Pengelompokan Makanan yang Perlu Kamu Ketahui!

Culinary | Sabtu, 30 Januari 2021 16:00

Reporter : Dwi Ratih

Ada apa saja ya?

Dream – Berdasarkan dokumen yang dikeluarkan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) makanan dikelompokan menjadi beberapa bagian.

Mengapa demikian? Agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami makanan apa saja yang baik dikonsumsi dan harus dikurangi pengonsumsiannya.

“ Tim di Brazil mengeluarkan klasifikasi NOVA untuk membantu dan memudahkan kita mengkategorikan makanan dalam 4 kelompok,” tutur Nia Umar Wakil Ketua AIMI, pada konferensi pers Jumat, 29 Januari 2021.

Sistem klasifikasi NOVA adalah klasifikasi makanan yang mengelompokkan makanan menurut tingkat dan tujuan pengolahan makanan, bukan dari segi nutrisinya.

Pengelompokan Makanan yang Perlu Kamu Ketahui!
Ilustrasi/Shutterstock
2 dari 7 halaman

Berikut pengelompokkan makanan klasifikasi NOVA:

Kelompok 1

Makanan kelompok 1 adalah makanan yang tidak diproses atau diproses secara minimal, biasanya mirip dengan bentuk aslinya, seperti dari tumbuhan, hewan yang kemudian bisa diolah (direbus, dimasak, dipanggang).

Contoh makanan ini adalah sayur-sayuran hijau, biji-bijian, umbi, daging ayam, daging sapi, daging ikan, dan makan yang diproses secara minimal, seperti nasi kuning, nasi soto, dan semua makanan yang disajikan tanpa diproduksi di pabrik.

 Ilustrasi© Shutterstock

Kelompok 2

Makanan kelompok 2 adalah makanan dari bahan pangan olahan industri, biasanya dihasilkan dari proses pembuatan yang menggunakan bahan makanan kelompok 1.

Proses produksinya dilakukan melalui penyulingan, penggerusan, pengeringan dan lain-lain yang menghasilkan cita rasa dalam makanan.

Contoh makanan ini adalah bumbu-bumbu, seperti minyak, gula, garam, rempah bumbu, mentaga, cuka dan lainnya.

3 dari 7 halaman

Kelompok 3

Makanan kelompok 3 adalah makanan olahan melalui serangkai proses, seperti diawetkan, diasinkan, difermentasi atau diasamkan.

Kelompok ini biasanya merupakan makanan olahan penggabungan dari produk kelompok 1 dan 2, hal ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan daya tahan produk atau memodifikasi rasa.

 Ilustrasi© Shutterstock

Contoh makanan kelompok ini adalah gula yang menjadi sirup, sayur diasinkan atau diasamkan menjadi acar, kedelai difermentasi, strawberi menjadi selai.

Namun pada kelompok ini perlu diperhatikan kandungan lainnya, terkadang banyak kandungan gula dan garam yang berlebih, menjadi salah satu indikator olahan makanan tersebut sehat atau tidak.

4 dari 7 halaman

Kelompok 4

Makanan kelompok ini adalah makanan ultra proses, biasanya dibuat di pabrik dan dikemas. Kemudian produk makanan ini akan dipromosikan secara komersil untuk menggantikan konsumsi makanan asli.

Rantai produksi makanan ini prosesnya panjang dan untuk memudahkan identifikasinya dengan melihat komposisi produk.

Biasanya kandungan bahan pangan akan lebih dari 5 dan banyak mengandung zat yang tidak kita jumpai pada bumbu dapur rumah, seperti pengawet, penstabil, kasein, laktosa dan lainnya.

Proses produksi makanan dilakukan dengan pemadatan, karbonasi, pengocokan, penambahan massa, pemipihan dan lainnya.

Contoh makanan ini adalah susuk bubuk, bubur cepat saji, soda, teh botolan, minum beralkohol, sosis cepat saji, ciki, semua makanan fast food dan segala makanan yang kandungan lebih dari 5 serta bahan yang tidak dikenali.

laporan: Josephine Widya

5 dari 7 halaman

Rahasia di Balik Kelezatan Masakan Keraton Yogya

Dream - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan salah satu tempat bersejarah di Yogyakarta. Istana Kesultanan ini pun lebih dikenal dengan sebutan Keraton Yogyakarta.

Saat ini Keraton Yogyakarta masih dipimpin Sri Sultan Hamengku Buwono X. Banyak cerita yang diabadikan di dalam Keraton Yogyakarta.

Salah satu yang paling bikin penasaran adalah makanan yang dikhususkan bagi keluarga Kerajaan.

Namun, menurut putri Sri Sultan, Gusti Kanjeng Ratu Hayu, tak ada makanan khusus seperti yang santer dibicarakan. Tetapi mereka mengakui ada satu resep rahasia dibalik kelezatan makanan Keraton.

Bagaimana cerita selengkapnya? Simak ulasannya berikut ini.

6 dari 7 halaman

Tak Ada Makanan Khusus Keluarga Kerajaan


 Rahasia kelezatan makanan keraton© Foto: YouTube/didikninithowok

Dalam channel Youtube @didikninithowok, putri Sultan menceritakan tak ada makanan khusus yang diperuntukkan bagi keluarga kerajaan.

Namun, memang ada beberapa makanan yang sudah dibawa dan dilestarikan di luar kerajaan. Sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat umum.

" Kalau itu sih enggak, mungkin kalau diadopsi dari yang dulu ada di Keraton diadopsi keluar itu mungkin ada. Kaya yang sekarang ada di restoran Bale Raos itu kan juga ada. Tapi kalau hanya ini yang boleh di Keraton, enggak. Siapa lagi enggak boleh makan itu ya enggak ada," jelas GKR Hayu.

Menu Makanan Biasa

 Rahasia kelezatan makanan keraton© Foto: YouTube/didikninithowok

GKR Hayu juga menjelaskan makanan yang disajikan di dalam Keraton juga sama seperti lainnya. Bahkan, saat ada acara sajian makanan di Keraton mirip dengan warga pada umumnya.

" Paling memang setiap hari apa, setiap hari tertentu itu kan memang pawon (dapur) yang di Keraton itu bikin memang sudah ada rutinitasnya, ingkung, nasi gurih. Kalau kita ada acara Raja Dalem pasti kan lauknya sama yang ada otak gorengnya itu loh," lanjut GKR Hayu.

" Iya," kata GKR Bendara membenarkan.

" Dan kita enggak pernah makan itu loh. Tetapi selalu ada telur ceploknya, sambal goreng hati sama otak goreng," sambung GKR Hayu.

7 dari 7 halaman

Rahasia di Balik Kelezatan Makanan Keraton


 Rahasia kelezatan makanan keraton© Foto: YouTube/didikninithowok

Namun, GKR Bendara membagikan rahasia di balik kelezatan makanan Keraton. Hal ini berkat porselen peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Akan tetapi, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menggunakan porselen tersebut.

" Yang enak itu karena pakai besen yang sudah usianya lebih tua dari pada kita. Yang seharusnya sudah dimuseumkan, tapi masih dipakai sampai sekarang. Jadi besen, porselen dari Hamengkubuwono VIII," ungkap GKR Bendara.

" Iya. Jadi hanya Putra Dalem sama Ibu, Bapak gitu nggih. Ngerso Dalem sama Kanjeng Ratu saja, sisanya pakai piring yang lainnya. Karena jumlahnya juga terbatas," jelas GKR Bendara.

 

Join Dream.co.id