Restoran Beri Irisan Daging Gratis Jika Tinggi Tubuh di Bawah 175 Cm

Culinary | Kamis, 25 Juli 2019 11:12

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pembeli dengan tinggi badan di bawah 175 cm, akan mendapat tambahan daging cuma-cuma.

Dream – Kalau kamu berpikir bertubuh pendek adalah sebuah kekurangan, kabar ini akan membuatmu senang. Sebuah restoran hot pot siap memberikan tambahan daging bagi pelanggan dengan tinggi di bawah 175 cm.

Dikutip dari World of Buzz, Rabu 24 Juli 2019, pemilik restoran itu akan memberikan tambahan satu iris daging untuk setiap cm di bawah 175 cm. Kalau ada pengunjung yang tingginya 161 cm, restoran akan mendapatkan 14 iris tambahan gratis.

Promo ini terdengar menarik. Sayangnya, restoran hot pot itu tidak ada di Indonesia, tetapi di Taiwan. Namanya adalah Ai Shi Guo. Restoran ini menggunakan kuah sup mala sebagai basisnya.

Pengelola restoran mengatakan tinggi badan seharusnya tidak menjadi masalah besar bagi seseorang.

“ Kami tak ingin dipisahkan oleh tinggi, tidak merasa tertekan saat makan daging. Mulai hari ini, kami memberikan kamu sepotong daging untuk setiap sentimeter di bawah 175 cm,” tulis restoran di spanduk yang menggantung di luar toko.

Sekadar catatan, ini hanya promosi musim panas. Tak jelas kapan promosi itu akan berakhir.

Restoran Beri Irisan Daging Gratis Jika Tinggi Tubuh di Bawah 175 Cm
Ilustrasi Restoan Hotpot. (Foto: Shutterstock)
2 dari 8 halaman

Ya, Minimal Bayar Rp309 Ribu

Tentu saja pelanggan tak bisa hanya pergi ke sana dan mendapatkan potongan daging gratis jika memiliki tinggi badan di bawah 175 cm. Pelanggan harus merogoh kocek untuk makan di sana terlebih dahulu.

Pengeluaran minimal 688 dolar Taiwan (Rp309.496) per orang. Kalau ada tambahan dasar sup, akan dikenakan biaya tambahan. Pengunjung pun diberi waktu makan selama dua jam.

Sekadar informasi, restoran ini bukanlah restoran halal. Menu yang dihidangkan seperti daging dengan acar kol, labu, serta kaldu tulang ayam dan babi.

Restoran ini terletak di Distrik Zuoying dan Qianjin di Kota Kaohsiung, serta Distrik Xitun di Kota Taichung, Taiwan.  

3 dari 8 halaman

Pesan yang Murah, Tamu Restoran Malah Dapat Minuman Rp69 Juta

Dream – Seorang pengunjung restoran di Inggris benar-benar mendapatkan `durian runtuh`.  Memesan minuman sesuai uang di kantong, dia malah mendapatkan pesanan orang lain dengan tarif yang lebih mahal.

Dikutip dari The Richest, Senin, 22 Juli 2019, kesalahan pesanan ini terjadi di salah satu restoran di Manchester, Inggris. Restoran ini menyebut seorang konsumen memesan sebotol anggur yang harganya terjangkau, yaitu Chateau Pinchon Longoeville. Harga per botolnya sekitar Rp4,61 juta.

Tapi apa yang datang ke mejanya benar-benar  tak disangka sama sekali. Pria beruntung itu mendapat anggur merek Chateau Le Pin.

 

 Pesan yang Murah, Tamu Restoran Malah Dapat Minuman Rp69 Juta© Dream

 

Minuman ini dijual seharga US$5 ribu atau sekitar Rp70 juta per botol. Ya, minuman ini merupakan salah satu anggur termahal.

Belum dikonfirmasi apakah restoran mengenakan biaya tambahan atau tidak. Restoran ini menyebut bartender yang berbuat kesalahan itu masih dipekerjakan.

“ Kepada staf yang tidak sengaja memberikannya, angkat dagumu! Kesalahan sekali saja terjadi dan kami mencintaimu,” tulis restoran itu.

Restoran yang bersangkutan itu juga akan mempertimbangkan untuk memisahkan anggur mahal dengan yang murah.

4 dari 8 halaman

Restoran Cuma Mau Layani Turis Asing, Pemilik Kena `Tulah`

Dream - Sebuah restoran di Ishigakijima Island, Jepang, merasa kesal dengan kelakuan buruk para turis lokal. Tak ingin lagi mendapat gangguan, sang pemilik tempat makan itu memutuskan hanya melayani turis asing. 

Restoran kecil itu bernama Yaeyama Style. Dengan sajian utama ramen. tempat makan kecil di Prefektur Okinawa tersebut seharusnya sedang menikmati padatnya pengunjung yang mengantre makanan sepanjang tahun ini.

Tetapi pemilik restoran bernama Akio Arima mengatakan hanya mampu menjual beberapa mangkuk ramen dalam beberapa hari terakhir.

Keputusan Akio melarang turis lokal membuat restorannya sepinya pengunjung. Akio sepertinya sadar jika aturan tersebut membuatnya harus siap menelan rugi. 

5 dari 8 halaman

Tidak Menerima Pelanggan Jepang

Melalui pemberitahuan di pintu depan restoran, Akio memberitahu pelanggan Jepang tidak lagi diterima di Yaeyama Style karena perilaku buruk mereka.

Larangan bagi pelanggan Jepang itu berlaku mulai bulan ini hingga bulan Oktober. Untuk sementara Yaeyama Style hanya menerima turis asing.

Keputusan drastis Akio menuai kontroversi di kalangan turis Jepang. Namun dia merasa keputusannya itu benar.

 

 Tidak Menerima Pelanggan Jepang© Dream

 

Akio terpaksa membuat aturan karena sudah tidak tahan dengan kelakuan buruk turis lokal saat makan di restoran.

Sementara dengan orang asing, Akio tidak pernah mendapatkan masalah sehingga lebih mengutamakan mereka.

6 dari 8 halaman

Pelanggan Jepang Susah Diatur

SoraNews24 melaporkan karena Yaeyama Style adalah restoran kecil, maka Akio minta pelanggan untuk memesan satu porsi untuk masing-masing orang.

Namun, meski sudah memasang aturan tersebut, pelanggan lokal lebih suka berbagi satu mangkuk ramen untuk dua orang.

Selain itu, mereka juga membawa makanan dan minuman dari luar. Larangan untuk tidak membawa bayi atau anak kecil juga tidak digubris.

Lelah dengan tingkah turis lokal yang susah diatur, Akio memutuskan untuk melarang mereka makan di Yaeyama Style.

7 dari 8 halaman

Ngotot Terapkan Aturan Meski Rugi

" Turis Jepang berpikir pelanggan adalah Tuhan. Sikap itu diperparah dengan perilaku turis lokal yang buruk. Jadi tindakan saya sudah benar," kata Arima.

Dia mengatakan dua hari setelah memasang pemberitahuan, Yaeyama Style hanya menerima dua pelanggan asing.

Akio menyadari keputusannya membuat turis lokal banyak yang mengeluh dan protes.

" Memang sulit dari segi ekonomi. Tapi saya akan tetap menerapkan aturan itu," katanya.

8 dari 8 halaman

Membuat Pelanggan Berbasis Keanggotaan

Pria 42 tahun itu menyadari keputusannya sangat drastis. Arima mengatakan sebenarnya tidak semua pelanggan Jepang berkelakuan buruk.

Ada juga pelanggan yang mau menuruti peraturan yang dia buat di Yaeyama Style. Untuk itu, Arima berencana membuat pelanggan berbasis keanggotaan.

" Mereka boleh makan di restoran ini setelah menjadi anggota. Dengan begini, mereka pasti akan mematuhi etika yang kami buat," katanya.

(Sah, Sumber: OddityCentral.com)

Join Dream.co.id