Inovasi dalam Santan Kemasan yang Lebih Tahan Lama

Culinary | Jumat, 30 April 2021 18:14
Inovasi dalam Santan Kemasan yang Lebih Tahan Lama

Reporter : Putu Monik Arindasari

amun dengan teknologi pengemasan santan yang inovatif, produk ini dapat bertahan lebih lama bahkan setelah digunakan.

Dream - Masakan Indonesia memang memiliki beragam cita rasa karena  beragamnya bumbu serta bahan masakan yang digunakan. Salah satu bahan populer yang digunakan pada banyak hidangan Indonesia adalah santan.

Dapat dikombinasikan menjadi banyak hidangan, santan ternyata  merupakan bahan olahan yang tidak dapat bertahan lama. Menurut  food blogger dan Chef Kushandari Arfanidewi, bahan makanan yang terbuat dari perasan daging kelapa yang sudah tua ini cenderung lebih sensitif

“ Kalau kita ngomongin susu kelapa, santan itu salah satu yang paling sensitif. Kalau yang namanya santan sehari aja mungkin juga beberapa kali kulkasnya dibuka tutup sore udah basi lagi,” ujar food blogger yang biasa disapa Kinci ini dalam acara Virtual Gathering 'Kejutan Seru Dibalik Santan Kemasan’ Kamis 29 April 2021.

Sensitivitas santan kelapa ini disebabkan oleh kadar pH serta protein yang cukup tinggi sehingga santan cepat basi ketika kontak dengan udara atau bakteri dari luar. Namun dengan teknologi pengemasan santan yang inovatif, produk ini dapat bertahan lebih lama bahkan setelah digunakan.

2 dari 2 halaman

Diproses dengan Teknologi UHT

Memproses santan dengan teknolog Ultra High Temperature (UHT) perusahaan pengemasan serta pemrosesan makanan dan minuman, Tetra Pak Indonesia menyajikan santan dalam kemasan yang lebih awet sehingga aman untuk digunakan.

Panji Cakrasantana, Marketing Manager, Tetra Pak Indonesia menuturkan santan yang diproses dengan UHT biasanya dipanaskan dengan suhu 144 derajat celcius dalam waktu 4 detik. Proses ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme atau bakteri jahat sehingga umur simpan produk santan dalam kemasan ini menjadi lebih lama.

" Jadi produk santan kelapa ini usia simpannya lebih tahan lama tanpa mengurangi nutrisi serta tekstur santan secara alami," tutur Panji dalam kesempatan yang sama.

Setelah dipanaskan dengan teknologi UHT, santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam kemasan aseptik dari Tetra Pak yang terdiri dari 6 lapisan yang dapat melindungi cairan santan dari sinar matahari serta kontak udara secara langsung

Secara khusus, kemasan aseptik ini memiliki lapisan luar yang berfungsi untuk menjaga produk dari kelembapan serta lapisan alumunium foil yang memproteksi produk dari cahaya serta oksigen atau udara yang dapat merusak produk.

Kemasan santan yang telah dibuka biasanya akan bertahan selama satu bulan di lemari pendingin, tetapi dengan catatan kemasan santan tetap ditutup dengan rapat agar tidak terkontaminasi oleh udara.

Terkait
Join Dream.co.id