Sajian Padang Peranakan dalam Menu `Padang Platters`

Culinary | Jumat, 20 September 2019 10:43
Sajian Padang Peranakan dalam Menu `Padang Platters`

Reporter :

Sangat pas bagi kamu yang ingin mencicipi berbagai sajian dalam satu menu.

Dream - Selain cita rasa yang khas dan menyatu dengan lidah masyarakat Indonesia, popularitas kuliner Sumatera Barat juga terletak pada keberagaman masakannya. Banyaknya menu dari daerah ini membuat orang galau karena bingung memilih.

Rasanya lauk yang ada ingin dicoba semua. Jika demikian, mungkin bisa mencicipi paket menu baru di restoran Padang Peranakan, Marco Padang. Menu tersebut yakni Special Padang Platters.

Isinya berupa menu pilihan lengkap yang terdiri dari beberapa varian masakan Padang Peranakan khas Marco. Chef Marco Lim selaku Executive Chef dari Marco Padang kali ini berkreasi menghadirkan dua varian Padang Platters, Seafood Platter dan Chicken Platter.

2 dari 6 halaman

Hidangan Laut

Kombinasi dari empat sampai enam kombinasi menu spesial yang diolah secara tradisional dan menggunakan bumbu-bumbu yang bahan bakunya langsung didatangkan dari Sumatera Barat.

 Seafood Platter

Untuk yang menyukai hidangan laut, Chef Marco menyajikan Barramundi Panggang Pacak, Udang Kentang Balado, Barramundi Fillet Lado Ijo, dan Cumi Panggang di dalam seafood platter.

 

 

3 dari 6 halaman

Bisa untuk 4 Orang

Sedangkan untuk Chicken Platter terdiri dari Ayam Goreng Muda Padang Peranakan, Ayam Panggang, Ayam Pop, Ayam Lado Merah, Ayam Lado Ijo, dan Ayam Goreng Bukitinggi.

 Chicken Platter

 

Porsinya pun dihidangkan dengan ukuran yang cukup besar, dapat dinikmati 3 sampai dengan 4 orang sehingga menjadi menu yang pas untuk makan bersama dan mengenyangkan perut.

" Kami ingin memberi kesempatan untuk para konsumen untuk dapat mengeksplorasi cita rasa dan jenis masakan Padang Peranakan yang mungkin belum pernah mereka cicipi sebelumnya dalam kombinasi sajian yang unik,” ujar Santi Sandra Widjaja, GM PT Artisan Kuliner Nusantara, pengelola restoran Marco Padang Peranakan, dikutip dari rilis yang diterima Dream.

Harga untuk masing-masing Platters antara Rp310.000 hingga Rp450.000. Penasaran mencicipinya?

 

 

4 dari 6 halaman

Awas Kalap, Tersaji 40 Jenis Masakan Bukittinggi Kaya Rempah

Dream - Masakan dari Sumatera Barat tampak selalu memiliki tempat di lidah banyak orang. Kenikmatan rasanya tak perlu diragukan lagi. Terutama masakan dari daerah Bukittinggi yang terkenal dengan nasi kapaunya.

Bagi warga Jakarta, bisa mencicipi menu nasi kapau di Jalan Kramat Raya, kawasan Senen, Jakarta Pusat. Salah satu kedai yang sangat terkenal adalah kedai Uni Upik. Kedai ini menyajikan 40 jenis masakan khas Bukittinggi yang kerap bikin kalap.

 Lauk Uni Upik

Daging rendangnya, misalnya, disebut empuk dan lezat. Tetapi, menu lain seperti gulai kepala ikan, telur dadar, gulai usus, tunjang, jengkol, udang balado, dan ayam bakar tak kalah menggoyang lidah.

Ada juga menu bebek cabai hijau, sup iga sapi, bebek rendang dan dendeng batokok. Menu daging bebek memang sangat jarang ditemui di warung maupun restoran nasi Padang.

Di warung nasi ini, daging bebek ada yang disajikan dengan cabai hijau dan ada juga yang dimasak dengan bumbu rendang. Sementara, dendeng batokok dibuat dari irisan tipis dan lebar daging sapi yang diiris tipis melebar.

Sesuai namanya daging dendeng dibuat dengan cara diipukul-pukul menggunakan batu cobek supaya dagingnya lembut. Setelah matang, dendeng diberi cabai hijau atau cabai merah yang diiris kasar.

5 dari 6 halaman

Gulai Rebung Wajib Ada

Satu lagi yang jadi ciri khas nasi kapau, satu porsi nasi biasanya berisi sayuran gulai kol dan rebung, kacang panjang, bumbu rendang, dan sambal hijau atau merah.

" Gulai rebung ini memang jadi ciri khas nasi kapau yang tidak ada atau jarang dijumpai di tempat masakan Padang lainnya. Kita di sini juga tak pakai bahan pengawet dan MSG," tutur Delon, putra Uni Upik, saat dijumpai Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

 Awas Kalap, Tersaji 40 Jenis Masakan Bukittinggi Kaya Rempah

Delon bersama kakaknya memang jadi penerus orangtua mereka yang mendirikan warung nasi kapau. Lauk di warung nasi kapau termasuk di Uni Upik, hampir semua merupakan resep turun-temurun khas daerah Bukittinggi.

" Semua di tempat penjual nasi kapau lauknya hampir sama semua, soal rasanya tergantung bagaimana dan siapa yang meraciknya," terang Delon.

Uni Upik sendiri mewariskan resep masakannya hanya pada anak-anaknya dan anak buah kepercayaannya. Menjaga kualitas rasa jadi hal yang utama baginya. Kalau sedikit saja berubah, biasanya pelanggan akan kecewa dan beralih pada warung nasi lainnya.

" Menu makanan dari dulu sampai sekarang enggak ada perubahan. Paling cuma ada satu, kita pernah coba menyediakan soto daging, tapi ternyata kurang peminatnya jadi kita enggak bikin lagi," jelas Delon.

6 dari 6 halaman

Berjualan Sejak 1985

Dulu, Uni Upik dan suaminya berjualan di kawasan Senen sejak 1985 di lokasi yang sama dengan saat ini. Bedanya, saat ini sudah menjadi kawasan terpadu binaan pemerintah provinsi DKI Jakarta dan sponsor sejak beberapa tahun lalu.

Uni Upik sendiri masih tetap menunggui warungnya meski sudah mempunyai beberapa anak buah. Biasanya saat sudah larut malam, ia dan suaminya pulang, dan anaknya yang gantian menjadi kasir. Warung nasi ini buka tiap hari dari pukul 11.30 WIB atau saat makan siang sampai dengan pukul 4 pagi.

Pengunjungnya beragam, mulai dari yang naik mobil, motor, karyawan, pelajar, mahasiswa, sampai masyarakat sekitar. Harga makanannya beragam mulai dari Rp15 ribu, tergantung dari menu atau lauk yang kita pilih.

Kalau berkunjung ke warung nasi kapau Uni Upik, siap-siap bingung memilh lauk karena semua rasa makanannya, lamak bana (enak sekali).

Laporan: Henry Hens/ Liputan6.com

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id