Studi: Demensia Bisa Diprediksi dari Perilaku Mengemudi

Automotive | Minggu, 16 Mei 2021 09:20

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ternyata, mengemudi bisa jadi penanda kondisi pada tubuh manusia.

Dream – Potensi demensia dan gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment/MCI) bisa menyerang siapa saja. Ini sebagai akibat seringnya tubuh melakukan aktivitas fisik. 

Sebuah penelitian mengungkapkan temuan demensia ternyata bisa dikenali dari perilaku menyetir kendaraan. Perilaku dalam berkemudi dapat menjadi alat untuk mendiagnosis tubuh mengalami demensia. 

Dikutip dari Carscoops, dalam artikel diterbitkan jurnal Geriatricks, demensia dan MCI dapat diprediksi secara konsisten menggunakan data mengemudi dan informasi demografi.

“ Berdasarkan variabel yang berasal dari data mengemudi naturalistik dan karakteristik demografi dasar seperti usia, jenis kelamin, ras/etnis, dan tingkat pendidikan, kami bisa memprediksi gangguan kognitif ringan dan demensia dengan akurasi 88 persen,” kata penulis studi, Sharon Di, seperti yang diberitakan oleh New Atlas.

Studi: Demensia Bisa Diprediksi dari Perilaku Mengemudi
Sebuah Studi Menemukan Bahwa Perilaku Mengemudi Bisa Mendeteksi Demensia Dan Gangguan Kognisi Ringan. (foto: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Begini Studinya

Studi ini menggunakan data dari The Longitudinal Research on Aging Drivers (LongROAD), yang melacak 3 ribu pengemudi usia lebih tua hingga empat tahun. Hasilnya, 33 subjek didiagnosis dengan MCI dan 31 dengan demensia.

Kemudian, tim melatih serangkaian model pembelajaran mesin untuk mendeteksi kondisi medis berdasarkan perilaku mengemudi subjek.

Namun demikian, masih banyak pekerjaan yang harus dlakukan. Meskipun modelnya 88 persen akurat dengan informasi demografis, tingkat akurasi hanya 66 persen.

Itu disebabkan oleh usia yang merupakan faktor pertama pendeteksi MCI dan demensia. Namun, hal ini bisa terbantu oleh data mengemudi.

3 dari 3 halaman

Bisa Jadi Alat Screening?

Tim meneliti orang yang mengemudi sejauh 15 mil/24 km dan waktu tempuh. Tak hanya itu, mereka jua meneliti jumlah pengereman keras yang dilakukan. Pengereman ini juga menjadi salah satu indikator yang berguna untuk melihat apakah ada demensia/MCI.

Penulis senior, Guohua Li, mengatakan data lebih banyak dibutuhkan. Hal ini disebabkan oleh MCI dan demensia dalam studi LongROAD masih sedikit.

Guohua mengatakan studinya menemukan bahwa perilaku mengemudi naturalistic bisa digunakan untuk penanda komprehensif dan andal untuk gangguan kognitf ringan dan demensia.

“ Kalau divalidasi, alogritma yang dikembangkan ini bisa memberi alat screening baru untuk mendeteksi dini dan pengelolaan kognitif ringan dan demensia pada pengemudi yang lebih tua,” kata dia.

Terkait
Join Dream.co.id