Viral Penumpang Sembunyi di Bagasi Bus, Pengusaha Angkat Bicara

Automotive | Kamis, 30 April 2020 17:36
Viral Penumpang Sembunyi di Bagasi Bus, Pengusaha Angkat Bicara

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Benarkah kabar tersebut?

Dream – Ada beragam cara yang dilakukan masyarakat untuk pulang kampung di tengah pandemi corona. Salah satunya adalah bersembunyi di dalam bus.

Kabar ini beredar di media sosial. Disebutkan bahwa masyarakat yang nekat mudik harus merogoh kocek hingga Rp450 ribu.

Menanggapi hal itu, Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) menegaskan kemungkinan adanya praktik itu hanya di awal larangan mudik diterapkan.

" Perihal penumpang di bagasi itu kalaupun memang ada, kemungkinan terjadi pada hari pertama penerapan. Mungkin karena situasi para penumpang mendesak agar tetap bisa pulang kampung," kata Ketua Umum IPOMI Kurnia Lesani Arnan kepada Liputan6.com, di Jakarta, dikutip pada Kamis 30 April 2020.

Kurnia mnegaskan, saat ini, tak ada praktik atau kecurangan yang dilakukan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). " Saat ini dipastikan tidak ada," kata dia.

2 dari 6 halaman

Kata Polisi

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, informasi itu tidak benar atau hoaks. Karena, semua jenis kendaraan angkutan penumpang mudik tak diizinkan melintasi perbatasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

" Jadi mau di bagasi kek, mau di mesin kek, nggak bakal bisa. Kan semua bus udah enggak boleh lewat," kata Sambodo.

Ia menegaskan, informasi yang beredar tersebut adalah hoaks. Terlebih, hanya mobil atau angkutan yang membawa logistik dan BBM saja yang boleh melintasi perbatasan Jabodetabek.

Diketahui, pemerintah telah melakukan pelarangan mudik lebaran 2020 sejak 24 April 2020. Pelarangan mudik tersebut untuk memutus dan mencegah penyebaran virus Covid-19 atau corona yang masih melanda Indonesia.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

3 dari 6 halaman

Viral Foto Penumpang Sembunyi di Bagasi Demi Bisa Mudik

Dream - Sejak 24 April 2020 diterapkan kebijakan pelarangan mudik. Para pekerja di kota dilarang untuk kembali ke kampung dengan transportasi apa pun demi mengurangi penularan Covid-19.

Rupanya masih ada yang membandel dan berusaha untuk pulang ke kampung dengan berbagai cara. Sebuah unggahan foto viral di Twitter yang memperlihatkan para penumpang duduk di bagasi bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Para penumpang ini berusaha bersembunyi agar bisa mengelabui petugas. Pasalnya, jika dilihat petugas terdapat penumpang di dalam bus, maka langsung diminta putar balik dan dilarang masuk ke perbatasan tol.

Nekat Mudik© Twitter

Awalnya foto ini diunggah oleh akun @saeval, dalam keterangan foto tertulis kalau gambar itu diambil di kawasan Ciledug. Akun tersebut kemudian dikunci dan diunggah lagi oleh akun @akurommy.

 

 

4 dari 6 halaman

Kronologi

Dari unggahan @akurommy rupanya ada yang memberi penjelasan. Sebenarnya penumpang sendiri yang meminta untuk duduk di bagasi, mereka juga tak mau putar balik. Hal ini agar bus tetap bisa berjalan.

Menurut penuturan akun @JonWiraHutama selepas pos penyekatan, penumpang kembali naik ke tempat duduk dan bus jalan menuju Yogyakarta.

" Bahkan dari PT bus tersebut ada refund beberapa % dari harga tiket dan sebenarnya seluruh penumpang sudah membawa kartu sehat," tulisnya.

 

5 dari 6 halaman

Larangan Mudik Berlaku Sampai Hari Kedua Lebaran

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk melarang mudik Lebaran 2020, mulai  Jumat, 24 April 2020. Kementerian Perhubungan telah menyatakan siap memberikan sanksi secara bertahap kepada seluruh masyarakat yang bersikeras untuk melaksanakan mudik di tengah pandemi corona.

" Seluruh transportasi yang mengangkut pemudik mulai pukul 24.00 WIB, seluruhnya tanpa terkecuali disuruh balik jalan ke daerah awal pemberangkatan," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, saat dihubungi Merdeka.com, dikutip Kamis 23 April 2020.

Kemenhub kini tengah fokus menyusun aturan hukum terkait larangan mudik bersama pihak kepolisian beserta dinas terkait lainnya. Proses penyusunan aturan sendiri mengedepankan unsur kehati-hatian oleh karena itu seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri untuk menunda perjalanan mudik.

" Pelarangan mudik akan diberlakukan sampai dengan tanggal 2 Syawal 1441 H, dan dapat menyesuaikan dengan memperhatikan dinamika perkembangan pandemi covid-19," kata Adita.

6 dari 6 halaman

Akses Keluar Jabodetabek Dibatasi

Dia mengatakan skenario yang disiapkan adalah penyekatan di akses jalan tol dan pembatasan akses keluar masuk jalan arteri utama di Jabodetabek atau wilaya lainnya yang menjadi zona merah wabah virus corona. Nantinya akan terlibat stakeholder terkait seperti Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kepolisian dan sebagainya.

" Hal tersebut dilakukan karena yang dilarang untuk melintas adalah angkutan yang membawa penumpang saja, sementara angkutan barang atau logistik masih dapat beroperasi," kata Adita.

Join Dream.co.id