Jual Segelas Air Putih Rp 2500, Restoran Ini Digerebek

Culinary | Rabu, 27 Januari 2016 08:30
Jual Segelas Air Putih Rp 2500, Restoran Ini Digerebek

Reporter : Eko Huda S

Kedai itu juga menjual segelas es Milo Rp 21.000. Petugas meminta penjelasan, jika tak memberi jawaban akan diseret ke pengadilan.

Dream - Tak jarang kita menemui restoran yang mematok harga selangit. Terutama kedai-kedai di pusat perbelanjaan. Jika sudah begini, kita harus merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk mengisi perut, atau sekadar mengusir haus.

Seperti sebuah gerai kopitiam dan restoran cepat saji di pusat perbelanjaan Selangor, Malaysia, ini. Kedua kedai itu membanderol minuman dengan harga tinggi. Dan tentu saja menjadi keluhan para pelanggan.

Lihat saja, segelas es Milo di kedua kedai itu dijual dengan harga RM 5,9 hingga RM 6,7 atau sekitar Rp 19.000 hingga Rp 21.000. Tak hanya itu, restoran ini juga membanderol air hangat putih 80 sen atau sekitar Rp 2.500.

Para pelanggan melaporkan kedua restoran ini kepada Kementerian Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi, dan Konsumen (KPDNKK) Selangor. Dan petugas dari Kementerian pun menggerebek gerai di mal tersebut.

Petugas memberikan surat peringatan. Kedua resto itu juga diberi waktu seminggu untuk memberi penjelasan tentang harga selangit tersebut. Kedai-kedai ini diminta memberi rincian detail yang membuat harga es Milo dan air hangat dengan harga yang dinilai terlalu mahal itu.

“ Informasi ini diperlukan berdasarkan Pasal 53 dari Undang-Undang,” kata Yusof Bakar, Asisten Direktur Penindakan KPDNKK, mengutip UU Pengendalian Harga Malaysia, sebagaimana dikutip Dream dari New Straits Times, Selasa 26 Januari 2016.

Jika jawaban yang diberikan restoran ini tak memuaskan, maka akan diberikan surat kembali. “ Kegagalan untuk memberikan penjelasan bisa menyebabkan mereka diseret ke ranah hukum,” ujar Yusof.

Di Indonesia, beberapa waktu lalu beredar berita bahwa sejumlah restoran, terutama di kawasan wisata, juga mematok harga selangit. Tapi setelah itu ramai pemberitaan itu, tak diketahui kabar penindakannya.

2 dari 5 halaman

Pengalaman Pahit `Makan Mahal` di Lokasi Wisata

Dream - Netizens Indonesia hari ini sedikit dihebohkan dengan beredarnya 'tagihan maut' alias kuitansi makan super-mahal di lokasi wisata yang berada di wilayah Anyer, Banten. Para pembaca Dream.co.id pun berbagi pengalaman pahit karena 'digetok' penjual. Biasanya, kondisi ini terjadi di lokasi-lokasi kota wisata.

Pembaca setia Dream.co.id ada yang punya pengalaman digetok saat makan di kawasan wisata Monas, Jakarta Pusat. Ada pula yang pernah makan dengan harga tak wajar di Bogor, Jawa Barat.

Seperti apa komentar para pembaca Dream.co.id? Berikut sebagian yang dirangkum:

Bagus Pambudi 
awas juga makan di kawasan kaki lima monas...per mangkuk di hargai 35 ribu...padahal ayamnya ayam lalat..ukuran sebesar lalat...hahaha 

Domba Garut Rajagaluh Rajagaluh 
sama dengan TKI yang pulang naik trepel berhenti di lestoran di paksa suruh makan 1piring nasi ama tempe satu 75ribu coba siapa TKI yg pernah pulang dari saudi yg pernah mengalami seprti ini....

Fhi-tri Bunda Nurinaura 
Gile.....saya jg penah tuh begitu lagi ke tamn topi bogor ada tkg mie aym pake gerobak dekil w kirain harganya 10 ribuan x semangkok taunya mie ayam bakso harganya 30 ribo.mudah mudahn orang2 yg jualn kaya begitu matok harga sesuka udele....ga barokah bangkrt!

Dede Hidayat Web Developer di PT. Walden Global Services (WGS)
Saya juga pernah kejadian, es goyobot harga biasa 3-4rb jadi 8rb sagelas hahaaa, karena ga tanya dlu jadi mau ga mau enak ga enak harus bayar :D

Junaidi Juned · IIKIP PGRI jember
sudah menjadi kbiasaan orang Indonesia pada khususnya yg memiliki restoran di pinggir jalan yg kbanyakan d situ terdapat penumpang bis antar kota atopun antar provinsi. Tak tanggung _tanggung hargax 3 x lipat d bndingkn dg harga d restoran biasax. Sya sudah mngalami sendiri kjadian ini.......

Mas Bjoe Bjoe · UNTUMU (universitas tugu muda)
Di pantai teluk penyu juga ada pedagang yg nakal , harganya ngak sesuai dgn barang yg kita sepakati di awal transaksi . .trus teernyata ikan bakar yg kita terima sudah busuk /berbau tapi sayang nya saya lupa dgn nama warung IKAN BAKAR tersebut...

Dewi Meytha 
Parah smua srba mahal..coba makan d wisata lombok....dah renang situnya....saking banyaknya....udah pemandangan bagus murah meriah pula..hohooo...anyer sok imut

Memang jika perut sudah lapar, tentu kita tidak terpikir lagi untuk memilih-milih restoran, yang terpenting perut bisa terisi. Nah, jika sudah seperti ini usahakan tetap memeriksa daftar harga. Jika restoran tidak mencantumkannya di daftar menu, ada baiknya langsung ditanyakan ke pelayan.

Dengan begitu Anda bisa terhindar kenakalan si pemilik restoran yang mematok harga sesuka hati begitu selesai makan. " Kita mengimbau wisatawan agar masuk ke rumah makan yang mencantumkan lengkap menu beserta harga, kalau tidak, ada jangan makan di situ," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), Serang, Hardomo mengimbau. (Ism)

3 dari 5 halaman

Pengakuan Korban `Dirampok` Bon Makan Anyer

Dream - Kasus rumah makan di Anyer, Banten 'getok' harga seenaknya bukan pertama kali terjadi. Beberapa orang pernah mengaku jadi korban.

Kali seorang pengguna Facebook bernama Abah Choirun Sholeh menceritakan pengalaman pahit makan di Pantai Karang Bolong, Anyer, 1 Maret 2014 lalu.

Dia kena 'getok' harga selangit Rp 515.000 dengan pesanan makanan; 1 Porsi Ikan bakar Rp 180.000, 1 porsi Cumi Saos Tiram Rp 200.000, 1 bakul nasi Rp 40.000, 4 kelapa muda Rp 80.000, dan 1 piring lalapan Rp 15.000.

" Begitu liat harganya Rp 515.000 awalnya ga percaya, mungkin nolnya kebanyakan jadi Rp 51.500. tapi kok masa sih tempat wisata murah banget. Saat tanya ternyata benar totalnya segitu," tulis Abah menceritakan pengalamannya itu di akun Facebook miliknya.

" Niatnya mau seneng jadi kecut gara kejadian itu. Untuk yang mau ke karang bolong ataupun wisata lainnya dimohon hati-hati kalau pergi ke tempat makan dimana pun berada" .

Banyak Makan Korban

Sejumlah rumah makan masakan laut di Anyer ditenggarai banyak tak mencantumkan harga. Yulia, seorang resepsionis hotel di Anyer mengaku sudah banyak yang jadi korban rumah makan getok harga ini.

" Kalau tamu hotel sering kita kasih rekomendasi, ini rumah makan yang harganya wajar. Biar mereka nggak kena tipu. Banyak yang mengeluh soal kena tipu pas makan sea food," kata Yulia saat berbincang dengan Merdeka.com dikutip Dream.co.id, Senin 8 September 2014.

Yulia menambahkan biasanya untuk makan berempat atau berlima dengan lauk ikan, udang dan cumi sekitar Rp 300.000. Menurutnya harga Rp 1 juta yang ramai diposting di Facebook sudah sangat tak masuk akal.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), Serang, Hardomo mengaku telah memberi masukan kepada dinas terkait untuk membuat peraturan agar rumah makan di Anyer mencantumkan lengkap menu dan harga.

Tapi dari asosiasi, lanjut dia, tidak mengontrol lagi. Karena itu tugas dinas terkait, entah dinas pariwisata ataupun dinas perdagangan.

Ia mengimbau wisatawan agar masuk ke rumah makan yang mencantumkan lengkap menu beserta harga. " Kalau tidak ada daftar harga jangan makan di situ," ujarnya. (Ism)

4 dari 5 halaman

"Aduh! Harga Es Tehnya Bikin Jantungan"

Dream - Heboh 'tagihan maut' alias kuitansi makan super-mahal di lokasi wisata yang berada di wilayah Anyer, Banten, masih menjadi perbincangan hangat netizens Indonesia.

Berbagai komentar dilontarkan para pengguna sosial media dan pembaca setiap Dream.co.id. " Aduh, harga es tehnya bikin jantungan," tulis salah satu pembaca setia Dream.co.idmengomentari berita 'makanan mahal' di lokasi wisata.

Banyak dari mereka juga menceritakan pengalaman pahit karena 'digetok' penjual. Ada juga yang berbagi tips agar tidak menjadi korban.

Berikut ini rangkuman komentar pembaca setia Dream.co.id;

Kurnia Lusiana

Jangan malu untuk bertanya sebelum makan...Apalagi di arena PRJ Kemayoran, hati2 tuh...maen getok aja...mending enakk...

Kaynad Putri Rannie

jualan sehari untungnya buat 1thn..jualn begtu gk bklan berkah kbnyakn di sumpain ama pembeli..

Erry Sulistyowati

aq juga pernah digetok begitu. Masa 3 porsi nasi pecel lele + 3 gelas es teh Rp. 180.000,- Gila kan!

Louis Pangly

Teman -teman di Wisata anyer termasuk mahal memang ya, harga makanan tidak Rasional, sedangkan Mereka yg jual makanan dengan cara Memaksa agar kita makan di tempatnya.

Setelah lebaran saya berkunjung ke sana kita bertiga sama anak kecil makan nasi putih 3 porsi | kepiting asam manis 3 porsi, cah kangkung 3 porsi, tempe goreng 3 potong kecil, juice Mangga 3 serta teh tawar 3 gela, setelah di total semuanya Rp2.900.000.

Lain orang lain harga yg jualan agak 'epleng kali ya hehe | itu namanya pemerasan secara halus |mudahan teman-teman yg telah Menjadi korban di perbanyak rezekinya, Amien yra~

Ritha Faedani Eko

minggu kmren jg bru jln k anyer pantai krng bolong 
psen ; Ikan bkar 2 soup cumi 1 cak kangkung 4 udang greng tepung 2 kpiting 1 n minuman.hbisny 1,2 jt..gila..msakny asal" pula..buat pljaran.

5 dari 5 halaman

Tertipu Warung Seafood, Sepiring Udang Rp3,2 Juta

Dream - Teliti menu makanan sebelum memesan. Termasuk harga untuk tiap porsi. Bila kurang jelas, tanyakan secara detail kepada pelayan. Bila tidak, bisa-bisa Anda tertipu menu yang tercetak dengan menarik itu.

Simaklah pengalaman wisatawan di China –yang bermarga Zhu– ini. Dia " tertipu" oleh menu yang dipasang sebuah restoran seafood. Akibatnya, Zhu harus merogoh kocek jutaan rupiah hanya untuk sepiring udang dan beberapa menu lainnya.

Kisah itu bermula saat Zhu berlibur ke wilayah Qingdao bersama keluarga. Pria asal Nanjing ini singgah ke restoran seafood. Seperti di restoran lain, di tempat itu Zhu dan keluarga disodori menu makanan. Foto menu makanan itu sungguh menarik, menggugah selera.

Diamatilah menu itu lekat-lekat. Selain melihat menu, mereka juga melihat harga untuk menyesuaikan isi kantong. Dan terpautlah mata mereka pada menu udang lezat. Mereka melihat jelas tulisan 38 yuan atau sekitar Rp82 ribu. Ah, masih terjangkau. Sejauh itu, tak ada masalah.

Pesanlah mereka sepiring udang dan beberapa menu lain. Dengan lahap mereka santap, termasuk satu piring berisi 40 udang. Mereka habiskan beramai-ramai. Nikmat masih terasa di lidah. Kenyang di perut belum juga turun. Namun mereka harus segera beranjak. Maka dibayarlah pesanan yang telah ludes dimakan itu.

Dan saat menerima bon tagihan, Zhu dan keluarganya terperanjat. Mereka mengamati lekat-lekat bill itu karena merasa ada yang salah. Zhu tak menyangka harus membayar 2.700 yuan atau sekitar Rp5,8 juta untuk pesanan yang telah mereka habiskan. Sepiring udang yang mereka pesan ternyata harganya 1.520 yuan atau sekitar Rp3,2 juta.

Ya, harga Rp82 ribu yang tertera pada daftar menu itu ternyata bukan harga sepiring udang. Yang tertulis itu ternyata harga perekor. Satu ekor udang dihargai Rp82 ribu. Sehingga, Zhu harus membayar satu piring berisi 40 ekor udang dengan Rp3,2 juta. Ditambah menu lain, Zhu harus membayar Rp5,8 juta.

Merasa tertipu, Zhu mendatangi sang pemilik restoran. Dia menanyakan mengapa harga udangnya tak sama dengan yang tertera pada daftar menu. Namun, sang pemilik restoran dengan tenang memberikan penjelasan.

Pemilik restoran itu menunjukkan tulisan dengan ukuran sangat kecil pada bagian bawah menu. Bunyinya: “ harga seafood di atas adalah harga per item.”

Mendapat penjelasan itu, Zhu tetap tak terima. Dia menolak membayar harga yang dinilai terlalu tinggi. Pemilik restoran itu kemudian mengeluarkan tongkat, mengancam Zhu agar mau membayar.

Namun kemudian polisi dipanggil ke restoran utnuk menyelesaikan sengketa itu. Mereka bernegosiasi dan akhirnya Zhu tetap harus membayar dengan harga yang masih dianggap tinggi. Yaitu 2.000 yuan atau sekitar Rp4,3 juta.

Kepada media lokal, sang pemilik restoran mengaku sengaja memasang harga selangit, karena udang-udang yang dijual itu merupakan udang segar, yang baru ditangkap.

Kasus ini dengan cepat menyebar ke media sosial China, Weibo. “ 38 yuan large prawn” menjaditrending topik. Pengguna media sosial China mengecam pemilik restoran dan aparat yang dinilai tak sensitif dengan kasus yang disebut sebagai penipuan terhadap pelanggan ini.

“ Lain kali, jika saya makan di Qingdao, lebih baik bertanya dulu berapa harga tiap butir nasi atau tiap mie atau yang lainnya,” demikian tulis pengguna Weibo, YanchixiaS, sebagaimana dikutip Dream dari Shanghaiist, Kamis 8 Oktober 2015.

Kasus ini bukanlah satu-satunya. Masih ada banyak kasus serupa yang terjadi, termasuk di Indonesia:

Join Dream.co.id