Hati-hati! Konsumi Nasi atau Pasta yang Disimpan 5 Hari Bisa Mematikan

Culinary | Kamis, 7 Februari 2019 09:44
Hati-hati! Konsumi Nasi atau Pasta yang Disimpan 5 Hari Bisa Mematikan

Reporter : Sugiono

Makanan yang tersimpan selama beberapa hari tidak hanya menyebabkan keracunan, tapi juga kematian.

Dream - Suka mengonsumsi nasi atau pasta yang tersimpan selama beberapa hari? Sebaiknya segera tinggalkan kebiasaan tersebut.

Sebab, nasi atau pasta yang tersimpan selama beberapa hari akan mengandung bakteri beracun bernama Bacillus Cereus.

Bakteri yang terkenal dengan sebutan B. cereus bukanlah bakteri langka. Ia bisa hidup di mana pun, mulai dari tanah, makanan, atau bahkan dalam usus.

" Habitat alami B. cereus diketahui sangat luas, mulai dari tanah, hewan, serangga, debu dan tanaman," kata Anukriti Mathur, seorang peneliti bioteknologi di Australian National University, kepada Science Alert.

Bakteri tersebut berkembang biak dengan memanfaatkan nutrisi dari makanan yang jadi tempatnya tinggal. Seperti nasi, produk susu, rempah-rempah, makanan kering dan sayuran.

Beberapa jenis bakteri ini sangat membantu dalam proses pembuatan probiotik. Tetapi sebagian yang lain bisa menyebabkan keracunan makanan jika diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang biak, seperti ketika menyimpan makanan secara salah.

Meski hanya menimbulkan keracunan makanan yang membuat penderitanya mual dan muntah-muntah, bakteri B. cereus juga bisa menyebabkan masalah yang serius.

2 dari 3 halaman

Bisa Mengakibatkan Kematian

Efek mengerikan yang ditimbulkan B. cereus bisa menyebabkan kematian.

Dalam satu kasus yang dilaporkan di dalam Journal of Clinical Microbiology pada tahun 2005 menyebutkan lima anak keracunan makanan setelah mengonsumsi pasta salad yang tersimpan selama empat hari.

Menurut laporan tersebut salad pasta itu dibuat pada hari Jumat, dan dibawa piknik pada hari Sabtu. Setelah kembali dari piknik, salad pasta itu disimpan di lemari es sampai Senin malam, ketika digunakan untuk makan malam anak-anak.

Malam itu juga anak-anak mulai muntah, dan dibawa ke rumah sakit. Tragisnya, anak yang bungsu meninggal dunia sementara yang lain menderita gagal liver tetapi selamat.

Sedangkan sisanya mengalami keracunan makanan ringan dan bisa sembuh dengan minum banyak cairan.

" B. cereus adalah penyebab penyakit bawaan makanan yang terkenal. Jika terjadi kasus yang parah, jarang dilaporkan karena gejalanya biasanya ringan," jelas para peneliti di jurnal itu.

Kebanyakan orang yang sakit karena bakteri B. cereus hanya mengalami keracunan makanan ringan.

" Individu yang terinfeksi bakteri B. cereus akan sembuh sendiri tanpa perawatan. Mereka tidak perlu pergi ke dokter untuk mendapat perawatan," kata Mathur.

Namun, ada kalanya infeksi bakteri B. cereus menjadi penyakit yang serius dan bisa menyebabkan kematian.

" B. cereus dapat menyebabkan kondisi yang parah dan mematikan, seperti keracunan darah dan gangguan imunitas pada bayi, orang lanjut usia, serta wanita hamil," tambah Mathur.

3 dari 3 halaman

Kenapa Bakteri B. Cereus Bisa Mematikan?

B. cereus memiliki kebiasaan buang air besar berupa racun berbahaya ke dalam makanan. Beberapa racun ini sangat sulit untuk dibunuh dengan panas yang biasa dihasilkan oleh microwave di rumah.

Sebagai contoh, salah satu racun B. cereus yang menyebabkan muntah pada manusia disebut emetic toksin. Racun tersebut dapat bertahan pada suhu 121 derajat celcius selama 90 menit.

Dan itu bukan satu-satunya senjata racun yang akan dikeluarkan oleh bakteri B. cereus di tempat di mana mereka berkembang biak.

" Sistem kekebalan tubuh kita juga mengenali racun haemolysin BL yang dikeluarkan oleh B. cereus. Racun ini akan menyebabkan peradangan pada sel-sel tubuh," Mathur menjelaskan.

Menurut riset yang dilakukan Mathur pada tahun lalu menyebutkan racun haemolysin BL menarget dan membuat lubang pada sel-sel tubuh. Akibat serangan racun bakteri B. cereus itu, sel-sel tubuh akan mengalami peradangan dan akhirnya mati.

Untuk mencegah  bakteri yang cukup menakutkan ini tumbuh dengan leluasa, Mathur menyarankan untuk menyimpan makanan di lemari es dan selalu mengutamakan kebersihan dapur.

" Penting juga untuk mencuci tangan dengan benar dan menyiapkan makanan sesuai dengan pedoman kebersihan dan kesehatan.

" Memanaskan sisa makanan dengan benar akan menghancurkan sebagian besar bakteri dan racunnya," pungkas Mathur yang menulis penelitiannya ini di Nature Microbiology.

Sumber: Science Alert

Summer Style 2019
Join Dream.co.id