4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Sabun

Beauty | Jumat, 28 Februari 2020 08:14

Reporter : Cynthia Amanda Male

Sabun yang mengandung terlalu banyak pewangi dapat membuat kulit iritasi dan kering.

Dream - Ketika sabun mandi telah habis, biasanya kita akan mencari produk baru yang bisa membuat tubuh wangi seharian.

Padahal, sabun yang bisa membuat tubuh wangi seharian belum tentu dapat menyehatkan kulit. Bahkan, sabun yang mengandung terlalu banyak pewangi dapat membuat kulit iritasi dan kering.

 ilustrasi sabun© shutterstock.com

Lalu kalau bukan wanginya, apa yang seharusnya diperhatikan ketika memilih sabun?

Menurut Educator & Trainer Mundipharma, Mery Sulastri, ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan ketika membeli sabun.

" Pilihlah skin friendly soap seperti sabun yang pH-nya sesuai dengan kulit," tuturnya di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 27 Februari 2020.

 

4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Sabun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Pilihlah sabun berbahan natural dan aman untuk kulit

Kulit memiliki pH sekitar 5,5-6,5. Sedangkan kulit kelamin memiliki pH sekitar 3,5-4,5. Lain halnya ketika sedang haid, pH area kewanitaan mengikuti pH darah, yaitu 7,4.

Sabun yang sesuai dengan pH kulit mempertahankan pertumbuhan flora normal. Flora normal bertugas untuk menjaga kesehatan kulit secara alami.

 ilustrasi sabun© shutterstock.com

Setelah memperhatikan pH, lihatlah kandungannya. Hindari kandungan SLS dan paraben yang mampu mengikis kelembapan kulit serta menyebabkan iritasi.

Berhati-hatilah dengan sabun yang dapat membuat kulit lebih kesat. " Biasanya, SLS yang membuat sabun itu terasa kesat di kulit," katanya.

Pilihlah sabun berbahan natural dan aman untuk kulit. Gunakan sabun yang mampu membuat kulit terasa lebih lembap dan sudah tersertifikasi halal.

3 dari 5 halaman

Pemakaian Sabun Mandi di Area Kulit Sensitif

Dream - Beberapa area kulit memiliki sensitivitas. Buat bagian kulit yang lebih sensitif diwajibkan untuk kamu merawat lebih ekstra, termasuk pada kulit kelamin.

Banyak sabun yang diperuntukkan khusus area tersebut agar terhindar dari jamur maupun bakteri. Padahal menurut Spesialis Kulit dan Kelamin, Inneke Jane, area kelamin tidak membutuhkan perawatan maupun sabun tertentu.

" Sebenarnya nggak perlu perawatan khusus karena Tuhan sudah menciptakan sedemikian rupa sehingga ada bakteri, jamur dan kelenjar tertentu yang kalau jumlahnya seimbang, area kelamin akan tetap normal," ujar Inneke di Youth & Beauty Clinic, Jakarta Selatan, Senin 23 September 2019.

4 dari 5 halaman

Jangan Berlebihan

Kondisi kulit kelamin mulai tidak seimbang ketika lembap dan jamurnya semakin banyak, atau saat area tersebut terlalu bersih serta bakterinya mati.

Oleh karena itu, disarankan untuk tetap membersihkan area kelamin dengan cara yang tidak berlebihan agar tetap lembap.

" Untuk membersihkannya nggak ada yang khusus sih. Ada yang enggak pakai sabun sama sekali, dibersihkan doang. Pakai sabun mandi juga nggak apa-apa, asal enggak perih atau terlalu over," tuturnya.

 shutterstock© shutterstock.com

 

 

5 dari 5 halaman

Celana Dalam yang Serap Keringat

Selain membersihkan secara teratur, pemakaian celana dalam maupun pantiliner juga harus diperhatikan. Penggunaan pantiliner secara berlebihan juga tidak bagus.

" Dokter selalu mengingatkan untuk pakai celana dalam yang menyerap keringat, tapi kalau dilapisi pantiliner kan enggak menyerap," pungkas Inneke.

Join Dream.co.id