Konyol tapi Penasaran, Ini Akibat Jika Tubeless Pakai Ban Dalam

Automotive | Senin, 25 Januari 2021 07:33
Konyol tapi Penasaran, Ini Akibat Jika Tubeless Pakai Ban Dalam

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Saat ini, ban tubeless makin banyak digunakan orang.

Dream – Dari beragam jenis ban, saat ini semakin banyak pengendara menggunakan ban tubeless. Sesuai dengan fungsinya, ban tubeless menawarkan kemudahan dari sisi perbaikan saat terjadi kebocoran dan juga relatif lebih kuat.

Meski sama-sama bisa bocor, namun ban tubeless akan benar-benar kempis dalam waktu yang lebih lama. Proses menambal bagian ban yang bocor juga relatif lebih mudah dan cepat dibandingkan ban biasa.

Namun tetap saja banyak pemilik kendaraan yang bereksperimen dengan memasukan ban dalam meski sudah menggunakan ban tubles. 

Dikutip dari Auto2000, Senin 25 Januari 2021, pada dasarnya ban tubeless sama sekali tidak memakai ban dalam. Di beberapa jenis ban tubeless, terdapat fluid sealant yang membuat ban ini tidak membutuhkan ban dalam. Biasanya ban dalam hanya dipakai untuk versi biasa saja.

2 dari 3 halaman

Begini Faktanya

Lantas, bagaimana dengan isu ban tubeless menggunakan ban dalam? Isu ini muncul ketika banyak yang mengatakan bahwa menggunakan ban dalam membuat kinerja tubeless lebih baik dan aman. Namun faktanya tidak demikian.

Penggunaan fluid sealant di dalam ban tubeless membuat pemilik motor atau mobil tidak perlu lagi menggunakan ban dalam. Ban dalam hanya khusus dipakai pada versi biasa saja.

Alih-alih membuatnya lebih baik dan aman, ban dalam malah menghilangkan fungsi utama dari fluid sealant.

Bagi yang belum mengerti, fluid sealant berfungsi untuk merapatkan sisi ban yang terkena benda tajam saat berkendara. Jadi lubang yang mulai muncul segera ditutup oleh fluid sealant. Inilah mengapa ban tubeless relatif anti bocor dan lebih kuat sepanjang digunakan.

Ketika menggunakan ban dalam, akhirnya angin menjadi lebih cepat keluar dan menjadi total kempis. Padahal dengan fluid sealant, mungkin kamu tetap bisa berkendara hingga sekitar 200 kilometer walaupun ada benda tajam yang tertancap di ban tubeless.

Oleh karena itu, sejak awal jangan pernah menggunakan ban dalam untuk tubeless. Kamu malah tidak bisa mendapatkan fungsi utama dari ban jenis tersebut.

3 dari 3 halaman

Lakukan Perawatan Ban

Banyak orang yang salah kaprah untuk urusan ban. Asalkan tidak kempes, ban tidak perlu dicek kondisinya. Padahal, sudah jelas itu adalah penilaian yang salah. Kamu harus melakukan pengecekan ban secara berkala agar kondisinya terus prima.

Perlu diingat, ban adalah komponen mobil yang paling pertama berhadapan dengan jalan. Inilah yang membuat perawatan ban mobil perlu dilakukan.

satu contohnya adalah penggunaan ban serep yang dipaksakan. Ketika ban mobil bocor, langsung diganti dengan ban serep.

Harusnya setelah itu kamu langsung menuju ke tukang tambal untuk memperbaiki ban utama yang bocor. Namun, kebanyakan orang malah tetap menggunakan ban serep tersebut sepanjang waktu.

Padahal ban serep itu lebih kecil daripada versi biasa yang sudah kamu digunakan sejak awal. Kalau sampai rusak atau bocor lagi, maka yang hancur bukan hanya karetnya saja, melainkan velg juga. Inilah mengapa kesadaran untuk perawatan ban harus dimiliki setiap pengendara.

Join Dream.co.id