'Your Inspiration Letter' Bagikan Tiket Umrah Gratis untuk Kamu!

Community | Selasa, 1 Desember 2020 14:30

Reporter : Dwi Ratih

Segera dapatkan!

Dream - Walau menunaikan ibadah umrah dan haji sempat terkendala adanya pandemi Covid-19. Namun, impian pergi ke Tanah Suci tak padam dari semua masyarakat Indonesia.

Seperti kita tahu, menunaikan haji (jika mampu) adalah Rukun Islam kelima yang wajib dijalankan tiap umat Muslim. Memang, untuk berangkat haji tidaklah murah.

Perlu kesiapan lahir dan batin untuk memantapkan hati berangkat haji, termasuk umrah. Lalu, jika sudah punya uang apakah sudah bisa langsung berangkat di tahun itu juga? Belum tentu.

 ilustrasi© Shutterstock

Your Inspiration Letter Bagikan Tiket Umrah Gratis untuk Kamu!
Ilustrasi/Shutterstock
2 dari 5 halaman

Ada tiket umrah gratis buat kamu~

Sahabat Dream harus menunggu giliran atau jadwal keberangkatan haji di tiap tahunnya. Ya, karena ibadah haji cuma ada setahun sekali dan diikuti umat Muslim di seluruh dunia.

Jika Sahabat Dream belum berkesempatan ke Tanah Suci tahun ini atau tahun depan, jangan bersedih. Artinya, kamu bisa menyiapkan segala keperluannya dengan maksimal, bukan?

Sambil menyiapkan itu, yuk ikuti Kajian Eksklusif bersama Ustaz Hanan Attaki dan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BKPH) 'Your Inspiration Letter' pada Selasa, 8 Desember 2020 di Dream.co.id pukul 13.00 WIB sampai selesai.

Spesialnya, akan ada tiket umrah gratis dari BPKH buat Sahabat Dream yang beruntung dengan mengisi data diri lengkap di sini terlebih dahulu.

Yuk, tunggu apa lagi? Jangan sia-siakan kesempatan mendapatkan umrah gratis dari BPKH. Semoga beruntung.

Untuk info pemenang, akan di-update kembali di Dream.co.id ya, so don't go anywhere...

3 dari 5 halaman

Hanya Keperluan Haji, BPKH Jamin Dana Haji Tak Dipakai Bantu Rupiah Menguat

Dream – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan dana haji tetap berada di rekening meskipun pemberangkatan jemaah haji tahun 2020 ditiadakan pemerintah. Lembaga ini juga menjamin dana haji hanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan haji.

Dikutip dari laman BPKH, Rabu 3 Juni 2020, dana haji yang tidak digunakan akan dikonversikan ke dalam rupiah dan dikelola oleh BPKH.

“ Dana konversi rupiah itu sendiri nantinya tetap akan tersedia dalam rekening BPKH yang aman dan dipergunakan dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji,” tulis instansi tersebut.

Kepala BP-BPKH, Anggito Abimanyu, melaporkan dana kelolaan jemaah haji hingga Mei 2020 mencapai lebih dari Rp135 triliun. Dana ini berbentuk rupiah dan valuta asing yang dikelola secara profesional pada instrumen syariah yang aman dan likuid.

Anggito membantah kabar yang menyebutkan dana haji senilai US$600 juta atau sekitar Rp8,62 triliun milik BPKH telah digunakan untuk memperkuat nilai tukar rupiah yang sempat melemh.

 

© Dream
4 dari 5 halaman

Sekadar informasi, pada 26 Mei 2020, dikabarkan pernyataan ini pernah diucapkan di acara internal Halal Bihalal Bank Indonesia.

Pernyataan tersebut adalah bagian dari ucapan silaturahmi secara online kepala Badan Pelaksana (BP) Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kepada Gubernur dan jajaran Deputi Gubernur BI.

Di depan Gubernur dan Deputi Gubernur BI, Kepala BP-BPKH menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H dan memberikan update mengenai Dana Haji, diantaranya Dana Kelolaan, Investasi dan Dana Valuta asing serta kerjasama BI dan BPKH mengenai kantor di Bidakara, pengelolaan Valuta Asing dan rencana Cashless Living Cost Haji dan Umrah.

BPKH mengelola dana kelolaan jemaah haji dalam bentuk rupiah dan valuta asing bekerja sama dengan BI. Hasil pengelolaan valuta asing dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji.

Pernyataan yang dimuat kembali oleh salah satu media online tersebut, telah dimuat dan memberikan kesan ada kaitannya dengan pemberitaan mengenai pembatalan haji 2020 oleh Menteri Agama pada tanggal 2 Juni 2020.

“ Pada tanggal 2 Juni 2020, Kepala BP-BPKH sama sekali tidak memberikan pernyataan terkait dengan Pembatalan Haji 2020, apalagi menyangkut kaitannya dana US$600 juta,” tulis BPKH.

5 dari 5 halaman

Dana Haji Dipertimbangkan untuk Penanganan Covid-19

Dream - Usulan penggunaan dana haji untuk membantu penanganan virus corona muncul saat rapat virtual Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama.

Anggota Komisi VIII Partai Demokrat, Nanang Samodra mengusulkan agar Menteri Agama mengalihkan dana haji untuk penanganan virus corona Covid-19.

Tetapi, usulan itu punya persyaratan. Dana haji bisa digunakan, kata Nanang, ketika pelaksanaan ibadah haji 2020 dibatalkan.

 Dana Haji Dipertimbangkan untuk Penanganan Covid-19© Dream

" Saya khawatir bahwa pelaksanaan ibadah haji ini kemungkinan besar akan tertunda. Alasannya hingga sekarang belum ada tanda-tanda Covid-19 akan menurun," ujar Nanang.

Saat ini anggaran Kementerian Agama tahun 2020 sudah dialihkan untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp2,6 triliun. Anggaran tersebut berasal dari fungsi pendidikan sebesar Rp2,2 triliun dan fungsi agama Rp400 miliar.

" Saya yakin dari ibadah haji juga dimungkinkan akan dapat lebih banyak dari itu, apabila ibadah haji tidak berlangsung atau tidak jadi," ucap dia.

© Dream
Join Dream.co.id