Deretan Negara yang Berambisi Setop Penjualan Mobil Bensin dan Diesel, Selain Indonesia

Automotive | Rabu, 13 Oktober 2021 14:47

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Negara mana saja, ya, Bun?

Dream – Pemerintah serius untuk mewujudkan komitmen net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat dari target. Sebagai bukti keseriusannya, Pemerintah sedang menyusun peta jalan untuk menghadapi beragam tantangan serta risiko perubahan iklim pada masa mendatang.

“ Transformasi menuju net zero emission menjadi komitmen bersama kita paling lambat 2060,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, pada diskusi “ Road to COP26: Tekad Generasi Muda Indonesia Mencegah Perubahan Iklim dan Mendukung Energi Bersih di Jakarta”, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu 13 Oktober 2021.

Salah satu yang dilakukan adalah menyetop penjualan mobil konvensional—berbahan bakar bensin atau diesel—pada 2050. Pemerintah juga meningkatkan jumlah kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia sebanyak 2 juta unit untuk mobil dan 13 juta unit untuk sepeda motor pada 2030. Kebijakan-kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan target nol emisi.

Bicara tentang penyetopan kendaraan konvensional, Indonesia tidak sendirian. Ada juga negara-negara lainnya yang akan menyetop penjualan dan operasional kendaraan berbahan bakar BBM.

Deretan Negara yang Berambisi Setop Penjualan Mobil Bensin dan Diesel, Selain Indonesia
Mulai 2050, Indonesia Bakal Menyetop Penjualan Mobil Konvensional. (Foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Negara Mana Saja?

Dikutip dari berbagai sumber, ada negara-negara yang melarang penjualan kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel. Misalnya, Inggris. Negara ini berencana melarang penjualan pada 2030 untuk mobil, van, dan kendaraan berukuran besar berbahan bakar bensin dan diesel.

Selanjutnya, Jepang. Negara ini juga akan melarang penjualan mobil baru bermesin bensin pada tahun 2030. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung kendaraan hybrid dan mobil listrik.

Amerika Serikat pun tak ketinggalan untuk menerapkan larangan penjualan mobil berbahan bakar konvensional. Pada 2035, negara ini melarang penjualan mobil dan light truck yang minum bensin.

Di Eropa, selain Inggris, Perancis juga akan menghentikan penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel. Kebijakan ini berlaku mulai 2040 untuk mewujudkan bebas emisi karbon pada 2050.

3 dari 5 halaman

Genjot Mobil Listrik, Negara Ini Beri Subsidi Rp123 Juta Perunit

Dream – Rusia terus mendorong penggunaan mobil listrik. Negara itu bahkan siap memberikan subsidi untuk mobil listrik mulai tahun depan.

Dikutip dari Electrive, Kamis 12 Agustus 2021, nantinya, konsumen akan menerima subsidi senilai 25 persen dari harga mobil listrik yang dibeli. Maksimal subsidi yang diberikan senilai 625 ribu rubel (Rp122,49 juta).

 

 Genjot Mobil Listrik, Negara Ini Beri Subsidi Rp123 Juta Perunit© Dream

 

 

Pemerintah Rusia membidik bisa menyalurkan 1 miliar paket subsidi mobil listrik. Rusia ingin menggenjot penjualan kendaraan listrik.

Negara itu dinilai ketinggalan memperkenalkan kendaraan listrik. Ada sebanyak 45 juta mobil di Rusia, tapi baru 11 ribu yang masuk kendaraan listrik.

4 dari 5 halaman

Proyek Mobil Listrik Tertunda

Kepala Departemen Kementerian Ekonomi Rusia, Maxim Kolesnikov, mengatakan, saat ini tidak ada kendaraan listrik yang dibangun di Rusia. Ada startup di Rusia yaitu Zetta yang berencana akan membangun kendaraan listrik.

Sedianya, proyek tersebut digarap tahun ini, tapi tertunda beberapa kali. Bahkan, belum jelas apakah nantinya mobil kecil tiga pintu itu akan mendapatkan subsidi atau tidak.

Bicara tentang subsidi, katakan satu mobil listrik kecil harganya 550 ribu rubel (Rp107,79 juta). Jika mendapatkan susbidi 25 persen atau 137.500 rubel (Rp26,95 juta), harga mobil yang dibeli konsumen menjadi 412.500 rubel (Rp80,84 juta).

 

5 dari 5 halaman

Targetkan 220 Ribu Mobil Listrik Tahun 2030

Rusia menargetkan 10 persen dari mobil yang diproduksi negara ini adalah kendaraan listrik, sekitar 220 ribu unit pada 2030.

Negara ini “ ngebut” untuk mencapai target itu. Misalnya, Moskow yang berencana untuk membeli bus listrik ke depannya. Kendaraan listrik itu akan digunakan sebagai moda transportasi masa depan di sana.

Selain itu, perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, berencana untuk membangun pabrik baterai.

Terkait
Join Dream.co.id