Niat, Tata Cara, Ketentuan, dan Keutamaan Puasa Syawal: Pahala Berpuasa Setahun

Community | Minggu, 24 Mei 2020 06:01
Niat, Tata Cara, Ketentuan, dan Keutamaan Puasa Syawal: Pahala Berpuasa Setahun

Reporter : Arini Saadah

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian ia ikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, ia akan mendapat pahala seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Dream – Lebaran Idul Fitri menandai awal bulan Syawal dan berakhirnya Ramadhan. Bulan Syawal merupakan bulan simbol kemenangan bagi umat Muslim sedunia.

Kemenangan bulan Syawal dilambangkan dengan manusia yang kembali suci seperti bayi, atau kembali ke fitrah. Nah, setelah tanggal 1 Syawal, umat Muslim disunahkan kembali untuk menjalankan ibadah puasa.

Puasa Syawal ini memiliki keutamaan dan keberkahan yang luar biasa. Ummat Muslim dianjurkan untuk puasa selama 6 hari setelah tanggal 1 Syawal, yaitu tanggal 2 hingga 7 Syawal.

Perintah untuk menjalankan puasa Syawal ini tercantum dalam hadis Nabi SAW., yang artinya: “ Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian ia ikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, ia akan mendapat pahala seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)

Berikut penjelasan tentang niat, tata cara, ketentuan, dan keutamaan  puasa Syawal yang dilansir dari berbagai sumber:

2 dari 4 halaman

Niat dan Tata Cara Puasa Syawal

Puasa Syawal tidak diperbolehkan dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal. Namun Rasulullah tidak menentukan kamu akan melakukan puasa Syawal. Karena Nabi hanya menjelaskan jumlahnya yaitu 6 hari.

Selain itu, tidak diperbolehkan puasa pada hari Jumat, apabila tidak diiringi puasa pada hari Kamis dan hari Sabtu. Puasa di hari Jumat hukumnya makruh jika tidak diiringi puasa di hari Kamis atau Sabtu.

Sementara itu, tata cara melakukan puasa ini sama dengan puasa lainnya, yakni dimulai sebelum terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Dianjurkan untuk menjalankan puasa Syawal pada tanggal 2 hingga 7 Syawal.

Berikut ini Niat Puasa Syawal yang dibaca sebelum puasa dijalankan:

 

 Ilustrasi© dream.co.id

“ Nawaitu shouma godin ‘ansittatin min syawaali sunnatan lillahi ta’aalaa.”

Artinya: “ Saya niat berpuasa sunnah enam hari di bulan Syawal karena Allah.”

Apabila kamu menjalankan puasa Syawal dengan tidak berurutan, kamu tetaplah akan mendapat keuatamaannya. Hal ini dijelaskan oleh para ulama Mazhab Imam Syafi’I di bawah ini yang artinya:

“ Namun jika tidak berutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal, setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan. karena seperti itu pun disebut menjalankan puasa enam hari Syawal setelah Ramadhan.”

Nah jika kamu lupa niat ketika hendak menjalankan puasa, dan kamu ingat saat sudah hampir siang, kamu tetap boleh niat puasa dan melanjutkan puasa Syawal. Niat bisa kamu lakukan saat sudah siang, dengan syarat belum makan, minum dan melakukan berbagai hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Nah berikut niat puasa Syawal di siang hari:

 Ilustrasi© dream.co.id

“ Nawaitu shouma hadzal yaumi ‘an adaa’I sunnatis Syawwaali lillaahi ta’aala.”

Yang artinya, “ aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta’ala.

3 dari 4 halaman

Ketentuan Puasa Syawal

 Ilustrasi© Pixabay

Nah untuk menjalankan puasa Syawal, ada beberapa ketentuan yang perlu kamu perhatikan, Sahabat Dream.

Melansir dari umroh.com, berikut ketentuan puasa Syawal:

Pertama, ketentuan pelaksanaan 6 hari bukanlah suatu syarat mutlak. Jika kamu puasa Syawal secara tidak berurutan pun juga tidak masalah. Akan tetapi, semakin cepat kamu menjalankannya, maka akan semakin baik. Hal ini sesuai dengan firman Allah surat Al-Maidah ayat 48, yang artinya:

“ Berlomba-lombalah berbuat kebajikan.”

Selain itu juga terdapat dalam firman Allah SWT., surat Al-Imron ayat 33, yang artinya:

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surge yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”

Selain itu, nabi Musa juga berkata, yang diabadikan dalam kitab suci Alquran surat Thaha ayat 84, yang artinya:

Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridla (kepadaku).”

Maka dari itu menyegerakan puasa Syawal di awal-awal bulan Syawal sangatlah baik. Namun jika kamu tidak menyegerakan juga tidak masalah, menundanya hingga pertengahan atau akhir bulan Syawal.

Dalam hal ini, Imam Nawawi radhiyallohu ‘anhu berkata:

Menurut ulama Syafi’iyah, puasa enam hari di bulan Syawal disunnahkan berdasarkan hadits di atas. Disunnahkan melakukannya secara berturut-turut di awal Syawal. Jika tidak berturut-turut atau tidak dilakukan di awal Syawal, maka itu boleh. Seperti itu sudah dinamakan melakukan puasa Syawal sesuai yang dianjurkan dalam hadits. Sunnah ini tidak diperselisihkan di antara ulama Syafi’iyah, begitu pula hal ini menjadi pendapat Imam Ahmad dan Daud.” (Al-Majmu’, 6: 276)

Ke dua, lantas bagaimana jika kita memiliki hutang puasa Ramadhan namun ingin tetap menjalankan puasa Syawal?

Tentang hal ini, pertama, puasa yang terkait dengan puasa wajib Ramadhan ada dua, yaitu puasa sunnah yang berkaitan dengan puasa Ramadhan seperti puasa syawal. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi saw., yang artinya:

“ Barangsiapa yang melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia ikuti dengan puasa enam hari di bulan syawal, maka dia seperti berpuasa selama setahun.” (HR. Ahmad, Muslim, dan Turmudzi)

Sementara puasa yang tida berkaitan dengan puasa Ramadhan adalah puasa arafah, puasa asyura’, dan puasa sunnah lainnya.

Ke dua, untuk puasa sunnah yang dikaitkan dengan puasa Ramadhan, puasa sunnah ini hanya boleh dikerjakan jika puasa Ramadhan telah dilakukan dengan sempurna, seperti dijelaskan dalam hadist di bawah ini:

“ Barangsiapa yang melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian….”

Kemudian, bagi orang yang memiliki utang puasa Ramadhan tidakdikatakan telah melaksanakan puasa Ramadhan. sehingga, orang yang memiliki utang puasa Ramadhan dan ingin menjalankan puasa Syawal harus mengqada’ utang puasa Ramadhan terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan puasa Syawal.

Di bawah in adalah fatwa tentang wanita yang memiliki utang puasa Ramadhan sementara dia ingin berpuasa Syawal menurut Imam Ibnu Utsaimin:

“ Jika seorang wanita memiliki utang puasa Ramadhan, maka dia tidak boleh puasa syawal kecuali setekah selesai qadha’.”

Sementara itu orang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan dan tetap berpuasa syawal, maka ia tidak mendapat pahala puasa 6 hari di bulan syawal, kecuali setelah selesai mengqadha’. (Majmu’ Fatawa, 19/20).

Ke tiga, puasa sunnah yang tidak berkaitan dengan puasa Ramadhan, boleh dikerjakan selama waktu pelaksanaan qadha’ puasa Ramadhan masih Panjang. Tetapi, jika masa pelaksanaan qadha’ hanya cukup untuk melaksanakan qadha’ puasanya dan tidak memungkinkan lagi untuk melaksanakan puasa sunnah lainnya maka pada kesempatan itu dia tidak boleh melaksanakan puasa sunnah.

Ke empat, niat puasa syawal dan niat qadha’ puasa Ramadhan itu tidak digabungkan. Akerna puasa syawal baru boleh dilaksanakan setelah puasa Ramadhan telah dilakukan secara sempurna.

4 dari 4 halaman

Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

 Ilustrasi© Pixabay

Keutamaan puasa syawal yang pertama adalah puasa syawal ini memiliki pahala yang setara dengan puasa selama satu tahun. Keutamaan ini telah dijelaskan dalam sebuah hadist riwayat Muslim nomor 1164 yang menyebutkan bahwa, " Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh."

Ke dua, keutamaan puasa syawal adalah dapat menyempurnakan ibadah umat muslim. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Ibnu Rajab seperti berikut ini:

" Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan." (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394.)

Ke tiga, keutamaan puasa syawal adalah menjadi tanda diterimanya semua amalan puasa Ramadhan. Ke empat, mendapat ganjaran 10 kali lipat. Ke lima, mendapat pertolongan dari Rasulullah saw., keutaman ini sesuai dengan Hasid nabi saw., yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, “ Siapa yang menghidupkan sunnahku maka sungguh ia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku akan bersamaku di surga.”

Ke enam, keutamaan yang terakhir adalah sebagai tanda meningkatnya iman seseorang. Karena itulah, bulan syawal memiliki arti bulan peningkatan.

Itulah Sahabat Dream, penjelasan tentang niat, tata cara, ketentuan, dan keuatamaan puasa di bulan syawal. Semoga setelah Ramadhan, iman kita semakin kuat dan bisa menjalankan ibadah puasa syawal dengan lancar. Amin.

Join Dream.co.id