4 Pelanggaran Pengendara Mobil yang Pasti Terpantau CCTV e-Tilang

Automotive | Minggu, 17 November 2019 08:01
4 Pelanggaran Pengendara Mobil yang Pasti Terpantau CCTV e-Tilang

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Apa saja?

Dream - Penggunaan sistem penilangan elektronik atau elektronik traffic law enforcement (e-TLE) diharapkan membuat pengendara kendaraan bermotor lebih berhati-hati. Untuk tahap awal, tilang elektronik ini menggunakan kamera-kamera CCTV yang diletakkan di Jalan M. H. Thamrin dan Jalan Merdeka Barat.

Dikutip dari Garda Oto, Senin 18 November 2019, Saat ini, Polda Metro Jaya menambah 10 kawasan baru yang telah diberlakukan e-TLE, misalnya di Jembatan Penyeberangan Orang MRT Bundaran Senayan, JPO Polda Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata, dan Jembatan Penyeberangan MRT di dekat Kementerian PANRB.

Malah, Polda Metro Jaya menginformasikan akan ada penambahan sejumlah 45 kamera CCTV seperti di Kota Tua--Blok M, Grogol--Pancorn, dan Jalan Rasuna Said--Jalan Prof. Dr. Satrio.

Dari implementasi e-Tilang dan kamera CCTV, rupanya ada beragam jenis pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor.

Beberapa pelanggaran yang akan ditilang melalui pengamatan CCTV adalah mobil yang menerobos lampu merah, pengemudi yang bermain ponsel, dan sabuk pengaman tidak dipakai. Ada juga pelanggaran ganjil genap yang dilakukan pengendara.

Polda Metro Jaya juga mengimbau 3 dari 10 area bisa menangkap kendaraan yang melanggar batas kecepatan.

2 dari 6 halaman

Begini Cara Urus Tilang Elektronik

Dream – Tilang elektronik resmi berlaku untuk kawasan Jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta. Pengawasan pun kali ini lebih ketat.

Pengendara mobil yang kedapatan tak memakai sabuk pengaman dan bermain ponsel ketika berkendara, siap-siap mendapatkan surat tilang.

Kalau terkena denda tilang elektronik, bagaimana cara mengurusnya?

Tahapan pertama mekanisme tilang ini adalah polisi memverifikasi kendaraan yang tertangkap kamera CCTV. Setelah itu, polisi mengirim surat konfirmasi bersama foto bukti pelanggaran.

Nantinya, pemilik kendaraan memverifikasi apakah kendaraan yang “ terciduk” itu kendaraannya atau bukan.

 Begini Cara Urus Tilang Elektronik

 

Setelah menerima surat konfirmasi, pelanggar harus mengonfirmasi melalui www.etle-pmj.info apakah dia melanggar lalu lintas atau tidak. Pelanggar diberi waktu lima hari untuk melakukan konfirmasi.

“ Kalau memang tidak benar, ada respons dari pemilik kendaraan itu bahwa ‘Oh, ya, memang benar saya’ (atau) ‘Bukan saya’, sehingga kami mengirim tilangnya nanti sesuai siapa yang melanggar,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusuf, di Jakarta.

Menurut Yusuf, ada kode pembayaran virtual melalui PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero). Denda tilangnya dibayar melalui bank dan tidak akan mengikuti sidang. Dengan begitu, masalah selesai.

" Kalau pelanggar mau sidang karena merasa tidak bersalah, ada waktu tujuh hari," kata Yusuf. Pelanggar juga bisa membayar secara manual di Posko ETLE di Pancoran, Jakarta Selatan.

3 dari 6 halaman

Duh, STNK Bisa Diblokir

Sahabat Dream perlu mengingat bahwa denda tilang elektronik ini harus dibayar. Jika tidak, nantinya STNK kendaraan akan diblokir. “ Kalau belum, berarti nanti ada pemblokiran,” kata Yusuf.

Dikutip dari Liputan6.com, Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman, mengatakan blokir surat-surat kendaraan akan dilakukan jika tak ada konfirmasi setelah surat diberikan. Kalau sudah diblokir, pemilik kendaraan tak bisa membayar pajak dan melakukan pengubahan identitas.

Jika maksimal 14 hari tidak ada konfirmasi, atau sudah konfirmasi tapi dendanya tidak dibayar maka STNK nya akan diblokir di Samsat. Jadi tidak bisa bayar pajak dan tidak bisa ubah identitas sampai dia melunasi," kata dia.

4 dari 6 halaman

Main HP saat Nyetir di Jalur Thamrin-Sudirman, Siap-Siap Ditilang!

Dream – Penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan sistem kamera pengawas/CCTV mulai berlaku sejak kemarin, Senin, 1 Juli 2019. Aturan tersebut baru diberlakukan untuk pengendara roda empat ke atas.

Dikutip dari Liputan6.com, aparat penegak hukum telah memasang kamera CCTV yang tersebar di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. Ada 12 CCTV yang siap mengidentifikasi pengendara yang melanggar.

“ Hari ini mulai berlaku. Secara umum Ditlantas Polda Metro Jaya sudah mengembangkan kemampuan utility dari kamera yang ada dan menambah perluasan penempatan kamera analitik menjadi 12 kamera yang tersebar di 10 titik di Jalan Sudirman Thamrin," kata Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman, di Jakarta.

 

 Main HP saat Nyetir di Jalur Thamrin-Sudirman, Siap-Siap Ditilang!

 

Arif mengatakan pengendara wajib waspada saat ini. Apalagi, kalau pengendara kedapatan tak menggunakan sabuk pengaman dan bermain ponsel ketika sedang menyetir.

“ Kalau beberapa waktu lalu, kamera hanya bisa mendeteksi pelanggaran traffic lane dan melanggar markah, sekarang bisa lebih jauh di atas itu, seperti tidak menggunakan sabuk pengaman dan bermain ponsel ketika sedang berkendara,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Surat Konfirmasi

Sistem ini bekerja secara otomatis, kata Arif. Pelanggar nantinya akan diberikan surat konfirmasi ke alamat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Dalam waktu 14 hari sejak diberikan surat, pemilik wajib memberikan konfirmasi.

“ Kamera ini bekerja full automatic jadi bekerja secara otomatis dan mengidentifikasi kendaraan secara otomatis,” kata dia.

Arif mengatakan kamera ini membantu petugas untuk mengumpulkan data. Petugas tinggal memverifikasi apakah benar foto yang ditangkap kamera CCTV, lalu menerbitkan surat konfirmasi kepada alamat kendaraan.

Apabila memang melakukan pelanggaran, pengendara wajib membayar denda sesuai kesalahan yang dilakukan.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

6 dari 6 halaman

1 November, e-Tilang Berlaku di Lokasi Ini

Dream - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai melakukan penindakan terhadap pada pelanggar aturan lalu lintas yang tertangkap CCTV sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) pada 1 November 2018. Hal ini seiring dengan berakhirnya masa uji coba sistem tersebut.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, mengatakan pihaknya telah menggelar sosialisasi penerapan E-TLE mulai 1 Oktober. Sedangkan pada 1 November nanti tindakan diberlakukan di sepanjang Jalan MH Thamrin-Sudirman.

" Tujua (sosialisasi) supaya nanti mengetahui proses E-TLE ini akan berlangsung pada tanggal 1 November sudah dilaksanakan penindakan," kata Yusuf, Senin 15 Oktober 2018.

Yusuf menuturkan sistem ini akan merekam seluruh jenis kendaraan. Baik itu kendaraan Polisi, TNI, kendaraan dinas pemerintah dan kendaraan pribadi.

" Mobil dinas sama semuanya pasti ditindak tapi penindaknya kalau Polri ada Propam. Propam yang suruh nindak, kita kasih datanya seperti ini," ujar dia.

Hingga kini, Polisi terus menyempurnakan sistem E-TLE agar tidak mengalami kendala saat penerapan. Sejauh ini, kata Yusuf, belum ada kendala teknis berarti yang dijumpai.

" Kalau kendala teknis sedikit paling masalah listrik. Tapi untuk jaringan di sini tidak ada kendala," kata Yusuf.

Terkait dengan kendaraan yang sudah dibeli namun belum dibalik nama, Yusuf berharap pemilik kendaraan atau penjual segera melapor ke Samsat (Sistem Administrasi Satu Atap). Sehingga jika terjadi pelanggaran tidak ada yang merasa dirugikan.

" Kalau kendaraan dipindahtangankan berarti kan mereka harus konfirmasi atau klarifikasi. Mereka harus melapor juga kepada Samsat terdekat sehingga nanti di situ bisa diubah datanya, data kendaraan tersebut," ucap dia. (ism)

Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik
Join Dream.co.id