Sering Dianggap 'Alami', Memakai Bedak Bayi di Wajah Kulit Dewasa Bisa Berakibat Negatif

Beauty | Kamis, 22 September 2022 07:47

Reporter : Cynthia Amanda Male

Produk perawatan khusus bayi tidak selamanya cocok untuk kulit orang dewasa.

Dream - Pemakaian bedak bayi pada wajah orang dewasa banyak diyakini sebagai perawatan kulit natural agar terbebas dari produksi minyak berlebih saat beraktivitas. Keyakinan itu tak lepas dari pemikiran bahwa produk bayi menggunakan bahan kimia yang cenderung aman bagi semua jenis kulit.

Namun apakah keyakinan tersebut benar adanya? Benarkah penggunaan skincare bayi untuk perawatan kulit orang dewasa benar-benar efektif seperti yang disangka?

 Memakai Bedak Bayi© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Untuk beberapa orang, keyakinan itu mungkin benar karena penggunaan skincare bayi tidak memberikan efek tertentu pada wajah mereka. Tapi sebagian lagi beranggapan berbeda.

Dokter spesialis kulit dan kelamin yang menyediakan jasa konsultasi lewat akun TikTok @dr.indah_ termasuk kelompok yang menilai bedak bayi tidak selamanya aman untuk kulit wajah orang dewasa.

Memiliki hampir 84 ribu pengikut di TikTok, dokter Indah mengungkapkan alasannya mengapa bedak bayi tak selamanya cocok untuk kulit orang dewasa.

Sering Dianggap Alami, Memakai Bedak Bayi di Wajah Kulit Dewasa Bisa Berakibat Negatif
Memakai Bedak. (Source: Shutterstock)
2 dari 7 halaman

Menurutnya, kandungan Zinc oxide dalam bedak bayi bisa menyebabkan kulit kering. Selain itu, serbuk bedak bayi juga bisa menyebabkan beruntusan akibat penyumbatan pori-pori. Itulah mengapa kulit justru bisa bermasalah dan tidak terawat meski menggunakan produk perawatan khusus bayi.

Lebih lanjut, Indah menyarankan untuk menerapkan perawatan kulit dasar, seperti pemakaian pembersih, pelembap, serta tabir surya yang sesuai jenis kulit masing-masing.

" Ga selamanya yg terlihat " alami" dan simple itu baik untuk kulitmu," tegasnya dalam unggahan tersebut. Berkonsultasilah pada dokter kulit jika ingin mendapatkan perawatan yang tepat.

3 dari 7 halaman

Kelamaan di Toilet Sebabkan Kulit Kering, Ini Penjelasan Dokter

Dream - Sebagian orang sering berlama-lama di kamar mandi. Tidak sedikit orang yang menganggap waktu mandi dan buang air besar merupakan momen tepat untuk me time atau menyendiri.

Akhirnya, sebagian orang membawa ponsel, koran, buku, atau gadget lainnya, untuk menghabiskan waktu sendiri di toilet. Padahal, menurut dokter kulit, Melyawati Hermawan, berlama-lama di toilet bisa berdampak buruk bagi kulit.

" Jangan 'nongkrong' di WC sambil bawa hp. Kadar kelembapan di WC lain dengan ruangan biasa. Jadi, kondisi ruangannya bisa menyerap kelembapan kulit dan kulit pun jadi lebih kering," tutur Melyawati dalam peluncuran Bio-Oil Skincare Oil (Natural) 125ml di Veranda Hotel, Jakarta Selatan, Kamis 15 September 2022.

 Ilustrasi Kulit Kering© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Selain membuat kulit kering, kebiasaan tersebut juga bisa memperparah stretch marks. Terutama, jika kamu mandi terlalu lama atau menggunakan air di atas suhu 360 Celsius.

" Biasakan mandi jangan pakai air panas. Minyak alami kulit akan terkikis dan makin gampang muncul stretch marks. Pakai air yang suhunya mirip suhu tubuh, sekitar 36 derajat. Mandinya juga nggak perlu terlalu lama," katanya.

Jika kulitmu terasa kering setelah mandi atau akibat terpapar AC terlalu lama, gunakan sabun yang mampu meningkatkan serta menjaga kelembapan kulit.

Jangan lupa juga menggunakan pelembap, minyak, atau lotion segera setelah mengeringkan badan dengan handuk lembut. Sehingga, kulitmu pun tidak akan sensitif, lembap, serta tidak terlalu cepat mengalami penuaan maupun muncul stretch marks.

4 dari 7 halaman

Tips Memilih Tabir Surya Sesuai Jenis Kulit, Jangan Banyak Alasan Lagi Ya

Dream - Siapa di antara kamu yang hanya memakai tabir surya ketika pergi ke pantai atau beranang saja? Harus diakui memang tidak sedikit perempuan yang malas menggunakan tabir surya.

Sahabat Dream pasti juga mengetahui jika sering membiarkan kulit terpapar sinar matahari tanpa perlindungan tabir surya akan membuat kulit mudah kusam dan mengalami hiperpigmentasi. Dalam jangka panjang, kulit akan lebih cepat mengalami penuaan dan bisa terserang kanker kulit dalam jangka panjang.

Sayangnya, efek samping yang sudah diketahui banyak perempuan tersebut tak lantas membuat mereka terbiasa menggunakan tabir surya secara rutin.

Biasanya, seseorang malas menggunakan tabir surya karena enggan melakukan perawatan kulit terlalu banyak. Ada pula yang beralasan kurang nyaman dengan tekstur produk yang lengket. Beberapa orang juga memiliki jerawat atau komedo setelah memakai tabir surya.

Sebetulnya alasan-alasan itu bisa kamu singkirkan dengan mengetahui terlebih dahulu langkah dasar memilih tabir surya agar sesuai dengan jenis serta kebutuhan kulitmu. Dikutip dari unggahan Dokter Kulit, Dian Pratiwi, berikut tips memilih tabir surya sesuai jenis kulit.

5 dari 7 halaman

Kulit Kering

 Memakai Tabir Surya© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Kulit kering membutuhkan kelembapan ekstra dengan tekstur yang cukup tebal dan tetap ringan di wajah. Kamu bisa menggunakan tabir surya dengan tekstur balm atau rich cream yang mengandung gliserin, hyaluronic acid, serta ceramide.

Kulit Berminyak

Umumnya, orang yang memiliki kulit berminyak tidak nyaman menggunakan tabir surya karena teksturnya lengket. Akhirnya, menyebabkan komedo atau beruntusan. Maka dari itu, gunakan tabir surya bertekstur gel atau lotion yang ringan dan mudah menyerap. Dian juga menyarankan untuk menggunakan chemical sunscreen yang memiliki tekstur lebih kering. Sehingga, lebih nyaman dipakai untuk waktu yang cukup lama.

6 dari 7 halaman

Kulit Normal

Jenis kulit ini lebih mudah memilih produk sesuai dengan kebutuhan kulit. Kamu bebas memilih tekstur serta formula yang sesuai dengan kondisi kulitmu selama tabir surya mengandung minimal SPF 30 serta minimal PA ++.

Kulit Sensitif

Meski kulit sensitif seringkali sulit menemukan produk yang cocok. Tapi minimal, kamu bisa memilih tabir surya dengan kriteria tertentu, seperti formula yang ringan, bebas pewangi, maupun pewarna. Berbanding terbalik dengan kulit berminyak, gunakan mineral sunscreen yang mengandung titanium dioxide atau zinc oxide.

Kulit Berjerawat

Tabir surya yang cocok untuk kulit berjerawat biasanya memiliki tekstur gel atau berbahan dasar air. Tentunya, kamu harus menggunakan produk berformula ringan, bisa membantu mengatasi jerawat, menenangkan kulit, serta bersifat non-comedogenic.

7 dari 7 halaman

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh Doc Dian - Dermatologist (@drdianpratiwi)

 

Join Dream.co.id