Cerita Pebisnis Kuliner Bertahan di Masa Pandemi

Culinary | Jumat, 19 Juni 2020 06:48
Cerita Pebisnis Kuliner Bertahan di Masa Pandemi

Reporter : Dwi Ratih

Bahkan mendatangkan pelanggan baru.

Dream - Masa pandemi yang kita alami bersama membuat para pebisnis termasuk pengusaha kuliner yang mendirikan lapaknya secara offline berpikir cepat agar usahanya tak terjun bebas akibat social dan physical distancing yang diterapkan sejak pertengahan Maret 2020 kemarin.

Salah satu tempat makan dan minum kopi yang ada di sudut kota Makassar, Hubitus Cafe, memutar otak untuk atur strategi agar bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi.

Masuk dalam Merchant Moka, cafe ini menunjukkan resiliensi pada masa pandemi yang dapat mempertahankan cashflow bisnis yang positif.

Cafe dengan rating 4.5 dan 422 ulasan di Google ini memiliki kekuatan produk di minuman kopi, khususnya Pandan Latte, diikuti dengan beragam menu minuman unik lain seperti Dalgona Coffee, Klepon Latte, White Rabbit Latte, dan juga Lotus Biscoff Brown Sugar Bobba, hingga camilan Onde-Onde isi Nutella.

Johannes Giananta Purnadi, Co-founder Habitus Cafe bercerita pada Kamis, 18 Juni 2020 soal strategi dan pengalamannya untuk bertahan dalam tiga bulan terakhir ini. Akrab dipanggil Gian, ia bercerita pandemi ini mulai berimbas sejak memasuki awal April.

“ Kalau begini terus, kita bisa minus penjualan di bulan April,” ujarnya bersama dengan tim.

Tidak ingin kalah dengan keadaan, ia dan tim mulai melakukan market research dan strategi baru.

2 dari 5 halaman

Genjot penjualan dengan open pre-order

 Hubitus Cafe© Hubitus Cafe

Mengikuti peraturan pemerintah, Habitus Cafe tidak menerima konsumen yang makan di tempat, dan hanya melayani take-away, dan pengantaran online.

Namun, melihat perilaku konsumen di Makassar yang ternyata lebih merespons pasar melalui open pre-order (PO), Habitus Cafe pun melakukan open PO, di mana konsumen dapat memesan dan membayar produk sebelum diproduksi.

Ternyata strategi open PO mendapatkan respons positif dan membantu menggenjot pendapatan sehingga tidak terlalu turun.

Melihat kondisi ini, bisa dibilang konsumen masih mencari produk mereka, namun cara  mendapatkan produklah yang berbeda.

“ Bukannya menggaet langganan lama, kami malah mendapat banyak konsumen baru dari sistem open PO,” ujarnya.

3 dari 5 halaman

Promo hemat

“ Pada masa pandemi ini, banyak orang termasuk konsumen kita yang dirumahkan, pasti pendapatan mereka berkurang, jadi kami membuat promo hemat sebagai penarik mereka untuk tetap bisa menikmati produk kami,” papar Gian.

 Hubitus Cafe© Hubitus Cafe

Transformasi di operasional

Seperti kebanyakan bisnis kecil lainnya, di kala penjualan sedang tidak dalam kondisi normal, tentu bahan baku menjadi perhatian para pemilik bisnis. Sulitnya mendapatkan bahan baku dan cara mengontrolnya menjadi dua perhatian khusus di Habitus Cafe.

Sempat kesulitan mencari produk fresh milk, Gian dan tim akhirnya menyiasati optimis dengan mengganti produk tersebut dengan produk lain dengan harga yang lebih terjangkau namun kualitas tetap terjaga.

" Bagi para pemilik usaha, jika kesulitan mencari bahan baku, bisa diganti dengan produk substitusi, syaratnya mudah didapat, rasanya mirip, tapi kualitas tetap dijaga,” ujar Gian.

Selain kualitas, Habitus Cafe juga mengurangi kuantitas persediaan bahan baku. Jika dalam keadaan normal persediaan bahan baku hingga dua minggu, sekarang hanya untuk persediaan seminggu saja.

4 dari 5 halaman

Cepat tanggap di semua saluran komunikasi konsumen

“ Sebagai bentuk customer relationship, semenjak pandemi ini, kita menjadi sangat dan harus fast respond terhadap konsumen, jadi begitu konsumen tanya melalui WhatsApp atau direct message di Instagram, admin akan langsung menjawab,” cerita Gian.

Selain WhatsApp dan Instagram, Habitus Cafe pun memanfaatkan Google My Business, dan banyak konsumen yang bertany.

Menurut Gian, cepat tanggap juga diperlukan dalam media sosial. Mulai dari pengunggahan foto, hingga ulasan konsumen. “ Konsumen kan tidak dapat melihat produk kita, maka harus sering upload foto dan IG Story agar konsumen bisa lihat barangnya seperti apa,” jelasnya.

Selain itu, Habitus Cafe juga sering mengumpulkan ulasan konsumen dan mengunggahnya di IG Story. “ Honest review itu penting, kami biasanya minta feedback langsung ke konsumen, lalu kami upload di IG Story,” tutupnya.

5 dari 5 halaman

Jangan hilang arah

Di kesempatan ini, Gian menyampaikan pesan bagi para pemilik usaha yang sedang mengalami hal sama bahwa pentingnya para pemilik bisnis untuk kembali melihat visi dan misi bisnis sejak awal.

“ Jangan sampai kita lari dari visi dan misi dari awal bisnis ini terbentuk, jangan kehilangan arah meski sedang dalam keadaan sulit,” ujarnya.

Jangan hilang arah dalam artian, jika pemilik bisnis sudah yakin produknya bagus dan memiliki value, maka para pemilik bisnis harus percaya diri akan produknya. Hal ini akan membuat bisnis tidak mudah goyah dalam keadaan sulit sekalipun. (mut)

Join Dream.co.id