Hati-Hati! Risiko Kanker Payudara Serang Kamu yang Hobi Mengecat Rambut

Beauty | Sabtu, 7 Desember 2019 07:00
Hati-Hati! Risiko Kanker Payudara Serang Kamu yang Hobi Mengecat Rambut

Reporter : Cynthia Amanda Male

Baca penjelasan lengkapnya di sini.

Dream - Tidak dapat disangkal bahwa mewarnai rambut sangat menyenangkan bagi sebagian orang. Apalagi jika kamu termasuk orang yang cepat bosan dengan penampilan.

Mereka bisa bereksperimen dengan semua jenis warna yang akan memberi tampilan yang sama sekali baru. Tetapi penelitian terbaru menemukan fakta cukup menakutkan.

Disebutkan bahwa wanita yang menggunakan pewarna rambut permanen atau pelurus rambut kimia meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Penemuan ini berdasarkan pada survei pada sekitar 50 ribu perempuan kulit putih dan Afrika-Amerika.

 

2 dari 5 halaman

Risiko Kanker Payudara Naik 30%

Selama delapan tahun para peneliti di National Institutes of Health memantau kebiasaan mereka mewarnai atau meluruskan rambut.

 shutterstock

Peneliti menemukan bahwa mereka yang menggunakan pewarna rambut permanen secara teratur, sembilan persen lebih mungkin untuk mengalami kanker payudara, dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Sementara mereka yang melakukan pelurusan rambut berbahan kimia setiap lima hingga delapan minggu kali mengalami peningkatan risiko kanker payudara sebanyak 30 persen.

 

3 dari 5 halaman

Ada 5.000 Bahan Kimia

Menurut peneliti bahan kimia yang digunakan dalam pewarna rambut dapat meresap melalui kulit kepala. Sedangkan asap kimianya juga bisa terhirup saat mewarnai rambut.

 shutterstock

Produk pewarna rambut mengandung lebih dari 5.000 bahan kimia, beberapa di antaranya diduga bersifat karsinogenik pada hewan, lapor National Cancer Institute.

Para wanita yang berpartisipasi dalam penelitian ditanya tentang penggunaan pewarna rambut dan pelurus rambut kimia.

4 dari 5 halaman

Wanita Berkulit Gelap Lebih Berisiko

Para peneliti kemudian mengamati siapa dari mereka yang menderita kanker payudara setelah menggunakan pewarna dan pelurus rambut.

Wanita Afrika-Amerika yang menggunakan pewarna permanen setiap lima hingga delapan minggu sekali memiliki 60 persen peningkatan risiko kanker payudara.

 shutterstock

Sedangkan delapan persen di antaranya dimiliki wanita kulit putih.

Ini mungkin karena produk rambut yang digunakan orang Afrika-Amerika memiliki bahan kimia yang berbeda atau karena mereka lebih cenderung menggunakan pewarna warna gelap - yang memiliki konsentrasi bahan kimia yang lebih tinggi.

 

5 dari 5 halaman

 shutterstock

Campuran bahan kimia yang diterapkan pada rambut, terbuat dari formulasi di mana karsinogen formaldehida adalah bahan aktifnya.

Di sisi lain, para peneliti menemukan sedikit atau tidak ada peningkatan risiko kanker payudara untuk penggunaan pewarna semi permanen atau sementara.

Penelitian ini tidak menyebutkan bahwa penggunaan pewarna rambut bisa memicu kanker payudara.

Peneliti hanya mengatakan bahwa pewarna rambut permanen dan pelurus rambut kimia meningkatkan risiko kanker payudara.

(Sumber: World of Buzz)

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id