Miris! Indonesia Negara Paling Mubazir Kedua di Dunia

Culinary | Rabu, 16 Mei 2018 14:02
Miris! Indonesia Negara Paling Mubazir Kedua di Dunia

Reporter : Cynthia Amanda Male

Biasakan di rumah untuk makanan secukupnya dan jangan berlebihan.

Dream - Islam mengajarkan untuk tidak serakah dan berlebih-lebihan. Termasuk dalam mengonsumsi makanan.

Kadang karena terlalu bernafsu, kita mengambil makanan sebanyak-banyaknya. Apalagi saat dalam kondisi jamuan makan prasmanan.

Tapi kondisi perut tak memungkin untuk menghabiskan. Akhirnya, makanan yang ada di piring terbuang begitu saja, menjadi mubazir. Kondisi ternyata sangat sering terjadi di Indonesia.

Hal tersebut terungkap dalam Global Food Sustainability Index. Diketahui, Indonesia berada di peringkat kedua negara yang suka membuang makanan.

" Berdasarkan Global Food Sustainability Index, Saudi Arabia menempati tempat pertama Largest Food Wasters. Lalu, Indonesia dan US," ujar Arief Daryanto, Direktur dan Peneliti Bidan Ekonomi Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam acara gerakan #MakanBijak Mylanta di The Kasablanka, Selasa 15 Mei 2018.

Kebiasaan buruk yang juga termasuk membuang-buang makanan yaitu menyimpan makanan dengan stok yang berlebihan hingga kedaluwarsa. Efek lainnya adalah penumpukan sampah organik yang kemudian menjadi limbah karena tak diolah dengan tepat.

" Kasus sampah makanan tidak hanya food waste, tapi food loss juga. Kehilangan makanan saat masih diproses untuk sampai ke konsumen. Salah satunya karena kebiasaan membeli makanan segar," imbuhnya.

Tidak hanya menimbulkan citra buruk untuk negara dan penumpukan sampah, kebiasaan ini bisa menyebabkan krisis pangan serta ketimpangan sosial.

 Gerakan Makan Bijak

" Setiap tahunnya, 13 ton makanan terbuang. Angka itu sama dengan jumlah kebutuhan pangan 28 juta penduduk Indonesia. Dan uniknya, jumlah warga tidak mampu di Indonesia adalah 28 juta," kata Annisa Paramitha, Operations Manager Waste4Change.

Selain itu, kebiasaan buruk ini diadaptasi dari pola makan kurang teratur dan penyediaan porsi makan yang besar. Makanan juga sering terbuang karena 'lapar mata'.

" Akhirnya makanannya tidak dihabiskan. Atau, porsi makan di restoran yang sangat besar dan gengsi untuk membungkus makanan," ungkap Arief.

Arief pun mengimbau agar masyarakat Indonesia lebih penuh pertimbangan dalam memesan makanan serta minuman. Lakukan perhitungan yang cermat dan jangan berlebihan. Biasakan di rumah untuk makanan secukupnya. (ism) 

Terkait
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham
Join Dream.co.id