Respons Pelaku Otomotif Usai Perpres Mobil Listrik Diteken

Automotive | Jumat, 9 Agustus 2019 12:24
Respons Pelaku Otomotif Usai Perpres Mobil Listrik Diteken

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Regulasi ini bisa mendorong pelaku otomotif untuk membangun mobil listrik di Indonesia.

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mobil listrik. Dengan regulasi ini, pemerintah bisa mendorong industri otomotif membangun mobil listrik di Indonesia.

Apalagi bahan baku untuk membuat baterai mobil listrik, tersedia di Indonesia sehingga bisa cepat dirancang.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik penandatanganan Perpres mobil listrik.

" Kami, Gaikindo menyambut baik mengenai Perpres Mobil Listrik ini. Dengan demikian maka aturannya menjadi jelas untuk industri," ujar Ketua I Gaikindo, Jongki Sugiarto kepada Liputan6.com, dikutip Jumat 9 Agustus 2019.

2 dari 6 halaman

Pelajari Aturan

Jongki mengatakan semua pelaku industri otomotif, termasuk agen pemegang merek (APM) akan mempelajari aturan ini.

" Tentunya para APM dan Industri akan mempelajari dan antisipasi," kata dia

Jongki tak ingin berkomentar terkait kesiapan APM untuk menghadirkan mobil listrik. Ia menilai hal tersebut bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.

" Ini rencana dari masing-masing APM, silahkan tanya ke APM saja," kata dia.

3 dari 6 halaman

Begini Tanggapan Toyota

Menanggapi hal tersebut, beberapa APM kendaraan roda empat di Tanah Air memberikan komentarnya. PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku mendukung langkah yang diambil pemerintah. Diketahui Toyota telah merilis mobil hybrid.

" Semua Agen Pemegang Merek (APM) di Tanah Air, termasuk Toyota, pasti akan mendukung semua kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif Nasional," kata Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto.

Soerjo menegaskan pihaknya memiliki komitmen untuk bekerjasama dengan pemerintah terkait pengembangan kendaraan listrik yang sesuai dengan kondisi Indonesia.

" Sekarang ini kita mengenal beberapa jenis EV, di antaranya hybrid EV, plug-in hybrid EV, battery EV, dan fuel cell EV. Pemahaman masyarakat mengenai kendaraan jenis EV perlu diperkuat agar masyarakat siap mengoperasikan secara aman mobil ramah lingkungan ini," kata dia.

4 dari 6 halaman

Bagaimana dengan DFSK?

Pabrikan otomotif asal Cina, DFSK juga menyambut positif Perpres yang telah ditandatangani Presiden RI. Meski demikian, pihaknya akan mempelajari terlebih dulu kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah terkait kendaraan listrik.

" Tentunya kami menyambut positif, namun hingga sekarang kami belum mendapat sosialisasi secara resmi tentang Perpres tersebut dari kementerian terkait. Tentu nya jika nanti kami mendapatkan surat tersebut, akan kami pelajari dan diskusikan di internal kami," kata PR & Digital Manager DFSK Arvianne DB kepada Liputan6.com.

Meski demikian, wanita yang akrab disapa Anne tersebut menegaskan pihaknya sudah siap secara produk.

" Kalau produk siap, karena di Cina sendiri produk kami sudah mulai dipasarkan. Tapi kami harus pelajari dulu regulasi di Indonesia," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

5 dari 6 halaman

Jokowi Teken Perpres Mobil Listrik

Dream - Presiden Joko Widodo menyatakan telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terkait mobil listrik. Perpres ini menjadi dasar hukum beroperasinya industri kendaraan elektrik tersebut.

" Sudah, sudah saya tanda tangani hari Senin pagi," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 8 Agustus 2019.

Jokowi mengatakan pemerintah ingin mendorong pelaku industri otomotif untuk terjun ke produksi mobil listrik di Indonesia. Apalagi bahan baku pembuatan mobil listrik sudah tersedia di dalam negeri.

" Sehingga strategi bisnis negara ini bisa kita rancang agar kita nanti bisa mendahului membangun industri mobil listrik yang murah dan kompetitif, karena bahan-bahan ada di kita," kata Jokowi.

 Jokowi Teken Perpres Mobil Listrik

Jokowi mengakui industri mobil listrik memang tidak mungkin dibangun dalam waktu singkat. Meski begitu, kondisi pasar di masa depan juga harus menjadi pertimbangan.

" Melihat pembeli. Apakah membuatnya bisa, yang beli ada? Karena 40 persen harganya lebih mahal dari biasa. Mau beli?" ucap Jokowi.

(Sumber: Liputan6.com/Lisza Egeham)

6 dari 6 halaman

Menteri Terkait Sudah Oke, Perpres Mobil Listrik Siap Terbit

Dream – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, memastikan Peraturan Presiden (Perpres) tentang ekosistem industri mobil listrik sudah ditandatangani para menteri terkait. Dalam waktu singkat, beleid ini akan diterbitkan.

" Perpres mobil listrik semuanya sudah tanda tangan. Dalam waktu singkat (akan diterbitkan)," kata Airlangga di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 1 Agustus 2019.

Terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pun sudah dibahas bersama DPR.

" Itu sudah dibahas dengan DPR, karena itu ada range nya. Untuk mobil di atas 3.000 cc tetap PPnBM- nya tinggi," kata Airlangga.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengatakan Perpres mobil listrik bakal terbit dalam waktu dekat. Menurutnya, pembahasan secara teknis perpres telah rampung.

" Sebenarnya pasti keluar dalam waktu singkat ini. Sekali lagi, secara teknisnya sudah oke," kata Jusuf Kalla.

Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya
Join Dream.co.id