Cara Menyimpan Jahe Agar Lebih Tahan Lama

Culinary | Senin, 30 Maret 2020 06:12
Cara Menyimpan Jahe Agar Lebih Tahan Lama

Reporter : Cynthia Amanda Male

Bisa bertahan beberapa bulan.

Dream - Pandemi Covid-19 membuat semua orang memburu jahe untuk dijadikan sebagai penambah daya tahan tubuh. Namun, membeli jahe dalam jumlah banyak bisa menyebabkan sebagian bahan tersebut lebih mudah membusuk.

Jika tidak ingin jahe cepat membusuk, kamu perlu menyimpannya dengan cara yang tepat.

Dilansir dari Miss Kyra, hal utama yang perlu dilakukan agar jahe bisa lebih lama disimpan adalah membeli dalam keadaan segar.

 Jahe© Shutterstock.com

Jahe segar ditandai oleh permukaan yang halus dan keras. Hindari jahe yang bertekstur lunak dan berkerut.

Setelah membeli, simpan menggunakan kantung kertas dan masukkan ke dalam kulkas. Pastikan jahe tidak terpapar udara atau lembap.

Kamu juga bisa menyimpan jahe ke dalam freezer. Jahe yang beku tidak perlu dicairkan ketika akan diolah. Parutlah jahe untuk disertakan ke dalam hidangan. Cara lain untuk menyimpan jahe adalah merendamnya ke dalam larutan asam.

Kupas jahe dan rendam ke dalam air garam yang terbuat dari rempah-rempah dan cuka atau tetesan lemon. Simpan di dalam toples dan jahe akan bertahan selama 2 minggu.

Kamu juga bisa menghaluskan jahe dan menyimpannya di dalam wadan kedap udara. Simpan ke salami freezer agar bisa bertahan selama beberapa bulan tanpa kehilangan rasanya.

2 dari 6 halaman

Harga Jahe Sampai Kunyit Meroket, Mendag Angkat Bicara

Dream - Sejumlah harga bahan baku pangan kembali melonjak. Misalnya rempah-rempah seperti jahe, temulawak, dan kunyit.

Kandungan curcumin di tiga rempah-rempah itu dinilai bisa menangkal virus corona. 

Dikutip dari Liputan6.com, Kamis 5 Maret 2020, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengaku belum mengetahui harga rempah-rempah tradisional mengalami kenaikan.

" Ya nanti, itu akan kita lihat, saya rasa itu enggak ada yang (naik)," kata Agus di Jakarta.

Dia mengatakan bahan baku pangan tetap akan digalakkan produksinya. Lalu akan terus dipantau hambatan dan diprioritaskan.

" Ini juga kan dalam pantauan," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com)

3 dari 6 halaman

Jahe Merah, Kunyit, dan Temulawak Diburu Warga, Harga Lebih Mahal dari Ayam!

Dream - Munculnya wabah virus corona di Indonesia membuat masyarakat melindungi diri dengan menjaga ketahanan tubuh. Salah satu yang diburu adalah minuman tradisional berbahan rempah-rempah yang diyakini bisa menjaga tubuh selalu bugar. 

Sejumlah bahan rempah seperti jahe merha, kunyit, temulawak langsung menjadi buruan masyarakat. Permintaan yang melonjak tinggi itu membuat harga rempah-rempah tersebut meroket tajam.

Saking tingginya, harga jahe merah, kunyit, dan temulawak melampaui harga jual ayam potong per kilogram. 

“ Sekarang jahe merah, kunyit, dan temulawak jadi rebutan. Khususnya jahe merah, nih, stok pada habis,” kata seorang pedagang di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Rokhmat, kepada Merdeka.com, Kamis 5 Maret 2020.

 

 Jahe Merah, Kunyit, dan Temulawak Diburu Warga, Harga Lebih Mahal dari Ayam!© Dream



Rokhmat mengatakan harga jahe merah meroket dari Rp40 ribu per kg menjadi Rp90 ribu. Harga kunyit juga melonjak dari Rp25 ribu per kg menjadi Rp35 ribu per kg.

Kenaikan dua kali lipat juga terjadi pada temulawak. Rempah ini dijual dari Rp20 ribu per kg menjadi Rp40 ribu per kg.

Harga rempah-rempah ini melebihi ayam potong senilai Rp28 ribu per kg.

“ Jahe merah paling tinggi (kenaikannya),” kata dia.

4 dari 6 halaman

Permintaan Tinggi

Rokhmat mengatakan kenaikan harga terjadi disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat yang tak diimbangi dengan jumlah persediaan yang ada. Biasanya sehari habis 10 kg untuk jahe merah, kunyit, dan temulawak.

“ Sekarang bisa 25 kiloan,” kata dia.

Tingginya harga rempah-rempah dikeluhkan sejumlah pembeli. Seperti Sari yang merupakan seorang ibu rumah tangga, yang memilih untuk mengurangi jumlah pembeliannya agar dapat menghemat biaya pengeluarannya sehari-hari.

Sari berharap agar pemerintah dapat menekan harga jual Jahe merah, kunyit, maupun temulawak, karena ke tiga bahan pangan tersebut merupakan bahan yang sering di konsumsi masyarakat.

" Ya segera turun, kan kita ini gunakan buat masak sehari-hari,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Jahe, Kunyit dan Temulawak Kini Diburu di Online Shop

Dream - Jahe, kunyit dan temulawak merupakan tiga jenis bahan dapur yang mendadak diserbu akibat virus corona. Masyarakat Indonesia meyakini ketiga rempah tersebut bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Penyerbuan bahan rempah ini tidak hanya terjadi di pasar tradisional, tukang sayur atau swalayan. Masyarakat di tanah air juga mulai banyak yang berburu jahe merah, kunyit, dan temulawak di pasar online.

Salah satu mitra community based e-commerce Chilibeli, Aliiya, mengungkapkan banyak ibu rumah tangga di sekitarnya yang menyerbu bahan tersebut.

" Iya (diserbu), sampai stok habis ya. Jahe merah, temulawak," tuturnya dalam Konferensi Pers Chilibeli Hadirkan Solusi Cerdas Berdayakan Ibu Rumah Tangga di UnionSpace, Jakarta Selatan, Kamis 5 Maret 2020.

 Konferensi Pers Chilibeli Hadirkan Solusi Cerdas Berdayakan Ibu Rumah Tangga© dream.co.id/Cynthia Amanda Male

Foto: Konferensi Pers Chilibeli Hadirkan Solusi Cerdas Berdayakan Ibu Rumah Tangga/Dream.co.id

6 dari 6 halaman

Mampu meningkatkan imunitas

Di daerah tempat tinggalnya, Kembangan, pembeli rata-rata memborong 1-2 kilogram bahan dapur yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh itu.

" Teman saya beli sekilo, kayak kunyit beli dua kilo. Padahal untuk mandiri, ibu rumah tangga biasa. Mungkin, karena lagi jaga (imunitas tubuh) juga kali ya."

 ilustrasi jahe & kunyit© shutterstock.com

Meskipun terkadang diserbu sampai habis, pemesanan jahe, kunyit, temulawak dan rempah lain yang diyakini bisa meningkatkan imunitas tubuh tidak terjadi setiap hari.

Ibu rumah tangga masih membeli secukupmya sesuai dengan kebutuhan.

Join Dream.co.id