Tiap Hari Meraung di Jalan, Ternyata Seribuan Mobil Mewah Tunggak Pajak Rp48 M

Automotive | Rabu, 18 September 2019 17:36
Tiap Hari Meraung di Jalan, Ternyata Seribuan Mobil Mewah Tunggak Pajak Rp48 M

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mulai dari Aston Martin sampai Rolls Royce

Dream – Anda tentu kerap melihat mobil-mobi mewah berseliweran di jalanan Jakarta. Namun siapa sangka, lebih dari seribu di antara mobil-mobil mewah itu ternyata menunggak pajak. 

Tak tanggung-tanggung, jumlah tunggakan pajak ribuan mobil-mobil keren yang kerap meraung-raung di jalanan itu mencapai puluhan miliar.

Menurut Kepala Unit Penyuluhan dan Layanan Informasi Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Hayatina, tunggakan pajak mobil mewah di Jakarta mencapai Rp48,68 miliar.

“ Nilai secara keseluruhan maksudnya segitu Rp48,68 miliar. (Ada) 1.461 kendaraan mobil mewah,” kata Hayatina, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 18 September 2019.

Ribuan kendaraan mewah penunggak pajak itu terdiri dari mobil-mobil mewah dengan jumlah yang bervariasi. Misalnya, Aston Martin sebanyak 12 unit, Land Rover 108 unit, Lamborghini 22 unit, sampai BMW 188 unit.

Tunggakannya pun berbeda-beda. Misalnya, tunggakan Aston Martin mencapai Rp875 juta. “ BMW Rp4,2 miliar, Toyota Rp3,1 miliar, Land Rover Rp3,1 miliar, Rolls Royce Rp1,6 miliar,” kata dia.

Meskipun begitu, ribuan mobil mewah tersebut tetap mendapatkan keringanan pembayaran tunggakan pajak hingga akhir 2019. Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta memang sedang memberikan diskon keringanan pajak hingga Desember 2019.

Sementara itu, Hayatina mengaku belum mengetahuisecara detail penunggakan pajak untuk motor gede atau moge di Jakarta.

2 dari 8 halaman

Keringanan Bayar Pajak

Sebelumnya, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Faisal Syafruddin menyatakan akan memberikan keringanan pembayaran beberapa objek pajak berupa penghapusan sanksi atau denda hingga akhir 2019.

" Keringanan pengurangan pokok pajak daerah untuk beberapa jenis pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak kendaraan bermotor (PKB), dan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2)," kata Faisal di Jakarta.

Dia menjelaskan untuk wajib pajak yang nunggak untuk BBNKB dan PKB sampai dengan tahun 2012 mendapatkan potongan pokok pajak sebesar 50 persen. Sedangkan tahun 2013 sampai 2016 ada potongan pokok pajak sebesar 25 persen.

Untuk penunggak PBB-P2 untuk tagun 2013-2016 mendapatkan potongan pokok pajak sebesar 25 persen. Kemudian sanksi administrasi juga dihapuskan untuk penunggak pajak BBNKB, PKB dan PBB-P2.

Sementara itu, untuk penunggak BNNKB, PKB dan PBB-P2 sejak tahun 2017 dan seterusnya akan dihapuskan denda pajakanya saja. Sedangkan pokok pajaknya tetap dibayarkan secara penuh.

" Kebijakan ini dilaksanakan mulai tanggal 16 September 2019 sampai dengan 30 Desember 2019," ucapnya.

Karena hal itu, Faisal mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan momentum kebijakan keringanan pajak ini. Sebab, mulai tahun 2020 penagihan dan penegakan hukim terhadap penunggak pajak akan dilakukan secara berkala.

(Sumber: Liputan6.com/Ratu Annisa Suryasumirat)

3 dari 8 halaman

Mampu Beli Mobil Rp53 M, Anak Orang Kaya Mengeluh Pajak Kemahalan

Dream – Pajak kendaraan biasanya jadi pertimbangan saat hendak membeli mobil? Semakn besar kapasitas mesin, pajak yang harus dibayar akan lebih mahal. 

Faktor pajak seharusnya sudah jadi perhatian bagi setiap orang. Dan kalang berduit tentu sudah mengetahuinya saat mereka memutuskan membeli  sebuah mobil mewah. 

Tapi hal itu tak berlaku bagi pria bernama Ding Chen. Dia seorang putra tiapan yang tinggal di Kanada. 

Ding diketahui telah membeli mobil supercar seharga US$3,8 juta. Anehnya, dia baru mengeluh saat mengetahui pajak mobil mahal itu harus dibayar senilai US$680 ribu atau Rp9,57 miliar.

 Mampu Beli Mobil Rp53 M, Anak Orang Kaya Mengeluh Pajak Kemahalan

Dikutip dari Shanghaiist, Sabtu 20 April 2019, Chen menjadi berita utama di Kanada setelah mengeluh tagihan pajak yang besar. Harga mobil Bugatti Chiron ini seharga US$3,1 juta atu Rp43,62 miliar dan belum termasuk pajak.

Mobil itu dibeli di Vancouver, Kanada, dengan kartu kredit sang ayah, Chen Mailin.

Masalah baru muncul saat Ding mendapat surat tagihan. 

 

4 dari 8 halaman

Kaget Waktu Tagihan Pajak Datang

Ding mendapat banyak tagihan yang lumayan banyak, yaitu pajak jasa federal senilai US$157 ribu (Rp2,21 miliar) dan pajak daerah US$522 ribu (Rp7,34 miliar).

Dengan tambahan pajak itu, tagihan yang harus dibayar taipan itu senilai US$3,8 juta (Rp53,47 miliar).

Dia mengunggah bukti faktur itu ke Instagram dan dijadikan story.

 Anak konglomerat curhat pajak mobilnya terlalu besar.

“ Pajak-pajak. Hatiku terasa lelah,” tulis Chen di IG story-nya.

Sayangnya, akun Instagram Chen telah dihapus.

5 dari 8 halaman

Beruntungnya Anak Ini

Beruntung Chen. Ayahnya bisa membeli barang-barang yang mewah.

Sang ayah, Mailin, dulunya seorang peternak itik. Kini, dia memiliki perusahaan di Tiongkok.

Pada 2015, pria ini mendapatkan perhatian publik karena membeli salah satu rumah paling mewah di Vancouver. Harganya senilai US$40 juta (Rp562,83 miliar).

Melalui akun Instagram-nya, Chen junior telah memanfaatkan uang ayahnya dengan baik di Kanada. Dia mengunggah foto-foto jam tangan mewah, supercar, dan jet pribadi dengan namanya di bagian ekor.

Menilai dari akun Instagram-nya, Chen yang lebih muda telah memanfaatkan uang ayahnya dengan baik di Kanada, memposting foto-foto jam tangan mewah, mobil mewah, dan jet pribadi dengan namanya di bagian ekor.

6 dari 8 halaman

Tinggal di Gang Sempit, Si Pria Kaget Tunggak Pajak 3 Mobil Mewah

Dream – Banyaknya penunggak pajak kendaraan mewah membuat petugas kantor pajak kendaraan, Samsat, harus sering “ berburu”. Kali ini, petugas Samsat di Jakarta menyambangi kediaman salah satu penunggak pajak mobil mewah.

Dalam bayangan orang awam, pemilik mobil mewah biasanya tinggal di sebuah rumah besar dengan areal parkir luas. Namun saat menyambangi sebuah rumah di Taman Sari, Jakarta Barat, ilustrasi itu buyar seketika. 

Temuan mengejutkan ini terjadi kala petugas Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menyambangi rumah seorang pria diduga pemilik tiga mobil mewah. Namun petugas terkejut saat melihat rumah `pria tajir` itu.

 Tinggal di Gang Sempit, Si Pria Kaget Tunggak Pajak 3 Mobil Mewah

Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 30 Januari 2019, alamat rumah penunggak pajak itu berada di rumah berukuran 3x3 meter persegi. Rumah itu berada di gang sempit di daerah Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat.

Yang lebih mengejutkan, si pemilik rumah, Abdul Manaf, mengaku tak pernah merasa memiliki mobil mewah. “ Mobil mewah saya nggak punya,” kata Abdul.

Dari catatan petugas, Abdul dan keluarga memiliki tiga mobil mewah. Satu mobil atas nama Abdul, dan sisanya milik istri dan anaknya, Zulkifli. Kendaraan yang dimiliki Mercedes, Harrier, dan Bentley.

Tercatat bahwa mobil Zulkifli, yaitu Bentley, yang menunggak pajak selama empat bulan. Jumlahnya mencapai Rp100 juta.

7 dari 8 halaman

Modus Pinjam KTP?

Abdul mengatakan pernah meminjamkan KTP kepada orang lain. Orang ini berjanji akan memberikan imbalan berupa uang Rp125 ribu.

Bapak ini tidak mengenal si peminjam KTP.

“ Nggak kenal. Katanya pinjam KTP, fotokopi, terus kasih sembako,” kata dia.

Petugas pun meminta Abdul untuk menandatangani surat pemblokiran kendaraan. Hal ini bertujuan agar pemilik bisa melakukan bea balik nama atas kendaraan.(Sah)

8 dari 8 halaman

Ini Videonya

 Ini Videonya       Advertisement         Ironis, Petugas Temukan Alamat Penunggak Pajak Mobil Mewah di Gang Sempit di Jakbar - Liputan 6 Pagi

Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo
Join Dream.co.id