8 Program Kampus Merdeka

Community | Jumat, 22 Januari 2021 11:34
8 Program Kampus Merdeka

Reporter : Dwi Ratih

Langkah inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dream - PT. Paragon Technology and Innovation resmi luncurkan Paragon Educational Leadership Program, Kamis 21 Januari 2021.

Program yang dirancang sejak ditetapkannya kebijakan Kampus Merdeka pada awal 2020 tersebut merupakan inisiasi dibidang pendidikan PT. Paragon yang berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama perguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut memiliki tujuan memberikan manfaat dalam memajukan pendidikan di Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“ Paragon percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk kemajuan bangsa yang merupakan tanggung jawab semua pihak. Melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, swasta, institusi pendidikan, masyarakat serta media, akselerasi kemajuan pendidikan Indonesia menjadi semakin progresif," ujar Salman Subakat, CEO Paragon Technology and Innovation pada konfrensi pers virtual.

" Oleh karena itu sebagai korporasi, Paragon ingin turut berkontribusi memajukan pendidikan melalui Paragon Educational Leadership Program; PARAGON-BERMAKNA,” jelasnya.

 Konferensi Pers Paragon© Dream.co.id/Yuni Puspita Dewi

2 dari 6 halaman

Ada 8 program yang diterapkan

Melalui inisiasi PARAGON-BERMAKNA (Bersama Majukan Pendidikan Indonesia), perusahaan manufaktur kosmetik nasional terbesar di Indonesia ini memiliki delapan program yang akan diterapkan.

Program-program itu di antaranya adalah Paragon Internship Program, Paragon Innovation Fellowship, Paragon Master Class, Paragon Inspiring Lecturer, Paragon Joint Research, Novo Club, Paradesa Inspirasi (PARADISE), serta Paragon Scholarship.

Dijelaskan juga saat konferensi pers bahwa program-progam tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dan dosen agar dapat meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi serta dapat memperkuat ekosistem inovasi.

3 dari 6 halaman

Dihadiri beberapa tokoh pendidikan

 Konferensi Pers Paragon© Dream.co.id/Yuni Puspita Dewi

”Bersama-sama kita menciptakan hari esok. Jadi industri mau tidak mau membutuhkan perguruan tinggi dan perguruan tinggi sangat membutuhkan industri, dua duanya membutuhkan," jelas Prof. Ir. Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.

Ia juga mengajak untuk setiap perguruan tinggi dapat menyiapkan sarjana yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dunia kerja dan mengharapkan dunia kerja juga mampu beradaptasi dengan masa depan yang berbasis inovasi, invensi dan kreativitas.

Di acara peluncuran PARAGON-BERMAKNA ini, turut hadir beberapa tokoh yang berkecimpung di dunia pendidikan seperti:

- Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si selaku Rektor Telkom University
- Prof. Dr. Arif Satria, SP, MSi selaku Rektor Institut Pertanian Bogor
- Akbar Adhi Utama, ST., MA., Ph.D selaku Direktur Sarjana Kewirausahaan SBM ITB

Kehadiran Akbar Adhi Utama, ST., MA., Ph.D di sini juga sebagai perwakilan dari Perguruan Tinggi yang memaparkan kesiapan dari masing-masing Perguruan Tinggi dalam menyambut kebijakan merdeka belajar-Kampus Merdeka serta kolaborasi yang akan dijalankan ARAGON-BERMAKNA.

(Laporan: Yuni Puspita Dewi)

4 dari 6 halaman

Guru Sampoerna Akademi Mendunia

Dream - Sebagai yayasan peduli pendidikan di Indonesia, Sekolah internasional di Jakarta, Sampoerna tak main-main memfasilitasi pengajarnya untuk terus berpikir kritis dan berinovasi.

Salah seorang tenaga pendidiknya baru saja mendapatkan penghargaan bertaraf internasional dari lembaga nonprofit yang berpusat di Massachusetts.

Kristin Abt, guru Bahasa Inggris dan Biologi di Sampoerna Academy Medan, menerima penghargaan dari Bow Seat Ocean Awareness Program.

Lembaga ini menjalankan misinya tentang kepedulian terhadap lingkungan terutama konservasi laut dan biotanya. Kristin Abt mendapatkan penghargaan Educator Innovation Award atas kerja kerasnya dalam mengajar siswa-siswanya secara kreatif dan efektif.

Selain itu, tenaga pendidik satu ini mengajarkan tentang pentingnya konservasi laut dan masalah yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. Menjadi “ pelayan” planet yang dihuni oleh manusia saat ini adalah hal penting.

" Ketertarikan keberlangsungan lingkungan yang seimbang menuntunnya saya memberikan pendidikan yang “ nyata” terhadap siswa-siswanya. Terlibat dan berpartisipasi langsung melihat masalah konservasi di Indonesia," ujar Kristin Abt, Kamis 14 Januari 2021.

Ajang ini spesial karena mempertemukan berbagai ilmu pengetahuan. Beberapa keuntungan lainnya adalah mendorong anak-anak lebih berani menyampaikan pendapatnya, berpikir kritis, berkomunikasi dengan lebih baik, menyampaikan ide secara terstruktur, dan menghargai seni sebagai mahakarya yang universal.

5 dari 6 halaman

Ia juga mengajak guru-guru lain di sekolahnya untuk bekerja sama menemukan karya terbaik. Mereka mengadakan lomba kecil-kecilan di sekolah, sehingga ditemukan beberapa karya siswa yang bisa didaftarkan di kontes Bow Seat.

Menurut Linda Cabot, Founder dan Presiden Bow Seat, Kristin Abt telah berhasil mengajak anak-anak berpartisipasi dan menyampaikan idenya untuk masalah yang dihadapi laut di Indonesia.

" Visinya sejalan dengan komitmen Bow Seat dalam mengatasi masalah lingkungan dan komunikasi yang kreatif. Kami sangat mengapresiasi kinerja Kristin Abt dalam mengajak anak-anak didiknya berpartisipasi secara berani," tutur dia.

Untuk inovasi dan kerja kerasnya tersebut, Kristin Abt mendapatkan hadiah tunai sebesar USD 750 atau sekitar Rp10,5 juta, selain penghargaan yang dianugerahkan.

6 dari 6 halaman

Sekadar diketahui, Educator Innovation Award, merupakan acara penghargaan untuk tenaga pengajar di seluruh dunia yang diselenggarakan Bow Seat Ocean Awareness Program.

Kontes ini secara istimewa dan khusus ditujukan kepada tenaga pengajar di seluruh dunia yang mengajak generasi muda untuk peduli dan terlibat dalam mengatasi masalah lingkungan, terutama tentang konservasi laut.

Bow Seat mengundang seluruh anak muda di penjuru dunia untuk belajar dan menilik lebih dalam tentang hubungan aktivitas manusia dengan kondisi lautnya melalui seni.

Hingga hari ini, Bow Seat telah memberikan hampir USD 400.000 atau sekitar (Rp5,6 milair) kepada bakat-bakat kreatif anak muda di seluruh dunia. Puluhan ribu anak muda dari seluruh penjuru dunia telah berpartisipasi dalam acara ini sejak 2011. 

Join Dream.co.id