Ramah Lingkungan, Tapi Mobil Listrik Kurang Laku di Indonesia

Automotive | Senin, 10 Februari 2020 12:19
Ramah Lingkungan, Tapi Mobil Listrik Kurang Laku di Indonesia

Reporter : Cynthia Amanda Male

Karena harga?

Dream - Pengguna mobil hybrid maupun listrik masih sangat minim di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga mobil dan tempat pengisian baterai yang sangat minim.

Padahal, kendaraan ini lebih ramah lingkungan dan futuristik.

“ Dengan emis gas buang, kendaraan ini bisa mengurangi polusi lingkungan. Emisi gasnya rendah, jarak tempuhnya jauh, kan? Mobilnya kencang juga,” kata pembalap profesional, Rifat Sungkar dalam acara Mitsubishi Media Drive di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan kemarin.

 Outlander PHEV© Cynthia Amanda Male/Dream


Emisinya yang sangat rendah membuat pengguna mobil hybrid bisa menghemat biaya pengisian bahan bakar maupun listrik jangka panjang.

“ Nggak bisa dipungkiri, bukan hanya cinta lingkungan hidup, tapi juga menghemat uang dan waktu dalam jangka panjang. Mobilnya nggak pernah isi bensin dan hemat waktu,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Perawatan Lebih Murah

Selain itu, jumlah partisi yang lebih sedikit membuat perawatan mobil hybrid juga lebih murah. Partisi mobil konvensional berjumlah 5 ribu-12 ribu , sedangkan mobil hybrid 700-1200.

“ Perawatan dengan partsnya lebih sedikit jadi lebih murah,” kata dia.

 Outlander PHEV© Cynthia Amanda Male/Dream

Di luar negeri telah banyak yang memakai mobil jenis ini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya keuntungan dari segi regulasi terhadap penggunaan kendaraan hybrid, seperti harga pajak yang lebih murah dan bisa melintasi jalan protokol.

" Banyak hal yang jadi pemicu penggunaan mobil listrik di luar negeri. Dampak jangka panjangnya baik untuk semua," kata dia.

Rifat menyarankan agar pemerintah bisa mendukung penggunaan mobil hybrid dari segi infrastruktur. Tidak hanya membuat charging station, tapi kelebihan di jalan protokol dan kebijakan lainnya.

3 dari 6 halaman

Nadine Chandrawinata: Peduli Lingkungan dengan Outlander PHEV

Dream - Hari pertama Media Drive Mitsubishi sudah usai. Dimulai dari belajar menganyam di Pasar Seni Sesela, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), makan siang di restoran yang berada di atas bukit, mengunjungi pantai Kuta Mandalika hingga ke Bukit Merese.

Jurnalis Dream yang turut dalam perjalanan menuju semua tempat yang instagrammable itu, merasa tertantang. Akses ke beberapa tempat sangat menanjak, berbatu, dan berliku.

Bahkan ramainya kendaraan yang parkir di pinggir jalan, atau keluar masuk dari gang atau warung, membuat pengendara 4 jenis mobil test drive Mitsubishi harus lebih lincah dalam berkendara.

Termasuk Nadine Chandrawinata yang sempat merasakan di belakang kemudi Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Namun, ia berhasil melewati tantangan itu dengan lancar dan nyaman.

 Mitsubishi Outlander PHEV© Cynthia Amanda Male/Dream

Istri Dimas Anggara ini mengaku sangat nyaman menggunakan mobil berbahan bakar listrik dan mesin ini.

" Suaranya terlalu senyap dan goncangannya empuk banget. Cocok untuk dipakai di Jakarta. Manuvernya enak banget," kata pemain film Generasi Biru ini di Novotel Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis 6 Februari 2020.

Pemain film Labuan Hati ini juga mengklaim mobil yang berkonsep lebih ramah lingkungan ini juga cocok untuk bayi, karena terlalu senyap serta hentakannya sangat halus.

" Suaranya sepi banget. Gue sih suka ya, mobil yang sepi banget. Dan kalau gasnya diinjak, langsung jalan gitu. Lembut banget dan nggak bersuara. Kalau mobil biasa kan, ada suara meraungnya waktu digas" .

Desain interior yang elegan, minimalis, ground clearance tinggi serta ruangan luas, membuatnya semakin merasa nyaman.

Selain itu, SUV ini juga cocok bagi pengendara wanita karena kenyamanan dan desainnya. Terutama, untuk penyuka otomotif dan ingin mulai peduli lingkungan.

" Gue pengin nunjukin bahwa orang nggak harus pakai cara gue untuk peduli sama lingkungan. Ini bisa jadi alternatif untuk yang suka traveling dan otomotif," tutup wanita 35 tahun ini.

Outlander PHEV merupakan salah satu SUV berteknologi tinggi yang sudah dilengkapi 4WD. Memiliki motor listrik dan baterai dengan mesin berbahan bakar 2,4 L. Mobil yang dilego di atas Rp1 miliar ini hadir dengan tiga mode yakni EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode.

 

 

4 dari 6 halaman

Dibanderol Rp1,29 M, 50 Pembeli Antre Bawa Pulang Mitusbishi Outlander PHEV

Dream - Setelah memeriahkan pasar otomotif, Mitsubishi Outlander PHEV dijual dengan harga Rp1,29 miliar. Meskipun terbilang mahal untuk kebanyakan masyarakat, mobil ini ternyata telah mendapat pesanan lebih dari 50 unit.

“ Terkait dengan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), Outlander PHEV hingga saat ini sudah lebih dari 50 SPK,” kata Head of Sales and Marketing Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Imam Choeru Cahya, di Bali, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 5 Februari 2020.

Pabrikan otomotif asal Jepang ini mengaku telah mengirimkan lebih dari 20 unit Mistsubishi Outlander ramah lingkungan ini kepada konsumen.

" Sampai saat ini sudah terkirim kurang lebih 21 unit. kita terus follow up dan kami akan suplai ke 53 konsumen sampai dengan akhir Maret," kata dia.

 

 Dibanderol Rp1,29 M, 50 Pembeli Antre Bawa Pulang Mitusbishi Outlander PHEV© Dream

 

Langkah pabrikan berlambang tiga berlian ini cukup berani karena menghadirkan model PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) yang bisa menggunakan daya listrik untuk pengisian baterai

Sementara pabrikan lain memilih membawa model hybrid yang tidak butuh pengisian baterai dengan daya listrik.

 

Mitsubishi Outlander PHEV ini diklaim dapat menembus total jarak mencapai 800 km dengan tingkat emisi sebesar 50 g/km.

5 dari 6 halaman

Spesifikasi

Eksterior Mitsubishi Outlander PHEV mendapatkan ubahan, yaitu gril baru, lampu depan LED, dan foglamp baru. Selain itu, untuk bagian buritan menggunakan spoiler belakang yang lebih besar dan desain two-tone baru, serta pelek multi-spoke 18 inci.

Sedangkan untuk interiornya, Mitsubishi Outlander PHEV menggunakan jok kulit baru, dan ubahan segar di kursi depan dan panel instrumen. Tidak hanya itu, mobil ini juga mendapatkan switchgear dan trim baru, dengan ventilasi penyejuk di udara belakang.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

6 dari 6 halaman

Outlander PHEV Jadi Armada Tanggap Darurat Bencana PMI

Dream - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memberikan dukungan terhadap aktivitas Palang Merah Indonesia (PMI), terutama berkaitan dengan tanggap darurat bencana. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk peminjaman mobil listrik Outlander PHEV untuk kebutuhan operasional di lokasi bencana.

Penandatangan kerja sama ini dilakukan oleh Presiden Direktur MMKSI, Naoya Nakamura dengan Pelaksana Harian Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita dan disaksikan oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla. 

" Kendaraan listrik ini tentunya akan menambah armada PMI yang diturunkan di lapangan pada saat tanggap darurat dan akan membantu kerja kemanusiaan PMI di lapangan, terutama saat terjadi padam lampu yang sering terjadi saat bencana,” kata Ginandjar melalui keterangan tertulis diterima Dream

 

 Outlander PHEV Jadi Armada Tanggap Darurat Bencana PMI© Dream



Outlander PHEV merupakan mobil listrik yang mengintegrasikan stabilitas dan durabilitas SUV, teknologi 4WD, serta bisa dimanfaatkan sebagai generator listrik. Mobil ini mampu menyalurkan listrik sampai 1,5 KW.

Nakamura mengatakan mobil ini cocok untuk mendukung aktivitas kemanusiaan di area bencana terutama yang minim pasokan listrik. Dengan kendaraan ini, produsen otomotif berlambang tiga berlian ini bisa memberikan kontribusi lebih besar untuk kemanusiaan.

" Mitsubishi Outlander PHEV ini menjadi kendaraan tanggap darurat bencana pertama yang menggunakan tenaga listrik sebagai penggeraknya,” kata dia.

Secara global, kendaraan ini telah diluncurkan di lebih dari 50 negara dengan total populasi lebih dari 229 ribu unit hingga Oktober 2019. Selain itu, pada Mei 2019, Outlander PHEV berhasil meraih penghargaan World Best Selling PHEV.

Join Dream.co.id