Sejak Kapan Masyarakat Indonesia Kenal Mobil SUV?

Automotive | Kamis, 22 Agustus 2019 16:24
Sejak Kapan Masyarakat Indonesia Kenal Mobil SUV?

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mobil gahar ini turut dilirik, apalagi untuk menggempur jalanan yang kondisinya rusak.

Dream - Masyarakat Barat memang sudah lama mengenal Sport Utility Vehicle (SUV). Namun bagi masyarakat Indonesia, jenis mobil ini baru dikenal pada era 1990an.

" Di tahun 70-an dan 80-an, orang cuma mengenal jip. Baru di kisaran pertengahan tahun 90-an, orang mengenal SUV," kata pengamat otomotif, Bebin Djuana, dikutip dari Otosia, Kamis 22 Agustus 2019.

Bebin menambahkan, konsep SUV terinspirasi dari Kerajaan Inggris. Pihak kerajaan merasa Land Rover masih terlalu besar dan kepanjangan untuk Ratu Inggris dan keluarga di Istana Buckingham.

Oleh karena itulah dibuat Range Rover yang lebih pas. Langkah ini menjadi pendorong produsen otomotif untuk membuat mobil berkonsep SUV.

2 dari 6 halaman

Masyarakat Indonesia Suka Naik Mobil Ramai-ramai

Menurut dia, masyarakat Indonesia lebih suka naik mobil beramai-ramai. Mobil yang paling laku pada dasarnya adalah multi purpose vehicle (MPV). Tapi, mobil MPV masih terkendala kondisi jalan di Indonesia, misalnya rusak dan berlubang.

" Itulah mengapa SUV menjadi menarik," kata Bebin.

Alasan ini, kata Bebin, menjadi pertimbangan produsen otomotif menambah varian SUV menjadi tujuh seater. Biasanya, mobil SUV dirancang untuk lima orang penumpang. Hal ini disebabkan masyarakat Indonesia ingin kendaraan bisa menampung banyak orang, seperti MPV.

" Tren SUV akan naik, terutama yang menginginkan bisa dinaiki banyak orang," kata dia.

Alasannya banyak orang yang mulai melirik SUV. " Tidak hanya untuk pria, wanita sekarang ini banyak yang memakai jenis-jenis SUV dari yang awalnya sedan," kata dia.

3 dari 6 halaman

Pabrikan Mobil Mewah Bikin SUV Gara-gara Wanita

Dream – Saat ini, mobil segmen sport utility vehicle sedang naik daun. Banyak pabrikan mobil yang sudah masuk segment ini. Tidak terkecuali produsen mobil mewah.

Mereka yang tergiur untuk bermain di kelas SUV diantaranya Rolls-Royce dengan Cullinan, Bentley dengan Bentayga, dan Lamborghini dengan Urus. Bahkan sebentar lagi, Aston Martin juga merilis kendaraan SUV anyarnya, DBX.

Dikutip dari Otosia, Rabu 26 Juni 2019, penyebab kehadiran mobil SUV mewah ini ternyata salah satunya dipicu karena wanita.

" Mereka (wanita) ingin merasa aman, mereka ingin terlindungi, mereka ingin menatap masa depan. Mobil SUV memiliki semua atribut yang berhubungan dengan hal-hal tersebut," kata Vice President and Chief Marketing Aston Martin, Simon Sproule, diberitakan oleh Motoring.com.au.

Sproule juga menyatakan SUV adalah mobil unisex atau cocok bagi pria dan wanita. Tetapi, wanita memiliki interaksi yang lebih kuat dan menemukan apa yang mereka butuhkan pada mobil tipe SUV.

" Saya pikir yang mengubah pasar SUV dan memberinya daya tarik yang lebih luas adalah kehadiran crossover yang melembutkan SUV berbasis truk ke platform monocoque," ucap Sproule.

4 dari 6 halaman

Wanita Berpengaruh Banyak

Sproule mengatakan 80 persen penjualan mobil di pasar global dipengaruhi oleh wanita. Mereka menilai kendaraan dari sejauh mana bisa memenuhi kebutuhannya.

Pada situs resminya, Aston Martin DBX dijadwalkan meluncur di pasar global di penghujung 2019. Sebelumnya, mobil ini telah diuji ketangguhannya di berbagai medan.

Tak hanya Eropa, Aston Martin DBX juga akan masuk ke pasar otomotif Indonesia. Malahan, mobil SUV mewah ini telah terdaftar di situs resmi Samsat DKI Jakarta dengan NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) mencapai Rp1,89 miliar.

Meski demikian, belum banyak informasi yang bisa diperoleh mengenai Aston Martin DBX. Di Indonesia, dengan NJKB yang telah disebutkan di atas, diprediksi harga jualnya akan menyentuh angka Rp2,5 miliaran.

5 dari 6 halaman

Mobil Listrik Aston Martin Mejeng di Film Baru James Bond

Dream – Ada yang beda dalam film terbaru James Bond, Shattered. Agen mata-mata berambut pirang ini dikabarkan akan menaiki mobil Aston Martin edisi terbatas. Uniknya, yang dikendarai adalah mobil listrik.

Dikutip dari The Sun, Jumat 15 Maret 2019, mobil yang dimaksud adalah Rapide E. Produsen otomotif asal Inggris ini membuat Rapide E sebanyak 155 unit. Keputusan ini diambil oleh sang sutradara, Cari Joji Fukunaga.

“ Pilihan ini diputuskan oleh sutradara baru yang cinta lingkungan,” kata seorang sumber.

Sumber ini mengatakan bahwa Fukunaga bekerja sama dengan Aston Martin agar mobil listriknya siap tampil di film spionase itu. Sumber ini mengatakan film Shattered akan mengusung teknologi tinggi.

Awalnya, semua orang khawatir film James Bond ini memiliki terlalu banyak efek komputer. “ Tapi, ini saat yang tepat baginya untuk menunjukkan kendaraan yang zero emisi,” kata dia,

Sekadar informasi, sutradara lama, Danny Boyle, memutuskan keluar karena bersitegang dengan pemeran James Bond, Daniel Craig. Kata Produser James Bond, Barbara Broccoli, syuting James Bond “ Shattered” akan diadakan pada April 2019.

6 dari 6 halaman

Spesifikasi Aston Martin Rapide E

Dikutip dari The Driven, mobil listrik Aston Martin ini dijual senilai 250 ribu poundsterling (Rp4,73 miliar). Rapide E akan menambah daftar panjang Aston Martin yang mejeng di film James Bond, seperti DB5, DBS, V8 Vantage Volante, dan V12 Vanquish.

Rapide E dibanderol dengan baterai berkapasitas 64 kWh dan memiliki dua mesin berkekuatan 454 kW dan torsi 950 Nm.

Auto Car menyebut Rapide E bisa mengakselerasi hingga 112 km per jam dalam waktu 1,55 detik. Mobil ini bisa ngebut dengan kecepatan maksimal 249 km per jam.

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-
Join Dream.co.id