopi saring yang memiliki daya tarik tersendiri.

Selain karena bahan dasarnya pisang nipah yang hanya ada di Pontianak, selai srikaya yang dilumuri di atasnya merupakan perpaduan telur dengan buas srikaya yang membuatnya semakin enak. Orang Pontianak menjadikan makanan ini menjadi sarapan pagi, bahkan makanan penutup di malam hari.

Laporan Husnul Abdi/ Sumber: Liputan6.com

3 dari 9 halaman

Menguak Filosofi 7 Menu Makanan Khas Lebaran

Dream - Lebaran menjadi momentum umat islam di seluruh dunia untuk merayakan keberhasilan melawan hawa nafsu selama satu bulan lamanya saat Ramadhan.

Berbagai cara pun dilakukan untuk menyambut Idul Fitri yang hanya dirasakan satu tahun sekali. Seperti membuat berbagai kue kering dan menyiapkan menu makanan khas lebaran yang mengguggah selera. 

Menu makanan khas lebaran jadi salah satu yang ditunggu saat perayaan Idul Fitri. Di Indonesia, menu makanan khas lebaran cukup beragam sesuai dengan daerah masing-masing.

Beberapa menu 'klasik' lebaran ternyata memiliki filosofi tersendiri sebagai wujud menyambut hari kemenangan.  Nah, kira-kira apa saja menu makanan khas lebaran dan filosofinya? Yuk simak informasi yang Dream rangkum dari Kapanlagi berikut ini. 

Ketupat

 Ilustrasi Ketupat
© Instagram @sianny_lo

Menu makanan khas lebaran yang tidak boleh ketinggalan adalah ketupat. Ketupat menjadi makanan favorit saat Lebaran. Ketupat merupakan nasi yang dimasukkan ke dalam sebuah anyaman daun kelapa muda yang di rebus hingga matang dan dapat disajikan bersama dengan kuah santan dan daging ayam atau sapi. 

Ketupat sendiri memiliki filosofi dalam merayakan hari raya Idul Fitri. Bagi masyarakat Jawa, ketupat memiliki makna Ngaku Lepat dan Laku Papat.

Arti dari Ngaku Lepat yaitu mengakui semua kesalahan, ini merupakan tradisi sungkeman yang menjadi implementasi mengakui kesalahan. Arti dari Laku Papat sendiri yakni mengartikan bahwa puasa telah berakhir, dan pintu maaf telah terbuka dengan lebar.

 

4 dari 9 halaman

Opor Ayam

 cara membuat opor ayam
© MEN

Menu makanan khas lebaran selanjutnya yang juga tak boleh dilewatkan adalah opor ayam. Opor ayam biasanya disajikan sebagai pasangan ketupat dalam perayaan idul fitri di Indonesia.

Opor ayam dibuat dengan santan serta memiliki kuah yang kental dan juga gurih. Dalam bahasa Jawa, santen diartikan sebagai pangapunten yang artinya maaf.

Itulah mengapa opor selalu disandingkan dengan ketupat, karena hal tersebut menjadi sebuah kombinasi yang diyakini sebagai lambang permintaan maaf yang tulus, untuk memperbaiki kesalahan dengan hati yang putih serta suci.

5 dari 9 halaman

Rendang

 Resep dan Cara Membuat Rendang Minang yang Enak dan Empuk
© MEN

Rendang menjadi salah satu menu makanan khas yang kayaknya tidak boleh dilewatkan juga nih, Sahabat Dream. Rendang merupakan jenis makanan berbahan dasar daging sapi dan dimasak dengan menggunakan banyak rempah. Rendang akan semakin enak bila terus dipanaskan, lho

Santan kelapa yang telah dimasak menghasilkan minyak sehingga membuat cita rasa rendang sangat gurih dan lezat dinikmati. Sebagai hidangan khas lebaran. rendang memiliki filosofi tersendiri yakni bermakna musyawarah dan mufakat, hal tersebut dikarenakan rendang memiliki empat unsur yaitu, daging, kelapa, lada, dan juga bumbu.

Empat unsur ini memiliki arti, yakni daging mewakili para pemuka adat, lalu kelapa menggambarkan para cendikia dan kaum pemikir, selanjutnya lada yang mewakili kaum ulama, dan terakhir bumbu yang menjadi penyelaras dan pemersatu semuanya.  Empat unsur ini menjadi salah satu alasan kenapa rendang dijadikan santapan khas saat upacara penting, seperti pernikahan, acara adat, kenduri, dan acara keagamaan seperti Idul Fitri.

6 dari 9 halaman

Telur Pindang

 Ilustrasi Telur Pindang
© Instagram @galleryresepmasakan

Biasanya di beberapa daerah di Indonesia, untuk menemani hidangan khas lebaran, disajikan juga telur pindang. Menurut sejarah, telur pindang berasal dari budaya Tionghoa.

Telur pindang dimasak dengan menggunakan rempah-rempah dan juga teh. Tetapi untuk saat ini, telur pindang dimasak menggunakan rempah-rempah dan juga kecap, maka dari itu telur pindang memiliki warna yang cokelat pekat. 

Filosofi telur pindang melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Dengan membuat telur pindang sebagai hidangan khas Idul Fitri diharapkan nantinya kita tetap terus diberikan kesuburan dan juga kemakmuran ke depannya.

7 dari 9 halaman

Lepet

 Ilustrasi Lepet
© Instagram @ayudiaarisandy

Selain ketupat, menu khas lebaran yang juga biasa ditemui adalah lepet. Lepet juga mirip dengan ketupat karena berbahan dasar nasi. Lepet dibungkus dengan daun muda kelapa dan kemudian direbus. Hal yang membedakan ketupat dan lepet adalah bentuk lepet yang memanjang.

Filosofi lepet yang memanjang diartikan sebagai Silep Kang Rapet yang artinya dikubur rapat-rapat. Maksud dari kata di kubur rapat-rapat tersebut adalah menutup rapat kesalahan-kesalahan di masa lalu yang dilakukan oleh saudara kita dan memaafkannya serta tak diungkit kembali. Filosofi ini bermakna bahwa persaudaraan dan hubungan antara sesama manusia harus dijaga agar tetap baik.

8 dari 9 halaman

Ketan

Menu makanan yang juga sering dijumpai saat Idul Fitri adalah ketan. Ketan memiliki tekstur yang lengket dan biasanya dibuat menjadi kudapan seperti lemper, atau disandingkan dengan sambal goreng atau serundeng. 

 Ketan
© Shutterstock

Ketan memiiliki filosofi dalam bahasa Jawa yang berarti ngreketken ikatan, yang artinya mempererat ikatan. Maksud dari filosofi ini menggambarkan budaya Indonesia yang mana selalu menjalin silaturahmi saat hari raya Idul Fitri, untuk menjaga dan mempererat hubungan persaudaraan.

9 dari 9 halaman

Apem

Menu makanan khas Idul Fitri yang terakhir yaitu apem. Bagi masyarakat Jawa, kue apem merupakan sebuah hidangan wajib saat merayakan Idul Fitri. Apem merupakan kue tradisional yang terbuat dari tepung beras dan memiliki warna yang cerah, seperti merah muda, hijau, dan juga cokelat. Apem juga memiliki tekstur yang lembut, jadi akan sangat mudah untuk dimakan.

 Apem
© Shutterstock

Filosofi kue apem sendiri saat Idul Fitri berasal dari bahasa arab yaitu Afwun yang artinya maaf. Bagi orang Jawa, akan sedikit sulit untuk mengucapkan dengan dialek arab, maka dari itulah mereka menyebutnya apem. Dari situlah mengapa kue apem menjadi sebuah simbol maaf yang ada saat hari raya Idul Fitri.

Terkait
Join Dream.co.id