Awalnya Terpaksa Mualaf, Lihat yang Terjadi Selanjutnya...

Community | Kamis, 15 April 2021 13:02
Awalnya Terpaksa Mualaf, Lihat yang Terjadi Selanjutnya...

Reporter : Cynthia Amanda Male

Dia memeluk Islam karena pengaruh beberapa pihak, termasuk kenalannya, yang mengatakan Islam dapat menyelesaikan isu bangkrut yang membelenggu hidupnya.

Dream - Amira, 35 tahun, awalnya memeluk Islam karena terpaksa. Namun setelah menjalani dengan sungguh-sungguh, wanita asal Malaysia itu akhirnya merasa tenang hidupnya.

Dia memeluk Islam karena pengaruh beberapa pihak, termasuk kenalannya, yang mengatakan Islam dapat menyelesaikan isu bangkrut yang membelenggu hidupnya.

Namun, tanpa disangka, hidayah yang datang itu mengubah pandangan serta keyakinan terhadap agama Allah SWT ini. Dia merasa lebih tenang dalam menjalani hidup sejak hampir tiga tahun lalu.

Menurut Amira, dia dinyatakan bangkrut pada 2008 setelah mantan suaminya gagal melunasi angsuran bulanan untuk mobil yang dibeli pada awal 2000.

Katanya, dia merasa tidak punya masa depan saat menerima pemberitahuan dari Departemen Kepailitan Malaysia karena menanggung beban ditinggalkan suami, selain menjaga lima anak secara sendirian setelah bercerai pada 2012.

(Sumber: hmetro.com.my)

2 dari 7 halaman

Iseng-Iseng Ikut Puasa Ramadan, Wanita Cantik Ini Akhirnya Mualaf

Dream - Bagi Ayesha Siddiqa, 29 tahun, Ramadhan memiliki pesona tersendiri. Bulan suci bagi umat Islam ini telah mengubah hidupnya.

Dia mengenal Islam dan menjadi mualaf setelah belajar berpuasa Ramadhan.

Kisah hidup Ayesha bermula ketika Ramadan tahun 2013 lalu. Ayesha yang berpindah dari India ke Uni Emirat Arab (UEA) ingin merasakan puasa Ramadhan.

Keinginan ini muncul karena Ayeesha melihat beberapa kawannya menjalankan ibadah puasa. Dia lalu mencoba rasanya puasa bersama dengan beberapa temannya.

" Ramadhan sangat spesial bagi saya karena ini adalah hal pertama yang menarik saya mempelajari Islam. Saya tinggal di sini bersama teman-teman saya dan saat Ramadhan tiba, saya melihat mereka sahur, puasa sepanjang hari, berdoa, dan berbuka bersama di waktu senja. Saya tertarik dan kemudian memutuskan untuk berpuasa dengan mereka," kata Ayesha, dikutip dari laman Khaleej Times.

 Ayesha Siddiqa Dan Suaminya Mohammed Umer
© Khaleej Times

Sejak perkenalan di bulan Ramadhan itu, cinta Ayesha kepada Islam mulai tumbuh. Dia menyebut perkenalan itu sebagai titik balik.

" Cinta untuk Islam berakar di hati saya selama bulan suci ini empat tahun yang lalu. Meskipun saya memulai berpuasa bukan sebagai pemeluk Islam. Kini merupakan Ramadhan ketiga saya sebagai seorang Muslim, Alhamdulillah," ucap dia bersyukur

3 dari 7 halaman

Ubah Penampilan

Perubahan pertama yang Ayesha rasakan setelah memeluk Islam adalah gaya pakaiannya. Dia mengatakan sejak pertama kali mengenal Islam, dia mengenakan pakaian tertutup dan sopan.

Selama mempelajari Islam, ada kisah menarik yang didapatkan Ayesha. Saat Lebaran tiba, dia mempraktikan gerakan sholat.

" Kesalahan pertama saya ialah tidak tahu apa yang akan dibaca di dalamnya," ucap dia.

Ayesha mengatakan dia telah menjadi orang yang jauh lebih disiplin setelah Ramadhan pertamanya.

" Saya belajar nilai berbagi, merawat orang lain, disiplin waktu selama Bulan Suci."

Setelah Ramadhan selesai, Ayesha mulai membaca dan belajar lebih banyak tentang Islam. Dua bulan setelahnya, Ayesha memeluk Islam.

4 dari 7 halaman

Terus Mempelajari Islam

Kini prioritas utama Ayesha adalah terus mempelajari Islam. Dia mengatakan akan memperbanyak amalan setiap Ramadhan datang.

" Percayalah, bulan suci Ramadhan adalah bulan di saat doa-doa Anda dijawab. Dahulu saya meminta Tuhan untuk menormalkan hubungan saya dengan keluarga di India. Di lain waktu, saya meminta kepada Allah untuk seorang suami Muslim yang taat dan Alhamdulillah, saya mendapatkannya."

Kini Ayesha telah menikahi pria Pakistan, Mohammed Umer. Mereka merencanakan pernikahan beberapa bulan sebelum Ramadan datang. Ayesha menolak perbedaan visi politik India dan Pakistan yang kerap memanas.

" Muslim adalah Muslim di manapun di seluruh dunia."

5 dari 7 halaman

"Kalau Kamu Masuk Islam, Lebih Baik Mama Mati"

Dream - Menjadi seorang mualaf menjadi kenyamanan tersendiri untuk si cantik pemilik nama Isya Jeeperson ini. Sejak September 2010, wanita kelahiran Medan, 25 Maret 1992 ini berkomitmen memeluk agama Islam karena ketertarikannya dengan dunia muslim.

" Ini bisa dibilang hidayah. Aku sangat tertarik dengan bahasa Arab dan semua yang diajarkan dalam agama Islam,"  kata anak ketiga dari tiga bersaudara ini kepada Dream.co.id saat ditemui di apartemennya kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan. 

Dukungan lingkungan yang mayoritas muslim juga membuat Isya makin mantap menjadi mualaf. Juga semakin banyak tahu bagaimana Islam itu. " Sekitar bulan sembilan empat tahun lalu alhamdulillah aku resmi muslim," ujar dia. 

Wanita yang lahir dengan nama Marisa Cris Hari Sartika ini mengaku, butuh perjuangan ekstra menjelaskan ke keluarganya di Medan. Penjelasan tentang keputusannya pindah agama.

Mulanya masih diam-diam. " Soalnya mama aku bilang kalau aku masuk Islam lebih baik mama mati. Aku takut nantinya mama marah, jadi stroke," kata Isya. 

Apalagi saat ini tinggal mama seorang. Kekhawatiran dan ketakutan Isya pun dikalahkan dengan rasa yakin dan hati yang mantap untuk mengatakan kejujuran di depan keluarga besarnya.

6 dari 7 halaman

" Mama nangis, diam dan masuk kamar. Tidak sedikit juga keluarga yang berontak supaya aku pindah agama lagi. Tapi walaupun menerima caci-maki aku tetap kuat karena hatiku sudah yakin dan nyaman memeluk Islam," ujar wanita yang disibukan dengan aktivitas di dunia tarik suara ini.

Mantan model majalan remaja ini mengaku, berkat bantuan Allah dan kegigihannya mendalami Islam, keluarga pun berbalik mendukung. Ibarat pepatah sekeras apapun batu karang akan tergerus sedikit demi sedikit dengan air.

" Aku percaya kalau Allah akan kasih jalan. Aku semakin yakin dan terus belajar banyak tanya dengan sesama muslim dan guru spiritualku. Nyari-nyari pengetahuan tentang Islam itu lebih detail lagi. Alhamdulillah sekarang mereka mendukung sekali karena lihat aku serius," ungkap pemain film Azrax ini.

7 dari 7 halaman

Isya menambahkan dukungan yang diberikan dari keluarga membuatnya semakin mantap menjalani kehidupan sebagai mualaf.

" Mama cuma pesan harus serius dan yakin dengan keputusan yang diambil jangan sampai agama jadi permainan. Aku makin yakin menjadi mualaf. Bismillah Allah selalu bersamaku," kata Isya.

Anak dari pasangan almarhum Irian Bakti dan Rosani Ginting ini berharap menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi kebanggaan orang-orang di sekitarnya.

" Bismillah semoga bisa selalu istiqomah. Semua kebaikan yang diberikan Allah aku berusaha selalu mensyukurinya dengan terus mengingatnya di setiap kondisiku. Karena Allah yang membuatku yakin menjalani hidup," harap Isya. 

Join Dream.co.id