Cari Tahu Teknik Meracik Kopi dari Olahan Biji, Rasanya Mantap

Culinary | Rabu, 2 Oktober 2019 13:40
Cari Tahu Teknik Meracik Kopi dari Olahan Biji, Rasanya Mantap

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Ada seni khusus yang dapat meningkatkan cita rasa kopi.

Dream - Hari Kopi Sedunia yang diperingati setiap 1 Oktober disambut meriah oleh masyarakat. Khususnya para penikmat kopi, barista hingga para petani kopi.

Minuman yang berasal dari ekstrak biji kopi ini kerap disajikan ketika bersantai dan menjadi teman ngobrol. Apalagi dengan kedai kopi yang semakin marak bermunculan akhir-akhir ini.

 " Kadang kita butuh kopi untuk mengobrol. Kopi dapat mempersatukan kita dengan mendukung suasana rileks. Tren kedai kopi juga semakin besar. Inilah mengapa Hari Kopi Sedunia menjadi sesuatu yang sangat spesial," ujar Anthony Cottan, Direktur Starbucks Indonesia di acara Coffee Brewing Master Class, Selasa 1 Oktober 2019.

Cara menikmati kopi juga tidak sembarangan. Ada seni khusus yang dapat meningkatkan cita rasa kopi. Semua bermula dari tangan barista yang terampil meracik kopi.

 

2 dari 6 halaman

Memilih Biji Kopi

Kopi terbaik dihasilkan dari bentuk biji kopi yang masih utuh. Sahabat Dream mungkin memilih kopi bubuk karena lebih praktis. Namun rasanya jauh berbeda dari kopi yang diracik langsung dari biji.

 Penikmat Kopi Terbesar Dunia Berasal dari Negara Muslim© MEN

" Kopi lebih baik diolah dalam bentuk masih berupa biji. Rasa dan aromanya masih strong. Jika sudah jadi bubuk, akan masih fresh dalam waktu 2 jam. Lebih dari itu aromanya bisa berkurang," kata Lydia Natalia, Learning and Development Manager Starbucks Indonesia.

Biji kopi memiliki citarasa yang berbeda-beda. Contohnya biji kopi Sumatera yang cenderung sangat kuat dan kaya akan rempah. Ketika membeli biji kopi, pastikan memilih kemasan yang dilengkapi dengan zip lock.

3 dari 6 halaman

Musuh kopi

Udara merupakan musuh biji kopi. Pastikan kemasan tertutup rapat agar tidak ada udara yang masuk dan merusak kualitas kopi. Sahabat Dream juga dapat menyimpan biji kopi di tempat kedap udara. 

 Kopi Luwak Indonesia Dikecam© MEN

" Tapi jangan ditaruh kulkas karena lembap. Semakin lembap, biji kopi akan semakin menyerap udara di sekitar," tegasnya.

 

4 dari 6 halaman

Teknik Mengolah Kopi

Menurut Lydia, proses pengolahan kopi manual brewing saat ini banyak dilakukan dengan teknik pour over. Waktu penyeduhan dan pergerakan air pada permukaan kopi memegang peran penting dalam teknik ini.

 Berapa Gelas Kopi Sebaiknya Diminum Dalam Sehari?© MEN

Tidak heran jika seorang barista sangat teliti ketika menuangkan air seduhan pada dripper. Semakin lambat air dituang, maka proses ekstraksi biji kopi akan semakin maksimal.

" Kelebihan hasil kopi pour over itu rasanya lebih balance. Tapi ukuran gilingan kopinya harus tepat, standar medium. Perhatikan suhu air, lalu kita continous pouring sampai tetes terakhir," kata Lydia

5 dari 6 halaman

Fakta Baru Tren Konsumsi Kopi Orang Indonesia dan Takaran Idealnya

Dream - Indonesia tengah dilanda minuman kopi. Hampir sepanjang jalan kamu pasti melihat muncul kedai maupun kafe kopi dengan konsep unik untuk memanjakan tamunya.

Tren tersebut ternyata bukan isapan jempol belaka. Organisasi Kopi Internasional (ICO) dalam laporan terbarunya mengakui ada lonjakan konsumsi kopi di Tanah Air.

 Ternyata Minum Kopi Menyehatkan Bagi Kesehatan© MEN

Masyarakat di Tanah Air diketahui menghabiskan 4,6 juta bungkus kopi pada tahun 2016. Dibandingkan posisi tahun 2000, konsumsi kopi tersebut meningkat 174 persen dari sebelumnya 1,68 juta bungkus.

Menjamurnya kedai kopi menyumbang peran besar pada peningkatkan konsumsi si minuman pahit ini lebih cepat. Tingkat konsumsi kopi arabika dan robusta dilaporkan meningkat sebanyak 8 persen per tahun.

Survey terbaru dari HonestDocs, platform informasi kesehatan jug amenangkap pola kebiasaan minum kopi masyarakat Indonesia. Survei dilakukan kepada 9.684 orang dengan porsi 35 persen pria dan 65 persen wanita. Responden berusia di antara 18-34 tahun.

Mengutip keterangan tertulis HonestDocs, hasil survei menunjukan 61 persen responden mengaku sebenarnya tidak suka minum kopi. Kategori ini didominasi responden pria. Sisanya 39 persen dari responden hanya menikmati segelas kopi sehari.

Temuan lain menunjukan wanita lebih sering mengonsumsi segela kopi per hari, atau 64,4 persen dari total responden. Sementara mayoritas responden pria menghabiskan 2-3 gelas sehari (21%).

Dilihat dari tempat tinggalnya, jumlah peminum kopi terbanyak berada di DKI Jakarta sebanyak 57 persen, Sumatera Barat (57%), dan Sulawesi Utara (51%).

Survei ini juga juga menemukan tren penikmat kopi perlahan-lahan mulai beralih. Saat ini kopi tak lagi identik dengan minuman orang dewasa. Sebanyak 23 persen remaja berusia 12-17 tahun mengaku sudah minum kopi.

Frekuensi konsumsi juga semakin meningkat seiring pertambahan usia. Sebanyak 23 responen berusia lanjut mengaku minum kopi setidaknya 11 gelas sehari.

6 dari 6 halaman

Takaran yang Pas Konsumsi Kopi

Meningkatkan tren konsumsi kopi tentu menjadi kabar baik bagi para petani atau pemilik kedai kopi. Namun seperti diketahui, konsumsi kopi juga bisa beredek negatif dalam jangka panjang.

Mengutip penelitian PLoS ONE tahun 2015, takaran ideal konsumsi kopi adalah 2-3 gelas per hari. Dengan takaran ideal ini, kandungan antioksidan pada kopi dapat bekerja secara optimal untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh. Tubuh akan terhindar dari risiko penyakit kardiovaskular, gangguan pencernaan, serta kematian dini.

Bahkan, menurut penelitian tersebut, takaran 2-3 gelas atau setara dengan 170-375 mg kafein per hari bisa menurunkan resiko disfungsi erektil.

“ Banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami efek kopi terhadap tubuh. Dengan takaran yang pas, kopi memang dapat menjaga kesehatan, namun kopi yang dimaksud adalah kopi hitam murni yang pekat - bukan olahan kopi yang sudah ditambahkan gula, krim, pemanis buatan, dan sebagainya,” ungkap tim medis HonestDocs.

“ Dengan penelitian ini, kami tim HonestDocs berupaya meningkatkan kesadaran tentang takaran konsumsi kopi yang ideal untuk tubuh, supaya masyarakat bisa mengurangi konsumsi yang berlebihan.”

Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak
Join Dream.co.id