Puasa Bikin Lebih Awet Muda, Benar Enggak?

Beauty | Minggu, 9 Mei 2021 15:20
Puasa Bikin Lebih Awet Muda, Benar Enggak?

Reporter : Dwi Ratih

Peneliti Jepang membuktikan secara ilmiah.

Dream - Salah satu ibadah yang sangat dimuliakan, penuh hikmah, dan disyariatkan Islam, adalah berpuasa. Seperti yang terkandung dalam Alquran bahwa tujuan berpuasa adalah membentuk pribadi Muslim yang bertakwa kepada Allah SWT.

" Yakni, mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya." (Qs Al-Baqarah ayat 183).

Namun, menahan rasa haus, lapar, dan hawa nafsu, sejak subuh hingga maghrib ternyata tak cuma membawa kebaikan terhadap aspek rohani tetapi juga jasmani.  Bukan sekadar anggapan, hal itu dibuktikan peneliti asal Jepang bernama Profesor Yoshinori Ohsumi.

Melansir Brightside.me, Profesor Yoshinori Ohsumi membuktikan secara ilmiah bahwa puasa dapat membawa dampak baik bagi kesehatan.

Peraih nobel di bidang Ilmu Fisiologi atau Kedokteran ini menemukan, puasa berkaitan erat dengan autophagy.

Ohsumi menemukan kunci untuk 'mengaktivasi' proses autophagy pada sel ialah kondisi kekurangan nutrisi. Di sisi lain, berpuasa membuat otak menerima sinyal bahwa tubuh sedang kekurangan makanan dan mencari-cari makanan yang tersisa dalam tubuh.

2 dari 3 halaman

Begini prosesnya

Selama proses ini, tubuh harus terbebas dari makanan atau minuman minimal selama 12 jam, sesuai dengan durasi berpuasa umat Muslim pada umumnya.

Sedikit saja makanan yang masuk ke tubuh sebelum 12 jam dapat membuat proses autophagy terhenti. Autophagy merupakan istilah Yunani yang berarti 'memakan diri sendiri'.

Secara ilmiah, autophagy dikenal sebagai kemampuan sel dalam tubuh untuk memakan atau menghancurkan komponen tertentu di dalam sel itu sendiri.

Dengan autophagy, sel dapat dapat mengisolasi bagian dari sel yang rusak, mati, tidak bisa diperbaiki, terserang penyakit maupun terinfeksi.

Setelah mengisolasi bagian yang bermasalah, sel kemudian menghancurkan bagian tersebut menjadi sesuatu yang tidak membahayakan dan melakukan daur ulang untuk menghasilkan energi dalam sel.

3 dari 3 halaman

Harus rutin dilakukan

Dari mekanisme ini, komponen-komponen sel yang rusak akan dibangun dan diperbaharui kembali.

Tak hanya itu, autophagy juga berkontribusi dalam perkembangan embrio hingga pencegahan dampak negatif dari proses penuaan.

Manfaat dari ibadah berpuasa ini sebaiknya tak hanya dirasakan saat Ramadan saja. Ibadah puasa sunnah yang rutin juga akan merangsang terjadinya proses autophagy lebih sering sehingga tubuh jadi lebih sehat.

Join Dream.co.id