Jarang Diketahui, Begini Efek Pemanis Buatan dalam Camilan Anak-Anak

Culinary | Jumat, 29 November 2019 10:00
Jarang Diketahui, Begini Efek Pemanis Buatan dalam Camilan Anak-Anak

Reporter : Iwan Tantomi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan menyebutkan dampak beberapa pemanis buatan, termasuk jika penggunaannya sampai berlebihan.

Bukan hal yang mengagetkan jika anak-anak suka camilan manis. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang justru bakal merengek ketika tidak diberi makanan manis oleh orang tuanya. Namun, sebagai orangtua, apakah pernah terpikir jika camlan yang disukai si kecil tersebut mengandung pemanis buatan atau tidak?

Apalagi ada banyak jenis pemanis buatan yang sering digunakan dalam produk-produk makanan maupun minuman. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan menyebutkan dampak beberapa pemanis buatan, termasuk jika penggunaannya sampai berlebihan.

Aspartam

Pemanis buatan ini paling banyak digunakan dalam industri makanan. Ciri mudahnya, jika makanan mengandung aspartam biasanya akan memberikan after taste yang tidak pahit, tapi dengan kemanisan sangat tinggi. Bahkan, tingkat kemanisannya setara 60-220 kali gula murni.

Sakarin

Lebih tinggi dari aspartam, Sakarin punya tingkat kemanisan 300-500 kali gula pasir. Walau boleh digunakan, tetapi penggunaan Sakarin menurut BPOM harus dalam takaran wajar, karena bisa menyebabkan obesitas.

Sukralosa

Ada lagi Sukralosa yang punya tingkat kemanisan sebanyak 600 kali gula murni. Selain itu, Sukralosa tidak bisa dicerna tubuh, sehingga tidak berpengaruh dalam gula darah. Sukralosa juga tidak merusak gigi, dan dapat diolah dalam suhu tinggi tanpa mengurangi rasa manisnya.

Siklamat

Di beberapa negara pemanis buatan ini sempat dilarang penggunaannya, tetapi di Indonesia masih diperbolehkan untuk produk pangan dalam batas tertentu. Tingkat kemanisannya setara 30 kali gula pasir.

Itulah beberapa pemanis buatan yang kerap digunakan dalam beberapa produk makanan maupun minuman, termasuk camilan anak-anak. Nah, untuk memastikan apakah camilan si kecil mengandung pemanis buatan atau tidak, Bunda bisa mengeceknya langsung dalam kemasan produknya.

Kabar baiknya, ada lho camilan untuk anak-anak yang dibuat dengan gula asli, seperti Wong Coco MyJelly. Bahkan, untuk memastikannya, produk ini mencantumkan label "dibuat dengan gula asli". Di samping tidak mengandung pemanis buatan, produk tersebut juga tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga benar-benar cocok diberikan untuk buah hati.

Wong Coco

© instagram.com/wongcoco.id

Selain itu, Wong Coco MyJelly juga memiliki bentuk yang unik seperti bintang, sehingga si kecil pasti menyukainya. Sampai-sampai ada karakter MyJelly bernama StarZelly. Bunda pun tidak perlu khawatir si kecil batuk, karena rasa manis MyJelly tidak tertinggal di tenggorokan.

Sementara untuk variannya, Wong Coco MyJelly hadir dalam 5 kemasan. Ada yang isi 5, 15, 30, toples berbentuk bintang isi 25, hingga toples isi 60. Untuk rasa, Wong Coco MyJelly menghadirkan beragam rasa buah, seperti anggur, strawberry, lychee, melon, dan jeruk. Tekstur jelly-nya kenyal, serta berisi nata de coco di dalamnya.

Menariknya lagi, Wong Coco MyJelly akan menghadirkan event Dream Day 2019 dan Muslim Kids Competition 2019. Jangan sampai ketinggalan, ya!

Terkait
Join Dream.co.id