Selain Esemka, Ini 8 Proyek Mobil Nasional yang Pernah Dibuat Sejak 1975

Automotive | Senin, 3 Januari 2022 10:36

Reporter : Sugiono

Bekerja sama dengan investor asing, berbagai jenis mobil nasional sudah dibuat anak bangsa sejak tahun 1970-an. Beberapa mobnas itu bahkan masih ada yang diproduksi sampai saat ini.

Dream - Pada awal perkenalannya oleh Presiden Joko 'Jokowi' Widodo, mobil Esemka sempat melambung namanya dan digadang-gadang jadi mobil nasional (mobnas) yang menghiasi jalan raya di Indonesia.

Mobil buatan pabrik asal Boyolali, Jawa Tengah, ini pertama kali dikembangkan oleh anak-anak sekolah menengah kejuruan (SMK) pada tahun 2013.

Enam tahun kemudian, Presiden Jokowi meresmikan pabriknya yang memiliki kapasitas produksi 12 ribu unit per tahun. Sampai saat ini Esemka masih memproduksi mobil kategori SUV dan pikap secara massal.

Selain Esemka, Ini 8 Proyek Mobil Nasional yang Pernah Dibuat Sejak 1975
Morina, Salah Satu Proyek Mobil Nasional Yang Gagal.
2 dari 5 halaman

Esemka sebenarnya bukan satu-satunya mobil yang pernah dibuat di Indonesia dan dipilih untuk jadi mobnas. Bekerja sama dengan investor asing, berbagai jenis mobil sudah dibuat anak bangsa sejak tahun 1970-an.

Beberapa mobnas itu bahkan masih ada yang diproduksi sampai saat ini. Dilansir dari berbagai sumber, berikut deretan mobnas yang pernah dibuat Indonesia sebelum tahun 2000.

Mobil Kijang

Mobil Kijang menjadi proyek mobnas pertama di Indonesia. Proyek mobnas yang dibuat tahun 1975 ini merupakan kerja sama antara Indonesia dan Jepang yang menggandeng merek Toyota.

 Penampakan mobil Kijang produksi tahun 1975.© Istimewa

Kendaraan yang dulu digelari Mobil Sejuta Umat ini pertama kali diluncurkan pada 9 Juni 1975 oleh Presiden Soeharto dan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Mobil berjenis MVP dan pikap ini memiliki kapasitas mesin 1.200 cc.

Kijang disebut mobil Indonesia lantaran semua komponen bodinya berasal dari Indonesia. Tak hanya itu, Kijang jadi satu-satuya proyek mobnas yang masih bertahan hingga saat ini.

Morina tahun 1976

Setahun setelah peluncuran Kijang, pemerintah kembali meluncurkan proyek mobnas bernama Mobil Rakyat Indonesia atau disebut Morina. Mobil jenis pikap ini diproduksi PT Garmak Motor.

 Iklan mobnas Morina, harganya cuma Rp1,25 juta.© Koleksi Tempo Doeloe

Seperti Kijang, hampir semua komponen Morina juga dibuat di Indonesia. Sayangnya Morina punya nasib yang berbeda dengan Kijang. Mobil anak bangsa ini harus berhenti produksi lantaran mesin yang digunakan tidak cocok untuk kondisi di Indonesia yang tropis dan cuaca panas. Selain itu, mesin Morina tidak kuat untuk pekerjaan berat meski termasuk mobil pikap.

3 dari 5 halaman

Mobil Rakyat (MR) 90 tahun 1994

Sejak proyek Morina berhenti produksi, Indonesia kembali meluncurkan mobnas pada tahun 1990-an. Proyek mobnas itu disebut Mobil Rakyat (MR) 90. Kali ini yang diproduksi adalah mobil berjenis sedan.

 Penampakan Mobil Rakyat (MR) 90.© Istimewa

Kali ini pemerintah memercayakan produksinya ke PT Indomobil yang saat ini sebagai importir mobil merek Mazda Indonesia. MR 90 merupakan pengembangan dari varian Mazda 323 Hatback. Sayangnya proyek ini juga terhenti.

Timor tahun 1995

Usaha untuk memiliki mobnas terus dilanjutkan. Satu tahun kemudian, muncul proyek mobnas Timor di tahun 1995.

 Mobil Timor, kloningan Kia Sephia.© Istimewa

Mobil yang diproduksi PT Timor Putra Nasional milik Tommy Soeharto ini dibuat dengan mengkloning Kia Motors varian Kia Sephia.

Waktu itu, proyek mobnas Timor ini mendapatkan kemudahan yang sangat istimewa karena produksinya bebas dari berbagai pajak dan bea masuk seperti mobil pada umumnya. Sayangnya, proyek mobnas ini tidak dilanjutkan bersamaan dengan runtuhnya Orde Baru.

4 dari 5 halaman

Bimantara tahun 1996

Selain Timor, Keluarga Cendana juga memprduksi mobil Bimantara sebagai proyek mobnas. Pengembangan mobil ini dipegang langsung oleh Bambang Trihatmojo.

 Mobil nasional Bimantara Cakra mirip dengan Hyundai Accent.© Mobilbekas.com

Untuk pengembangannya, Bambang menggandeng Hyundai sebagai pemasok komponen. Sayangnya, Bimantara juga bernasib sama dengan Timor yang harus gulung tikar pasca lengsernya Soeharto tahun 1998.

Marmut LIPI (Marlip) tahun 1998

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ternyata juga mengembangkan mobil nasional. Hebatnya mereka menciptakan mobil listrik pertama yang diproduksi Tanah Air. Mobil jenis micro car ini masih diproduksi sampai saat ini dengan kebutuhan terbatas.

 Marmut LIPI© Istimewa

Saat ini Marlip LIPI biasa digunakan sebagai mobil golf, rumah sakit, keamanan atau layanan hotel dan resort. Wajar saja penggunaannya sangat terbatas karena mobil yang dipasarkan PT Marlip Indo Mandiri ini hanya memiliki kecepatan 50 km/jam, dengan jarak tempuh 120 km untuk satu kali pengisian daya.

5 dari 5 halaman

Texmaco Macan dan Perkasa tahun 1998

Tahun 1998, PT Texmaco memproduksi mobil minibus bernama Texmaco Macan dengan kapasitas mesin 1.800 cc. Selain itu, mereka juga meluncurkan kendaraan kategori truk berat bernama Perkasa dengan TKDN yang mencapai 90 persen.

 Texmaco Macan.© Istimewa

Sebenarnya produksinya sangat mantap. Bagaimana tidak? Texmaco menggandeng Mercedes-Benz. Mesin diesel yang digunakan memegang lisensi dari Cummisn America, perseneling ZF dari Jerman, gardan dari Eston Amerika. Sedangkan bodi dari lisensi British Leyland (Inggris).

 Truk Texmaco Perkasa.© Istimewa

Sayangnya, produksinya tidak dilanjutkan karena Texmaco bangkrut. Produksi terakhir pada tahun 2009 sebanyak 1.000 unit cuma buat memenuhi kebutuhan operasional TNI.

Kancil tahun 1999

Mobil jenis micro car ini sudah ada sejak akhir tahun 1990-an. Mobil Kancil digadang-gadang sebagai pengganti bajaj atau bemo.

 Kancil 1999.© Istimewa

Menggunakan mesin 250 cc dengan kecepatan maksimal 70 km per jam, mobil ini diproduksi oleh PT Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari (KANCIL).

Sayangnya, Kancil kurang diminati dan direspon oleh para pengusaha angkutan kota. Sehingga proyeknya dihentikan.

Join Dream.co.id