Restoran Robot Jadi Solusi Selama Pandemi?

Culinary | Senin, 29 Juni 2020 06:24
Restoran Robot Jadi Solusi Selama Pandemi?

Reporter : Mutia Nugraheni

Demi meminimalisir penularan virus.

Dream - Interaksi dan kedekatan fisik antar manusia saat ini bisa jadi 'mematikan', apalagi kalau bukan karena Covid-19. Restoran dan tempat makan, yang biasanya jadi tempat sosialisasi, kini mulai menerapkan protokol kesehatan.

Pengunjung yang datang tak boleh terlalu banyak dan harus menjaga jarak. Hal ini tampaknya memunculkan tren restoran dengan root. Seperti restoran yang baru dibuka pada 22 Juni 2020 di Tiongkok.

Merupakan restoran pertama yang dilayani robot yang dikembangkan oleh Qianxi Robot Catering Group (Qianxi Group), anak usaha Country Garden. Restoran ini dibuka di Shunde, sebuah kota di provinsi Guangdong, Tiongkok.

Dengan sederet teknologi termutakhir, restoran tersebut memiliki beberapa bagian terpisah yang menyajikan makanan ala Tiongkok, hot pot, dan makanan cepat saji (fast food). Ada berbagai jenis hidangan yang ditawarkan, dan setiap makanan dikirimkan ke pelanggan dalam hitungan detik.

 

2 dari 6 halaman

Ada 20 Robot yang Siap Melayani

Di restoran modern seluas 2.000 meter persegi ini, ada lebih dari 20 robot untuk beragam gaya restoran (makanan khas Tiongkok, clay-pot rice, dan mi). Robot-robot tersebut siap melayani pelanggan sesuai dengan tugasnya masing-masing, baik menyajikan dan memasak makanan.

 Qianxi Robot Catering Group© Qianxi Robot Catering Group

Ruang restoran, dipenuhi warna latar merah muda dengan teknologi metalik, bisa menampung hampir 600 pelanggan sekaligus. Di samping itu, menu restoran terdiri atas 200 jenis hidangan, dan setiap hidangan bisa tersedia dalam 20 detik.

 

3 dari 6 halaman

Tren Masa Depan

Di tengah epidemi saat ini, restoran yang dilayani robot dapat mengurangi interaksi antarmanusia. Jenis restoran baru tersebut sejalan dengan kondisi yang tengah terjadi dan tren di masa depan.

 Qianxi Robot Catering Group© Qianxi Robot Catering Group

" Restoran robot Qianxi secara inovatif menyatukan perangkat lunak-keras, serta kerja sama manusia-mesin. Restoran ini beroperasi dengan lancar melalui penggunaan robot," jelas Zhao Chunsheng, Mechanical Engineering Specialist, dan Ilmuwan di Chinese Academy of Sciences, dikutip dari rilis yang diterima Dream.

Tiongkok resmi merilis spesifikasi teknis untuk aspek keamanan robot di sektor makanan pada 22 Juni. Spesifikasi teknis ini, dirumuskan bersama oleh National Robot Testing and Accreditation Center (NRTAC) serta anak usaha Qianxi Group di sektor teknologi Zhiyuan, menjadi yang pertama dan satu-satunya di Tiongkok.

Robot-robot generasi kedua buatan Qianxi Group, termasuk yang dilatih untuk memasak clay-pot rice dan sebagian lagi bisa membuat es krim kecil, telah menerima sertifikasi " China Robot" (CR) dari NRTAC.

 

4 dari 6 halaman

Pandemi Covid-19, Restoran Terbaik di Dunia Kini Hanya Jual Burger

Dream - Menjadi kreatif  untuk bertahan adalah hal yang harus dilakukan di masa pandemi seperti sekarang. Terutama para pengusaha di bidang kuliner.

Sebuah terobosan sampai dilakukan oleh restoran terbaik di dunia yang bergelar dua bintang Michelin, Noma di Copenhagen, Denmark.

 Pandemi Covid-19, Restoran Terbaik di Dunia Kini Hanya Jual Burger© MEN

Setelah berbulan-bulan tutup, restoran yang identik sebagai high class restaurant ini akhirnya buka dan sejumlah penyesuaian dilakukan.

Jika sebelum pandemi restoran ini hanya menjual hidangan khas mereka seperti es krim dalam pot, sajian dengan harga US $500 atau Rp7,1 juta dan harus menunggu hingga hitungan bulan karena waiting list yang sangat panjang, kini hanya ada dua menu di Noma.

 

5 dari 6 halaman

Protokol Kesehatan

Menu tersebut yaitu burger daging dan burger sayuran. Untuk burger keju daging diberi nama " Burger Viking" sementara, burger sayuran diberi nama " Burger Vegan" . Harganya burger Viking US $23 atau Rp327 ribu dan burger vegan US $19 atau Rp270ribu.

 Burger Vegan Noma© Instagram

(Foto: Instagram @nomacph)

Pelanggan boleh datang tapi harus mengikuti protokol kesehatan. Mereka hanya bisa memesan dua burger tersebut, karena hanya memang itu yang ada di menu. Tak disangka burger tersebut laris manis.

 

6 dari 6 halaman

Ribuan Burger Terjual

" Kami menjual sekitar 1.300 burger dalam 4 jam. Itu luar biasa," kata pendiri Noma, Rene Redzepi, dalam wawancara video dengan Insider.

 Noma Kitchen© Instagram

Ia mengatakan bahwa staf restoran bekerja sangat keras untuk memastikan bahwa mereka menjaga kualitas makanan yang mereka layani. " Kami melakukan segala yang kami bisa untuk membuat orang-orang bahagia, dan semua orang tetap aman," kata Redzepi. 

Sumber: Food NDTV

Join Dream.co.id