Keren, Ada Wajan HiTech yang Bisa Ukur Kalori

Culinary | Kamis, 27 Februari 2020 08:03
Keren, Ada Wajan HiTech yang Bisa Ukur Kalori

Reporter : Mutia Nugraheni

Bisa jadi solusi bagi yang ingin memasak dengan terukur.

Dream - Wajan apapun bentuknya memiliki fungsi yang sama. Untuk mengolah bahan mentah menjadi masakan yang nikmat memang dibutuhkan keterampilan khusus.

Kini, dengan berkembangnya teknologi dan produk digital, perangkat dapur pun tak ketinggalan. Rupanya ada wajan pintar berteknologi tinggi yang bisa dikoneksi dengan aplikasi.

Hal ini membuat masakan yang sedang diolah bisa diketahui kadar kalorinya, waktu memasaknya yang tepat hingga suhu yang paling pas.

Panci ini bernama SmartyPans kini sedang perbincangan di Amerika Serikat. Penasaran cara kerjanya?

 

2 dari 7 halaman

Terkoneksi dengan Ponsel

Nantinya, panci akan terkoneksi dengan aplikasi di ponsel. Saat memasak, jika berkomunikasi dengan aplikasi SmartyPans, makan resep dapat tercatat. Nantinya resep bisa direplikasi atau dikirim ke teman.

SmartyPans juga bisa menghitung informasi nutrisi dari masakan yang sedang dibuat. Sehingga bisa diketahui secara mudah nutrisi yang terkandung di dalamnya. Sangat pas untuk mereka yang sedang mengurangi sumber makanan tertentu atau malah butuh menambahnya.

Dengan teknologi tinggi, penasaran berapa harganya? Ternyata panci ini harganya US$229 atau Rp3,2 juta. Ukurannya hanya ada satu dengan diameter 10 inci.

Sumber: Apartment Theraphy

3 dari 7 halaman

Kisah Gudeg, Masakan Fenomenal Buatan Prajurit Mataram

Dream - Nangka muda dengan warna cokelat kehitaman disajikan di kuali tanah liat. Begitu legit saat digigit. Disajikan dengan suwiran ayam, telur pindang dan kerecek. Membayangkan sajian gudeg memang bisa langsung memantik selera makan.

 

 Kisah Gudeg, Masakan Fenomenal Buatan Prajurit Mataram© Dream

Menu gudeg kini bisa dengan mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia, meskipun yang otentik berada di Yogyakarta. Sahabat Dream pernah berpikir mengapa menu tersebut dinamakan gudeg?

Jawabannya harus menelusuri sejarah Mataram. Konon, makanan yang menjadi ikon Kota Yogyakarta ini sudah ditemukan pada masa Kesultanan Mataram Islam pertama. Jauh lebih dulu sebelum nama kota Yogyakarta digaungkan.

Saat Kesultanan Mataram Islam hendak didirikan, Panembahan Senopati harus 'babat alas' Alas Mentaok atau membuka hutan belantara untuk memperluas wilayah. Panembahan Senopati memerintah prajurit Mataram dan semua kaum pekerja untuk 'babat alas' yang kelak bernama Yogyakarta ini.

 

4 dari 7 halaman

Banyak Pohon Nangka dan Kelapa di Hutan

Ternyata, di Alas Mentaok tersebut terdapat banyak pohon nangka dan kelapa. Pada saat itu, nangka yang sudah matang langsung dimakan dan kelapa muda juga dijadikan minuman. Nangka muda dan kepala tua tentunya sayang dibiarkan begitu saja.

 Gudeg© Gudeg

Akhirnya nangka muda dan santan yang dihasilkan dari kelapa dimasak dan dijadikan santapan bersama. Banyaknya prajurit dan pekerja pada saat itu, mengharuskan memasak dalam jumlah yang banyak.

Dimasaklah nangka muda dengan santan dari kelapa ditambah gula aren, berbagai macam bumbu, serta rempah-rempah, di dalam kuali besar.

Baca kelanjutan kisah gudeg di Diadona.id

5 dari 7 halaman

Ini Camilan Kampung yang Bikin Lee Seung Gi Blusukan ke Yogyakarta

Dream - Lee Seung Gi, selebritas asal Korea Selatan rupanya sedang ada di Indonesia. Tak ada informasi sebelumnya kalau aktor tampan itu bakal mengunjungi kota Gudeg.

 Ini Camilan Kampung yang Bikin Lee Seung Gi Blusukan ke Yogyakarta© MEN

Seung Gi datang Yogyakarta ternyata bukan untuk menemui para penggemar atau menggelar konser. Ada pekerjaan yang harus dilakukannya, yaitu syuting variety show berjudul " 2 Man Trip" .

Tak sendirian, Seung Gi juga bersama seleb Taiwan, Jasper Liu. Selama di Yogyakarta, dua pria ini menyempatkan cicipi cenil lupis ternama seantero dunia bikinan Mbah Satinem.

6 dari 7 halaman

Lupis Cenil 'Go International'

Mbah Satinem, sang pembuat sekaligus penjual cenil, memang sangat populer bukan hanya di Indonesia, tapi juga berbagai negara. Dagangannya jadi incaran turis asing saat datang Yogyakarta.

Hal ini lantaran serial Netflix berjudul 'Street Food' yang mengulas lupis buatannya yang begitu melegenda di Yogyakarta. Ada potongan video yang tersebar di Twitter, saat Seung Gi sedang membeli lupis Mbah Satinem.

7 dari 7 halaman

Berjualan Cenil Lupis 50 Tahun

Si mbah yang sudah berjualan cenil lupis selama 50 tahun, melayani aktor tersebut dengan sangat ramah. Potongan lupis ditaruh di daun pisang, lalu ditaruh cenil berwarna kemerahan, ditabur kelapa dan disiram gula merah cair.

 Seung Gi© Instagram

Duh, bikin ngilerSahabat Dream sudah pernah mencicipinya? Jangan sampai kalah dengan Seung Gi.


Laporan Rahmi Safitri/ Sumber: Kapanlagi.com

 

 

Terkait
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna
Join Dream.co.id