Trik Menyiasati Anak 'Picky Eater' ala Komunitas Ibu Sehat

Community | Jumat, 10 Juli 2020 18:12
Trik Menyiasati Anak 'Picky Eater' ala Komunitas Ibu Sehat

Reporter : Dwi Ratih

Apakah Sahabat Dream pernah mengalaminya?

Dream - Masalah yang sering dihadapi beberapa orang tua adalah anak yang susah makan. Tak jarang mereka melakukan beragam aksi atau trik agar buah hati antusias dengan asupan yang disediakan.

Malas makan pada anak bisa disebabkan beberapa hal seperti tidak doyan dengan suatu menu, rasa makanan tidak pas di lidah anak, atau buah hati termasuk tipe picky eater atau pilih-pilih makanan.

Memiliki buah hati yang picky eater memang bisa membuat pusing. Apalagi jika berlangsung cukup lama. Berat badan si kecil bisa terkena imbasnya. Ya, bobot tubuh tidak akan naik signifikan dalam kurun waktu seiring pertumbuhan si kecil.

Hal ini pun pernah dirasakan mom blogger sekaligus Co-Founder Komunitas Ibu Sehat, Yora Anastasha.

 Yora Anastasha© Yora Anastasha

Yora mengatakan salah satu buah hatinya sempat mogok makan yang mengakibatkan berat badan (BB) kurang dari standar. Karena si kecil yang selektif memilih makanan, anak perempuan Yora itu pun sampai mengalami demam dan langsung dibawa ke Dokter Spesialis Anak (DSA).

2 dari 5 halaman

Apa kata DSA?

Dari diskusinya dengan DSA, Yora mendapatkan perintah agar si anak doyan makan sehngga mengejar BB yang sedikit ketinggalan. Lalu, apa sih tips DSA yang dianjurkan ke ibu dua anak ini?

- Makan besar 3 kali + 2 kali camilan

DSA kasih tips, kata Yora, kalau pemberian makan pada anak yang baik adalah sedikit tapi sering, kalau bisa 5 kali makan besar dengan porsi sedikit-sedikit.

Anak itu nggak seperti orang dewasa yang bisa dipaksa, jadi ada baiknya berikan makan sesering mungkin, ibaratnya ya 'jangan kasih kosong tuh mulut'.

- Jangan kasih susu atau camilan, kalau belum makan besar

Yora mengakui bahwa dirinya suka memberi biskuit beras atau chiki bayi sebagai camilan.

Namun petuah dari DSA, Yora mengganti camilan si kecil dengan udang tepung, dory tepung, terong krispi, kroket, nugget yang saya buat sendiri, pudding susu, roti bakar, pisang coklat dan apapun yang memiliki nilai kalori.

Ada tiga tips menaikkan BB anak lagi yang diterapkan Yora dari DSA, siapa tahu Sahabat Dream juga butuh info ini langsung saja baca lengkapnya di sini.

3 dari 5 halaman

Terapi Ini Diklaim Bisa Bantu Anak yang Susah Makan

Dream - Beberapa anak sangat sulit untuk makan. Hal ini tentunya tak boleh dibiarkan karen akan berdampak buruk pada perkembangan fisik, mental dan otaknya. Untuk itu, masalah susah makan pada anak harus segera dicari solusinya.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan terapi makan. Terapi ini merupakan bentuk terapi fisik yang mendorong anak untuk memperluas konsumsi makanan mereka bukan hanya untuk kesehatan tapi juga kebahagiaan.

Terapi makan ini biasanya meliputi beberapa aktivitas lain, seperti melihat, mencium, menyentuh, mencicipi, dan makanan yang dibutuhkan agar anak terbiasa dengan makanan yang berbeda.

Ada beberapa pendekatan yang berbeda. Dilansir dari Purewow, salah satunya ada metode sensorik oral, yaitu metode yang dapat membantu anak mempelajari makanan mereka dan mengapa mereka harus mencobanya. Seperti apa bentuknya?

4 dari 5 halaman

Pendekatan terapi makan

Pendekatan ini memungkinkan anak berinteraksi dan belajar tentang makanan dengan cara yang menyenangkan dan tidak membuat stres. Contohnya adalah meminta anak mengambil kentang dengan tangan mereka.

Terapi makan bisa sangat membantumu sebagai orangtua untuk menghadapi anak yang pemilih terhadap makanan.

Beberapa alasannya adalah ketika anak benar-benar tertekan oleh tekstur tertentu dari makanan baru, ketika anak tidak bisa menelan sejumlah makanan yang berbeda secara fisik dan ini mempengaruhi pertumbuhannya, dan jadwal makan teratur yang justru membuat anak muntah atau menangis.

5 dari 5 halaman

Manfaat terapi makanan

Untuk anak yang makan kurang dari 20 makanan berbeda, biasanya memiliki riwayat refluks atau muntah ketika mencoba makan dan tidak dapat melakukan transisi ke makanan yang baru pada usia 10 hingga 12 bulan, terapi makan bisa membantu hal ini.

Terapi makan umumnya dilakukan untuk anak di usia antara 10 bulan sampai 5 tahun.

Terapi makan harus dilakukan oleh profesional dan biasanya terapis akan mencoba mengenal anak terlebih dahulu untuk mencari pendekatan yang paling cocok.

Selain itu, terapi makan tidak memiliki efek samping apa pun. Konsultasilah dengan dokter anak jika ingin melakukan terapi ini

Join Dream.co.id