Mengapa Hidangan Mewah Cenderung Disajikan dengan Porsi Kecil? Yuk Cari Tahu

Culinary | Kamis, 13 Agustus 2020 10:12
Mengapa Hidangan Mewah Cenderung Disajikan dengan Porsi Kecil? Yuk Cari Tahu

Reporter : Mutia Nugraheni

Rupanya, ada beberapa faktor yang menyebabkan restoran mewah menyajikan hidangan-hidangan mahal dengan porsi yang bisa dibilang sangat sedikit.

Dream - Menyantap hidangan di restoran bintang lima Michelin atau di hotel berbintang, tentunya sangat berbeda dengan menikmati makanan di foodcourt. Dari segi menu, harga, pelayanan dan kenyamanan langsung terasa.

Begitu juga porsinya. Mungkin kerap muncul pertanyaan di benak Sahabat Dream mengapa hidangan di restoran berkelas cenderung disajikan sangat sedikit atau porsi kecil. Apakah bikin kenyang?

Rupanya, ada beberapa faktor yang menyebabkan restoran mewah menyajikan hidangan-hidangan mahal dengan porsi yang bisa dibilang sangat sedikit. Berikut beberapa alasannya.

1. Menjaga Kualitas Standar
Alasan pertama dan utama kenapa makanan mewah disajikan dengan porsi kecil adalah upaya restoran dalam menjaga kualitas standar makanan yang sudah mereka tentukan per porsi. Restoran 'high end' biasanya memang gunakan bahan-bahan terbaik untuk menu mereka.

Setiap porsi juga diperhatikan karena biasanya penyajian hidangan dibagi dalam tiga bagian. Hidangan pembuka, utama dan penutup. Bila porsi terlalu banyak, perut tak bisa menampung sampai hidangan penutup.

 

2 dari 7 halaman

2. Harga Bahan Makanan Mahal

Hidangan mewah© Unsplash

Restoran berbintang mereka hanya menggunakan bahan-bahan terbaik, tentunya berbanding lurus dengan harga bahan makanan yang cukup mahal. Untuk itu, mereka menyajikannya dalam porsi kecil, agar menu makanan mereka bisa disesuaikan.

 

3 dari 7 halaman

3. Porsi Kecil Dianggap Elegan

Tren minimalis di kalangan restoran-restoran mewah jadi latar belakang kenapa makanan di sana disaikan dengan porsi kecil. Tak heran kalau mereka mengembangkan konsep bahwa porsi makanan kecil adalah hal elegan.

Cream Soup© Shutterstock

Selain itu, para pengelola restoran mewah percaya kalau para pelanggannya memang datang untuk mencari sensasi makan yang berbeda. Bukan sekadar makan untuk mengisi perut, atau bikin perut kenyang.

 

4 dari 7 halaman

4. Menekankan Fokus Pada Kenikmatan Rasa

Porsi kecil juga dianggap bisa membuat tamu lebih fokus dengan rasa dari menu makanan yang disajikan. Lagi pula, restoran mewah biasanya memang menyajikan setidaknya 3 hingga 4 menu makanan bagi para tamunya.

Selengkapnya baca di Diadona.id

5 dari 7 halaman

Diam-Diam, Cara Inspektur Michelin Menilai Sebuah Restoran

Dream - Predikat Michelin Star pada sebuah restoran jadi hal yang sangat bergengsi. Untuk mendapatkannya, sebuah restoran tak bisa memesan atau sengaja mengkondisikannya.

Penghargaan ini merupakan pengakuan dari para pakar kuliner yang tergabung dalam dewan Michelin Guide. Dengan predikat tersebut, sebuah restoran dijamin bakal terkenal, antreannya mengular, bahkan hingga hitungan bulan.

Diam-Diam, Cara Inspektur Michelin Menilai Sebuah Restoran© Dream

Di Indonesia sendiri ada 6 restoran yang masuk dalam Michelin Star Guide. Satu-satunya yang menyajikan hidangan klasik Indonesia adalah restoran Merah Putih di Seminyak.

Sementara, lima restoran lainnya menyajikan masakan Eropa dan sebagian besar berlokasi di Bali. Bagaimana restoran tersebut mendapatkannya?

6 dari 7 halaman

Inspektur bekerja diam-diam

Dewan Michelin Guide memiliki semacam penilai yang mereka sebut inspektur. Seperti dikutip dari Howstuffwork, para inspektur ini akan datang ke restoran-restoran yang masuk dalam 'radar' dewan secara diam-diam.

Michelin© Shutterstock

Mereka datang layaknya konsumen biasa, membayar dan merasa fasilitas yang ada lalu memberi penilaian. Tak hanya datang sekali, bahkan bisa beberapa kali. Para inspektur ini bekerja khusus untuk Michelin Guide dan pengetahuan kulinernya sudah teruji.

7 dari 7 halaman

4 Penilaian Utama

Dalam menilai sebuah restoran, inspektur ini bakal melihat lima aspek. Yaitu kualitas masakan, penguasaan rasa dan teknik memasak, kekhasan koki dalam masakannya, harga dan konsistensi rasa.

Chef© Shutterstock

Jadi, apa yang dibutuhkan restoran dan koki untuk mendapatkan bintang Michelin yang bergengsi?

" Memasak dengan melibatkan rasa dan sentuhan manusia. Tidak ada proses yang cepat. Koki harus berlatih tahap demi tahap untuk mengasah kemampuan mereka mengolah masakan," Lam Ming Kin, koki / pemilik Longtail, restoran berbintang Michelin di Taipei, Taiwan.

Terkait
Join Dream.co.id