Sajian Organik Bisa Jadi Cara Menyelamatkan Lingkungan

Culinary | Minggu, 25 April 2021 14:00
Sajian Organik Bisa Jadi Cara Menyelamatkan Lingkungan

Reporter : Mutia Nugraheni

Cari tahu alasannya.

Dream – Langkah penyelamatan lingkungan identik dengan tak membuang sampah sembarangan, penanaman pohon kembali, atau mengurangi penggunaan kendaran pribadi. Banyak juga yang tak tahu kalau santapan kita sehari-hari juga ikut andil dalam kondisi lingkungan secara global.

Menurut Ali Abdullah selaku Co-Founder Warung Sehat 1.000 Kebun, mengonsumsi makanan organik juga berperan sangat positif terhadap lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi konsumsi daging sapi. Mengapa?

“ Daging sapi, ternak sapi, pemotongan hewan dan sebagainya itu penyumbang tertinggi pencemaran lingkungan, karena dia kalau mau membuat suatu area untuk sapi, dia harus tebang hutan,” ujar Ali Abdullah pada acara Modena For Earth, beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, hal tersebut dapat memicu pemanasan global. Untuk itu, dengan mengurangi konsumsinya merupakan peran yang besar. Ali membuat Warung Sehat 1.000 Kebun yang bekerja sama dengan para petani lokal membangun akses pangan organik yang sehat kepada masyarakat.

 

2 dari 6 halaman

Selain itu, komunitas yang berada di Bandung, Jawa Barat itu, juga membuat produk olahan organik. Tida hanya sebagai makanan yang identik dengan diet, namun juga menjadi makanan enak yang menyehatkan.

“ Ada kolang kaling dengan pemanisnya gula singkong, kemudian pewarnanya dari rosella, sensasinya luar biasa tuh, ada warna-warna yang beda, kemudian ada madu hutan dari suku baduy dalam,” kata Ali.

Proses penanam dan perawatan tanaman organik, juga merupakan siklus penting. Menurutnya dengan memberikan perlakuan yang baik dapat membuat tanaman memberikan kualitas yang baik pula. Untuk itu merawat tanaman tidak hanya baik untuk sumber oksigen yang baik, namun juga bisa digunakan sebagai bahan pangan organik yang menyehatkan. Ia menegaskan makanan yang benar-benar organik akan terdapat label organik Indonesia.

Melakukan kerjasama dalam memperingati hari Bumi yang jatuh pada setiap 22 April ini, Modena bersama Warung Sehat 1.000 kebun akan memberikan 2 bibit bunga Telang. Bibit akan diberikan pada pelanggan yang melakukan pembelian produk Modena mulai Rp2 juta hingga Rp10 juta.

Laporan Yuni Puspita Dewi

3 dari 6 halaman

Beras Juga Bisa Kedaluwarsa, Kenali Tandanya

Dream - Beras termasuk bahan makanan pokok yang sangat awet, asalkan disimpan dalam tempat yang kering dan tertutup rapat. Kita pun membelinya dalam kondisi kering dan cenderung menganggap beras masih cukup aman jika disimpan lama.

Bila Sahabat Dream membeli beras di supermarket dalam kemasan, biasanya sudah ada keterangan tanggal kedaluwarsa. Bila pun memasaknya melewati tanggal tersebut memang masih cukup aman. Hanya saja mungkin warna dan aromanya yang sudah sedikit berubah.

 Beras Juga Bisa Kedaluwarsa, Kenali Tandanya
© MEN

Bisa juga kondisi beras sudah rusak. Hal ini bisa dilihat dari kantung penyimpanan beras. Bila kondisinya bolong, beras menunjukan tanda-tanda pembusukan, termasuk lubang, maka sebaiknya jangan dikonsumsi.

Tanda-tanda lainnya adalah serangga atau kutu beras yang mulai banyak tinggal di dalam beras. Termasuk kelembapan dan pertumbuhan jamur dalam beras. Jika beras sudah mulai lembab dan tumbuh jamur, muncul bercak hitam maka beras sangat tak direkomendasikan untuk digunakan apalagi dikonsumsi.

 

4 dari 6 halaman

Beras Merah

Untuk beras merah, tanda kedaluwarsa bisa dikenali dengan adanya perubahan warna. Selain itu, aroma dari beras merah akan berubah menjadi lebih tengik. Beras merah yang sudah kedaluwarsa juga bisa dilihat dari teksturnya yang sudah berminyak.

 Beras
© Unsplash

Jika beras merah sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut, maka bisa dipastikan beras merah sudah tak layak untuk dikonsumsi. Nah, untuk mempertahankan kualitas beras agar tahan lebih lama, kamu perlu memerhatikan cara menyimpannya.

Simpan beras di tempat yang kering dan dingin. Selain itu, simpan beras di wadah yang kedap udara setelah membukanya. Selengkapnya baca Diadona.id.

5 dari 6 halaman

Beras Merah Hassawi dari Arab Saudi, Layaknya Emas Berharga

Dream - Beras merah di Indonesia biasanya dijadikan menu diet. Kadar gulanya lebih rendah, seratnya lebih kaya dan harganya juga terjangkau.

Ternyata di Arab Saudi juga ada beras merah yang terkenal dengan khasiat dan harganya yang mahal. Beras tersebut bernama Hassawi.

Siapa sangka kalau di Arab saudi ada daerah penghasil beras. Beras Hassawi ini dibudidayakan di Kota Alahsa, bagian timur Arab Saudi.

Penasaran mengapa tanama padi tumbuh di daerah gurun pasir seperti Arab Saudi?

 Ilustrasi Beras Merah
© Pixabay.com

Beras Hassawi rupanya ditanam di sebuah kawasan oasis terbesar di dunia. Beras ini kabarnya sudah ditanam secara turun-temurun di sana. Lahannya sendiri sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia.

 

6 dari 6 halaman

Khasiat Beras Hassawi

Oasis tersebut cukup populer dengan 2 juta tanaman palem, meski dikelilingi oleh gurun pasir yang kering. Nah, di sekitar kawasan perkebunan palem itulah beras Hassawi ditanam.

 Beras Merah dan Coklat
© MEN

Bukan sekadar untuk dimakan, beras merah istimewa kerap dicari karena diyakini mengandung khasiat yang jauh berbeda dibanding beras pada umumnya. Kabarnya, beras Hassawi bisa mengurangi rasa sakit bagi mereka yang mengalami patah tulang.

 Dengan keunikan dan khasiatnya, tak heran kalau harga beras Hassawi ini cukup mahal. Dibanderol 25-30 Riyal atau sekitar Rp90 ribu hingga Rp 119 ribu rupiah dan kerap dianggap emas.

" Ini adalah emas, ini adalah anak-anak kami yang dibesarkan selama berbulan-bulan. Kami melindunginya dan akan mewariskannya lintas generasi," kata salah seorang petani beras Hassawi, Abdulhadi al-Salman seperti dikutip dari laman Alarabiya.

Selengkapnya baca di Diadona.id

Terkait
Join Dream.co.id